
"Sore ini kita lihat sunset di kamar saja ya". Ujar Nofri pada khaira.
Seharian ini mereka tidak ada keluar kamar. Setelah bangun menjelang siang saat mengulang tidur siap sholat subuh.
Mereka hanya mengobrol sambil tiduran di kasur hotel. Berbicara dan bercengkrama.
Sore ini mereka duduk di balkon kamar hotel. khaira masih memakai mukena, karena mereka baru saja melaksanakan sholat magrib.
Menikmari sore yang cerah,
di temani minuman kaleng dan aneka cemilan yang kematen meteka beli.
"Bagus bang pemandangannya dari atas. Terlihat jelas sunsetnya". Ujar Khaira.
Kamar mereka yang menghadap langsung kelaut menampakan bentangan laut yang luas. Apalagi matahari sedikit lagi terbenam.
Nofri merangkul bahu istrinya, menariknya ke depan tubuhnya agar istrinya itu berada di depan dadanya. Menghadap.
Entah Khaira yang pendek, atau Nofri yang terlalu tinggi, hingga khaira hanya sebahu Nofri. suaminya. Tapi ukuran yang cukup serasi untuk bermanja.
Nofri membuka mukena istrinya dan meletakan di atas sofa balkon. Lalu Nofri menghadapkan istrinya kearah lautan, dengan Nofri berada di belakang tubuh istrinya.
Dia mrnyandarkan kepala istrinya ke dadanya, dengan tangan kekarnya melingkar di perut rata istrinya.
Tidak ada pembicaraan antara mereka berdua. dengan mata memandang lautan yang sebentar lagi seperti akan menelan matahari.
Angin sepoi mengoyang rambut khaira yang tergerai. Ksarena Nofri melepas ikat rambutnya.
Beberapa kali Nofri mengecup pucuk kepala istrinnya sambil mengelus rambut panjang istrinya itu.
Suasana menjadi sangat romantis. saat Nofri mulai nakal. Tangan yang tadi memeluk perut rata Khaira merangkak naik menuju puncak dada istrinya.
Meremas kedua bongkahan itu dengan kefua telaoak tangannya. Membuat istrinya mendesah pelan.
Bahkan bibir Nofri sudah berada di leher Khaira, menjilat, mendecap dan mengigit gemes. Hingga meninggalkan tanda di leher Khaira.
Tanpa bisa di tahan lagi, Nofri menciumi mesra wajah dan bibir istrinya.
__ADS_1
Suasana sore yang hampir gelap menambah syahdu pergulatan bibir mereka.
Yang awalnya saling kecup dan ******* hingga nkfri yang sudah terbakar gairah membopong tubuh istrinya ke atas kasur kamar.
"Abangh..". Kaget Khaira.
Saat Nofri mengungkungnya. dengan tangan nakalnya berhasil memampang tubuh polos istrinya di depan matanya.
Dengan rakus dan bernafsu, Nofri membangkitkan gairah istrinya. Yang tadi semlat takut untuk melakukan penyatuan.
Nofri meyakinkan istrinya, kalau tidak akan salit lagi. Karena ini sudah untuk ketiga kalinya.
Dengan menyentuh titik sensitif istrinya untuk membangkitkan gairahnya, Nofri berusaha untuk memulainya.
"Tahan ya sayang". Ujar Nofri memulai pelan.
Hingga khaira menahan nafasnya saat sesuatu yang keras menembus inti tubuhnya.
"Santai sayang. Abang pelan kok". Ujar Nofri.
Hhffff..
Nofri yang sudah pengalaman saat penyatuan kemaren malam, bergerak lincah diatas tubuh istrinya.
Membuat khaira tidak berhenti mendesah dan mengerang. Bahkan dengan berani khaira mengikuti gerakan suaminya untuk...
"Sayangh..... Kamu hebat, bisa bantu abangh.....
Terus.... Ya begitu.... Terus...". Racau Nofri saat gerakannya diimbangi oleh gita yang terkungkung.
"Abang... Aku.... Aku....".
Khaira tidak bisa berkata-kata saat ada sesuatu yang mau lepas.
"Tunggu sebentar.. Abang juga mau....".
Ujar Nofri bergerak liar untuk mencapai
__ADS_1
Hingga ******* panjang mereka saling bersahutan. bersamaan pelepasan yang tidak busa di ucapkan dengan kata-kata.
"Bang.. Basah". Ujar Gita.
Dia merasa inti tubuhnya ada yang mengalir.
"Iya sayang. Benih abang yang mau cari tempat bersemayam di dalam tubuh kamu. Kamu siap kan?". tanya Nofri.
Melepas semua benih yang tersimpan di bawah sana. Ke sarangnya.
Khaira yang merasa milik suaminya bergerak di dalam sana. Membuat dia geli dan... mendesah.
Nofri dan Khaira yang sedang berkeringat beraktifitas di atas ranjang. Tidur untuk istirahat sebelum bersih-bersih.
Mereka saling berpelukan.
Lain cerita dengan Nofri dan khaira yang rebahan istirahat.
Yulia yang sedang berada di atas travel, untuk pulang ke kotanya untuk istirahat setelah mengugurkan janinnya.
Sedang tiduran bersandar di jok mobil. Sambil menyusun rencana untuk mengaet Nofri kembali.
Perjalanan baru setengah perjalanan di tempuh. Dua jam lagi dia duduk di atas travel untuk sampai ke rumah orang tuanya. Membuat tubuhnya yang sedikit penat dan remuk.
Tubuhnya yang masih lemas. Pas azan magrib mobil travel yang membawa Yulia berhenti di rumah makan. Untuk sholat dan juga makan.
Perjalanan ke kota Yulia dari tempat kuliahnya dulu. jika memakai travel atau angkutan umum memang berhenti di rest area untuk sholat dan makan.
Biasa Yulia senang jika berhenti di rest area ini. untuk istirahat melepas lelah pinggang duduk di mobil, dan juga makan.
Tapi kali ini dia malas untuk makan. Dia turun hanya untuk ke kamar kecil untuk buang air kecil dan menganti pembalut.
Dia tidak ikut makan di restoran rest area itu, dia hanya beli cemilan dan minuman untuk di mobil nanti. Jika lapar atau telat sampai di kota tempat orang tuanya tinggal.
.
.
__ADS_1
.