
"Besok sore kita pulang. Apa kamu ada yang akan di beli untuk oleh-oleh?". Tanya Nofri pada istrinya.
Mereka baru saja selesai olah raga rajang. Kebiasaan setelah mereka selesai sholat subuh.
"Tidak ada bang. Aku rasa semua sudah ada di kota kita. lagian buat siapa juga kita beli oleh-oleh". Tolak Khaira.
Mereka berpelukan dibawah selimut, drngan tubuh polos.
Khaira tidak mau berbelanja lagi. Nofri sudah banyak membeli oleh-oleh saat mampir di berbagai tempat yang dia kunjungi.
"Ok. Tapi kalau ada yang kamu ingat sebelum pulang. Katakan saja". Ujar nofri.
"Baik bang". jawab khaira.
Aksi olah raga ranjang merupakan aktifitas wajib bagi pasangan penganten baru itu.
Entah dari mana tenaga yang di dapati Nofri. Bisa melakukan sampai beberapa kali.
Sambil mengumpulkan tenaga lagi. Mereka berpelukan. Menunggu matahari pagi bersinar terang.
Pukul sembilan mereka pergi ke tepian pantai yang indah. berada di ketinggian. Diatas bukit. Melihat laut luas.
Sementara Yulia yang diusir dari toko oak Adrian. Dia berniat untuk menyusul Nofri ke pulau wisata. Tempat bulan madu yang dia usulkan sebelum menikah.
Dan dia juga tahu dimana hotel tempat menginapnya. Karena dia juga yang menyusunnya.
"Tunggu aku". Gumam Yulia.
Dia pergi kerumahnya. Mengambil pakaian dan persediaan untuk menyusul Nofri.
Jangan di tanya dengan uang. Uang Yulia hasil kuda-kudaan lumayan untuk membuat dia belanja dan liburan.
Dia menabung untuk acara pesta pernikahannya yang rencananya bulan depan. Sebulan setelah menikah dan pesta di tempak pak Adrian.
Makanya dia berusaha agar Nofri mau menikahinya bulan depan.
Melalui aplijasi online, Yulia mengejar penerbangan siang. Biar sore sampai di pulau wisata.
__ADS_1
Akan menemui Nofri.
Dan dia sampai di hotel itu pukul lima sore. Dan menyewa kamar di hotel itu. Hotel dimana Nofri dan Khaira menginap.
Tapi sebelum dia sempat mencari tahu Nofri di kamar berapa. Dia ditawari oleh tamu.
Dia yang berniat untuk duduk dulu sejenak di loby hotel untuk istirahat sambil melihat situasi. Berharap Nofri lewat.
Dia di datangi oleh seorang pria paruh baya. datang untuk menawar dirinya. untuk kegiatan plus-plus.
"Apa sudah ada yang boking?. Kalau belum aku boking buat dua malam". Ujar pria itu duduk di depan Yulia.
"Maaf. Lagi tidak bisa di pakai. Sedang basah". Jawab Yulia yang tahu maksud pria itu.
Yang minta di keloni dan di layani diatas ranjang. Dia yang baru beberapa hari kemaren mengugurkan kandungan tidak mau melayani pria hidung belang.
Miliknya mau dia bersihkan dulu. Dia juga sudah berniat untuk menikah dengan Nofri.
Tidak mau melayani pria hidung belang.
Lalu pria itupun pergi utuk pindah duduk. Ke sofa yang tidak jauh dari Yulia.
Setelah pria itu pindah, Yulia melihat seorang petugas hotel lewat dekat dia duduk. dia memanggilnya.
Dan minta tolong pada pegawai hotel itu untuk mengantarnya ke kamar yang dia pesan.
"Mari mbak saya antar". Ujarnya mengambil koper kecil Yulia.
Yulia mengiringi pelayan itu. menuju lift untuk mengantar mereka ke lantai kamarnya. Kamar Yulia berada di lantai empat.
"Kamu kenal dengan tamu yang ini?". tanya Yulia.
Langsung memperlihatkan foto preweddingnya dengan Nofri.
Pelayan hotel itu melihat foto Yulia dan Nofri. Dia kaget. Karena dia pernah beberapa kali melihat Nofri dan Khaira lalu lalang di hotel ini beberapa hari belakangan.
Tapi tidak dengan wanita yang ada di foto pada ponsel Yulia.
__ADS_1
"Dia calon suami saya. Tapi wanita ular itu mengagalkan pernikahan kami. Hingga calon suamiku itu menikahi dia.
Padahal kami sudah persiapan akan menikah". Fitnah Yulia.
Karana dia yakin. Petugas hotel itu pernah melihat Nofri. Atau juga kenal.
"Ooo.. Pelakor.
Pantas mereka sedang bulan madu.
Sekarang mereka sedang keliling motoran". Jawab petugas itu.
"Motoran?. Padahal dalam rencana bulan madu kami dia ajan menyewa mobil dan supir untuk kami keliling". Heran Yulia.
Tidak yakin Nofri mau ber boncengan.
"Benar mbak. semenjak mereka disini. Mereka swlalu motoran.
Bahkan beberapa hari yang lalu mereka kedesa wisata di pegunungan, yang jaraknya tiga jam perjalanan.
Tadi dia ke perbukitan tepi laut melihat laut dari ketinggian". Terang petugas itu.
"Kok kamu tahu?". Tanya Yulia.
"Mereka memakai motorku mbak. Masnya menyewa selama di sini". Ujar petugas itu.
Yulia punya ide. Mengajak petugas itu bekerja sama. Dan dia membawa petugas itu berbicara.
Merencanakan sesuatu pada Nofri..
.
.
.
.
__ADS_1