Jadi Penganti

Jadi Penganti
Menikmati Sunset


__ADS_3

"Indah pemandangan lautnya ya bang. Sunsetnya memukau dan indah". Ujar khaira.


Dia sedang duduk di kursi santai di bawah payung besar di samping suaminya.


Memandang matahari yang sejajar dengan pandangan lurusnya. Terlihat pas diatas air laut. seolah akan masuk kedalam lautan luas.


Langit jingga yang tadi terang mulai berangsur pudar.


"Kamu belum pernah lihat sunset di laut?". Tanya Nofri.


"Belum bang. Ke pantai sampai sire saja baru kali ini.


Biasa kalau ke pantai di jakarta juga tidak sampai sore, takut kemakaman sampai di rumah. Kan pulang pergi dengan kereta". Jawab Khaira.


"Terus kalau kamu pulang ke sumatra kan lewat laut. Apa tidak pernah sore?". Tanya Nofri.


Ingat kalau khaira mengatskan kampung ibunya di palembang.


"Aku hanya beberapa kali pergi ke ksmpung ibuku. waktu kecil. Masih sd.Terakhir aku kesana kelas dua smp.


Biasa kalau pulang ke kampung ibu berangkat dari jakarta pagi. Dan menyebrang menjelang siang.


Dan baliknya juga pagi dari sana. Dan pas menyebrang juga sudah gelap. magribnya menjelang pelabuhan". Jelas khaira.


"Itu dulu sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu. Sekarang katanya tol sumatra sudah mempercepat akses di jalan. Lebih cepat sapai". Tambah khaira.


Ya Nofri juga mendengar itu. Dan dia juga pernah sekali ke palembang bersama teman alumni kuliahnya.


"Iya. Aku pernah sekali ke palembang. kerumah teman. Kami pulangnya naik bus ke jakarta. Cepat memang samlai ke pelabuhan.

__ADS_1


Dulu kata temanku, dari palembang ke lampung ke oelabuhan merak, dari pagi samlai sore.


Sekarang hanya lima sampai enam jam saja sudah sampai". Ujar Nofri.


Khaira mengangguk. kareba abangnya yang tinggal bersama nebeknya di palembabg juga pernah bercerita, kalau tol mempercepat waktu tempuh.


"Apa kamu tidak ingin mengunjungi keluarga di sana?". tanya Nofri.


Karena dia pernah mendengar kalau abang khaira tinggal di sana bersama neneknya.


"Ada. Tapi belum tahu kapan.


Kesana butuh biaya lebih. Tidak mungkin pulang hanya dengan uang pas-pasan.


Paling tidak selama disana tidak merepotkan keluarga yang disana". jawab Khaira.


"Abang dan nenek kamu kok tidak kesini waktu acara selamatan?.


Dia sedikit penasaran, kenapa tidak ada keluarga ibunya yang datang.


"Om yang kematen adalah kakak ibuku. Hanya beliau satu-satunya keluarga ibu di sini.


Nenek dan abang tidak bisa datang. Selain kakek sakit, abang juga tidak bisa izin kerja. Kebetulan abang sedang kelokasi, ke pedalanan untuk bekerja.


Mungkin pas selesai dia akan datang kesini". Ujar Khaira menduga.


"Apa pejerjaan abang kamu?. Kenapa masuk hutan pedalaman?". Tanya Nofri.


"Abang bekerja sebagai teknisi di pt x. Sering ke hutan. Katanya ke lokasi.

__ADS_1


Kerjanya dua bulan di sana dan dua minggu libur". Jawab khara.


Nofri mengangguk paham. Karena temannya juga ada yang bekerja seperti itu. Bekerja di pt anak perusahaan pt minyak nasional.


Mereka bercerita hingga matahari sudah menghilang dari pandangan.


Tingal remang cahata yang masih sedikit terang.


"Ayo kita kembali ke hotel. Nagrib sudah dari tadi". Ajak Nofri.


"Kita magrib di mesjid saja saja bang. Biar tidak terlalu tekat. Nanti selesai sholat aku mau beli cemilan untuk di hotel, kalau-kalau aku tidak bisa tidur". Usul khaira.


"Baik!". Ujar Nofri.


Dia berjalan dan diiringi oleh khaira.


Setelah membayar jajanan mereka, mereka beriringan ke mesjid yang tidak jauh dari sana. Untuk melaksanakan sholat magrib yang sudah telat.


Kateba mengobrol sambil menikmati sunset.


"Besok kita lihat sunset di kamar saja, agar tidak tekat sholat magrib.


Baru siap nagrib kita jalan keluar". Ujar Nofri.


Khaira mengangguk. Katena dia merasa bersalah, menikmati keindahan akam ciptaan tuhan, samlai lupa sholat dan bersyukur pada allah.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2