Jadi Penganti

Jadi Penganti
Gagal Motoran


__ADS_3

Yulia yang pagi ini merasa tubuhnya lebih segar. kemaren sore dia di beri obat oleh teman yang membantunya mengugurkan kandungannya.


"Kenapa perutku masih sakit ya?". Ujar Yulia.


Dia mengelus perut bawahnya yang masih ngilu.


Dia berusaha untuk bangun. Karena dia mau ke toilet. Panggilan alam.


"Hati-hati. Pelan saja jalannya". Ujar salah satu teman yang baru masuk kamar tempat Yulia istirahat.


Dia membawa makanan untuk Yulia.


"Iya kak. Aku mau ke kamar mandi". Jawab Yulia.


"Sekalian kamu mandi. Biar segar". Ujar wanita itu.


"Baik kak". Jawab Yulia.


Dia mengambil handuk dan masuk kekamar mandi. Tidak lupa membawa pakaian ganti dan juga pembalut. Karena pasti masih ada darah yang keluar.


Setelah Yulia mandi dan berganti pakaian, dia keluar dari kamar mandi. Dia disurh makan oleh temannya tadi.


Setelah makan, Yulia ikut berkumpul dengan yang lain di ruang tengah rumah itu.


Ternyata ada tiga orang yang juga seperti Yulia. mengugurkan janin.


Ramai juga para wanita yang duduk di sana. Mereka berbincang membahas kegiatan selanjutnya.


Bisnis esek-esek, melayani pria hidung belang.


Sementara di pulau wisata, penganten baru punya kegiatan pagi.


Benar ucapan Nofri. Dia membantu istrinya untuk mandi. Dia mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.


Membantu memandikan hingga bersih, sampai berpakaian.


Setelah sholat subuh mereka kembali tiduran. Dan Nofri mendekap istrinya yang sudah segar karena dia bantu me mandikannya.


"Tidak jadi pergi motoran bang?". Tanya khaira.


Ketika Nofri kembali tidur sambil memeluknya.


"Di tunda dulu. Kamu lagi sakit". Jawab Nofri.

__ADS_1


"Aku tidak sakit bang!". Jawab khaira.


Karena dia tidak merasa sakit.


"Nanti sore kita keliling di sekitar sini. Kamu pasti susah duduk di motor karena itu kamu masih sakit". Ujar Nofri.


"Gara-gara abang sih". Ujar Khaira kesal.


Memukul lengan suaminya yang sedang memeluknya.


"He.. he...


Terima kasih sudah menjaganya untukku". ujar Nofri.


Lalu mereka istirahat sejenak. Mengantuk. Bisa dikatakan mereka hanya tidur beberapa jam saja. Itupun menjelang Subuh baru tertidur.


Saking nyenyaknya sepasang penganten baru itu tidur. Mereka tidak sadar matahari sudah merangkak naik.


Selain kelelahan karena aktifitas malam pertama mereka, tidur berdekapan membuat mereka nyaman.


Khaira lebih dulu terbangun, karena perutnya sakit. Mau ke kamar mandi dan juga. Lapar.


Khaira bergerak pelan. berusaha melepaskan pelukan erat dari suaminya.


"Sebentar lagi sayang. Masih pagi". Gumam Nofri.


Khaira yang mendengar suaminya sedari semalam memangilnya sayang, merasa tersanjung.


Berarti suaminya sudah menerima pernikahan ini. Dan dia juga akan menjalani pernikahan dengan baik.


"Sudah siang bang. Diluar sudah terang". Ujar Gita melihat gorden yang terbuka separo.


Tadi menjelang tiduran, nofri membuka kain pintu itu separo.


"Hhmmmm...". Nofri malah mengeratkan pelukannya.


"Aku lapar bang. Sudah pukul berapa ini". Ujar khaira mengoyang tangan suaminya.


"Kita pesan dari layanan hotel saja ya. Makan siang baru kita keluar". Ujar Nofri.


Dia mendudukan tubuhnya di sandaran tempat tidur.


Mengambil telfon yang ada di meja samping tempat tidur. Menelfon layanan hotel untuk memesan sarapan.

__ADS_1


Khaira pun duduk di sisi tempat tidur, Merapikan rambut basahnya. Mengikat dengan asal.


Saat dia akan berdiri dari duduknya. Tapi tubuhnya malah di tarik suaminya, hingga kembali rebahan.


"Abang....". Kaget Gita.


Di kembali di dekap suaminya itu. Rebahan.


"Aku mau kekamar mandi bang sudah tidak tahan". Ujar Khaira.


Cup.. Cup... Cup...


Nofri mengecupi wajah istrinya sambil mengungkungnya. hingga khaira kesal.


"Bang.. Aku mau pipis". Rengek khaira.


"Ok.. Ok... Kamu bisa jalan kan?Atau abang gendong lagi". Tawar Nofri.


Turun dari tubuh istrinya. Berniat membantu.


"Aku sendiri saja bang. Sudah tidak apa-apa". Jawab Khaira.


Berusaha berdiri untuk menuju kamar mandi. Berjalan pelan. Karena masih sedikit perih di pangkal pahanya.


"Bisa?". Tanya Nofri saat melihat istrinya berjalan pelan.


Khaira mengangguk. Sambil terus berjalan.


"Kalau sudah sembuh nanti siang bisa lagi kan?". Ujar Nofri tanpa malu.


"Masih sakit". Ujar khaira.


Lalu masuk kedalam kamar mandi. Meninggalkan Nofri yang tersenyum kemenangan.


Sekarang dia sudah menyandang status suami. karena sudah mengambil mahkota istrinya. Dan juga untuk pertama kali baginya.


Sebagai pria normal, Nofri memang sudah beberapa kali pacaran. Tapi hanya sebatas ciuman dan pelukan.


Walau ada pacarnya saat kuliah yang terang-terangan ingin memberikan kesuciannya pada Nofri. Tapi dia tidak mau merusak anak gadis orang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2