
Sementara Khaira duduk sambil berdo'a di ruang tunggu. Ditemani oleh seorang wanita pegawai hotel. Maneger yang tadi menemani khaira sudah sampai di hotel kembali.
Untuk menginterogasi Nino. perihal kenapa motornya yang tiba-tiba remnya blong.
Dan mengapa mengatakan kalau dia pergi ke rumah kerabatnya yang sedang dilanda musibah.
Padahal dia tidak pernah beranjak dari hotel semenjak sore.
"Apa sudah bersih semua?". tanya sang maneger.
Saat memasuki ruang kerjanya yang di bersihkan Nino. Juga ada bawahan yang lain yang tadi sang maneger telfon. Untuk tidak membiarkan Nino pulang.
"Sudah selesai pak. Bolehkah sekarang aku pulang pak?". Tanya nino.
Karena waktu pulangnya sudah lewat dari tadi.
Tapi atasannya minta dia lembur hari ini. Karena sang maneger belum datang. Alasan itu juga di kirim pesan pada sang maneger, karena jam kerja Nino sudah lewat.
"Kamu lembur hari ini. Aku sendiri yang akan kasih bonus lebih". Jawab sang maneger.
Tentu Nino senang. Karena dia akan dapat uang lebih.
"Baik pak". Jawab Nino.
"Oh ya. Kamu duduk sebentar. Ada yang ingin aku tanyakan pada kamu". Ujar sang maneger.
Dia sudah duduk di sofa ruang kerjanya itu. Juga diikuti oleh bawahannya. Lalu Nino pun ikut duduk.
"Kamu tadi selesai makan malam kemana?. Apa kamu keluar hotel tanpa izin atasan kamu?". Tanya sang maneger.
Melihat Nino dan karyawan yang ada disana. Kepala bagian yang merupakan atasan Nino.
"Saya tidak kemana-mana pak. Saya masih di dalam hotel. Tidak ada keluar". Jawab Nino.
"Hmm. Tapi istri tamu hotel yang menyewa motor kamu bilang kamu meminjam motor untuk keluar.
Dan kenapa tamu itu bisa kecelakaan saat memakai motor yang baru saja kamu pakai?.
Apa uang sewa motor kamu kurang dia berikan?. Hingga kamu nekat buat menyabotase motor kamu?". Tanya maneger langsung dengan tatapan tajam. Dan tanpa basa-basi.
Dia tidak suka berbelit-belit.
"Bukan pak. Uang sewa selama mereka di sini sudah lunas di bayar kok. bahkan juga di berikan lebih.
Dan mengenai bapak itu kecelakaan saya kurang tahu pak. Mungkin dia mengantuk hingga motor yang dia kendarai meluncur di turunan halaman hotel". Elak Nino.
__ADS_1
Dia berusaha untuk bersikap santai. Biar bosnya tidak Curiga.
"Terus kenapa kamu bilang mau keluar saat meminjam motor itu?. Dan dia langsung kecelakaan saat memakai motor itu?". Tanya maneger.
"Itu. Saya.. Sebenarnya saya mau pergi kerumah kerabat yang sedang berkabung. Tapi karena saya ketinggalan rombongan tidak jadi pergi. Dan memutuskan besok saja kesana.
Dan saat motor saya di pakai lagi aku tidak tahu. Kenapa bisa kecelakaan". Ujar Nino.
Dia sedikit takut dan mengigil jika ketahuan.
"Ok. Tapi menurut cctv...". Sang maneger mengantung ucapannya.
Dia melihat Nino yang gelisah.
"Khem...
Aku ingin kamu jujur. Atau cctv akan menyeret kamu masuk penjara. Dan berhenti bekerja.
Pikirkan itu". Ujar sang maneger. Setelah diam beberapa saat.
Padahal sang maneger belum melihat cctv. Dia ingin Nino berbicara jujur terlebih dahulu.
Nino semakin gelisah. Mau jujur. Pasti Yulia tidak akan membayar uang sisanya.
"Ok. Aku tunggu satu jam lagi apa kamu mau jujur atau tidak. Aku mau pergi istirahat dulu. Temui aku di kamar setelah kamu dapat keputusan.
Jujur atau penjara". Ujar sang maneger. Sedikit mengancam.
Dia bangkit dari duduknya. Untuk pergi beristirahat. Karena sudah tengah malam.
"Pak tunggu!". Ujarnya.
Sebelum sang maneger pergi dari ruangan ini. Dia takut. Kalau masalah ini bertambah panjang.
"Apa. Mau jujur atau...".
"Mau jujur pak. Saya mau mengatakan, kalau saya di suruh oleh seorang wanita.
Dia mengaku kalau dia calon istri dari pria itu. Dan wanita yang sekarang adalah pelakor yang menikungnya.
Menikahi calon suaminya". Terang Nino.
Seperti yang dia dengar dari wanita itu.
"Terus apa hubungannya dengan kamu?. Kamu tidak saling kenal dengan mereka.
__ADS_1
Dan menapa kamu mau saja melakukan yang dia suruh.
Mencelakai orang.
Coba kamu pikir. Bagaimana kalau dia meninggal. Dan orang yang menyuruh kamu kabur.
Apa kamu mau di penjara, atas percobaan pembunuhan". Ujar Sang maneger.
"Tidak pak. Aku mau mengaku. Tapi aku tidak mau di penjara.
Dan aku.. aku mau wanita itu membayar uang yang dia janjikan.
Paling tidak buat biaya bengkel motor". Ujar Nino.
"Siapa wanita yang menyuruh kamu?. Dan berapa uang yang dia janjikan". Tanya sang maneger.
"Wanita yang menginap di kamar 315 pak. Dan dia berjanji memberiku uang seharga motor baru. Motor besar". Jawab Nino jujur.
"Ok. Aku mau kamu hubungi dia. Dan minta uang yang dia janjikan itu. Katakan tugasmu selesai dan tidak akan ada hububgan lagi". Ujar maneger itu pada Nino.
Setelah itu aku mau kamu cuti selama dua minggu ini. Setelah ini dia pasti akan mencari jamu untuk hal lain.
Aku tidak mau nama hotel ini terseret pada kasus yang kalian perbuat". Ujar maneger menambahkan.
"Tapi aku tidak tahu dia kabur atau tidak". Ujar Nino.
"Itu tugas kamu. Makanya malam ini kamu tetap berada di hotel sampai bertemu dia.
Selesaikan urusanmu. Minta hak kamu. Lalu menghilang dulu dua minggu ini". Ujar Maneger.
"Aku di pecat pak". Tanya Nino.
"Akan di pertimbangkan. Kalau kamu bisa menunjukan jika kamu hanya di peralatnya.
Dan berikan buktinya pada kepala bagian kamu besok". Ujar sang maneger.
Dia punya rencana untuk menyeret wanita itu.
.
.
.
"A
__ADS_1