Jadi Penganti

Jadi Penganti
Rencana


__ADS_3

Yulia terbangun dari tidurnya. Ternyata sudah siang. Terlihat dari gorden kamarnya yang menembus cahaya matahari.


Semalam dia sampai di rumah orang tuanya hampir pukul sembilan malam. Karena dia yang terakhir diantar travel.


Dia merasa tubuhnya sudah sedikit baik. Walau lelah perjalanan masih terasa.


Dengan malas dia bangkit dari tidurnya. Untuk segera mandi. Karena semalam saat sampai dia tidak mandi, hanya bersih- bersih dan nenukar pembalut.


Dia mengambil handuk dan dalaman, juga pembalut. Lalu dia mandi dengan santai. Karena tubuhnya masih terasa lelah dan sedikit pusing.


Tapi dia berusaha mandi dengan bersih. Biar segar.


Selesai mandi dan berganti pakaian, yulia menuju ruang makan. Dia sangat lapar.


Dia hanya makan kemaren siang. Itupun sedikit karena harus minum obat. Semalam dia hanya majan roti sebelum minum obat.


"Papa dan nama kemana mbak?". Tanya Yulia pada pekerja rumah orang tuanya.


"Bapak sama ibu ke kampung non. Sudah dua hari". Jawab si mbak.


Yulia hanya mengangguk saja. Sebab papanya pernah bilang akan ke kampung ada urusan. Tapi dia tidak tahu urusan apa.


Berarti dia berangkat dari rumah, orang tuanya juga pergi.

__ADS_1


"Non sakit?. Wajahnya pucat". Tanya pekerja rumah.


"Sedikit tidak enak badan mbak. Pusing. Tapi istirahat beberapa hari juga pasti sembuh kok". Jawab yulia.


"Iya. Makan yang banyak non, minum obat dan istirahat yang banyak. pasti cepatt pulih". Ujar pekerja rumah orang tua Yulia.


Yulia makan dengan lahap. Selain lapar juga dia butuh tenaga untuk segera menjalankan rencananya.


Tubuhnya harus sembuh dalan satu bulan ini. Agar rencana yang sudah dia susun lekas dilaksanakan.


"Berapa hari papa dan mama di sana mbak?". tanya yulia.


Dia yang sudah selesai makan dan masih duduk di meja makan.


"Katanya seminggu atau lebih non. Mereka katanya mau menjual sawah. Untuk modal buka restoran baru.


Kata bapak tidak punya sangup lagi mengurus restoran itu, tidak ada yang mau mengerti keadaan bapak yang sudah berusaha mengembangkan, malah dituduh korupsi uangvrestoran". Jawab si mbak jujur.


Ya. Usaha restoran milik keluarga besar papanya yang di kelola papanya sedang tidak baik.


Adik papa Yulia meminta, kalau dia yang akan mengelolanya lagi.


Awalnya papa yulia sempat menolak. Dan adik papa yulia minta bagian lebih besar dari biasanya. Dan papa yulia tidak sanggub.

__ADS_1


Masa dia yang mengelola dan juga ikut bekerja di bagi rata hasilnya. Tentu dia tidak mau.


Lagipula setiap bulan selalu saja para adiknya minta uang. Hingga akhir tahun tutup buku tidak banyak lagi untung restoran yang akan dibagi.


Hingga papa Yulia akan membuka restoran untuk dirinya sendiri. Biar tidak lagi di bilang para adiknya kalau dia kaya karena korupsi uang restoran.


Mereka curiga, pembukuan yang di laporkan tidak sesuai dengan yang ada. Hingga paoa yulia mengambil uang lebih dulu sebelum rapat akhir tahun.


Makanya dia waktu itu berniat untuk menjodohkan yulia dengan Nofri. Sebab orang tua Nofri tempat langanan oapa yulia membeli bahan bangunan.


Biar dia dan keluarganya bisa sedikit menumpang tenar pada mereka. Untung-untung juga menantunya bisa memberi tambahan modal.


Tapi apa daya. Yulia malah hamil duluan. Hingga pernikahan batal.


Membuat Yulia menyesal tidak jadi menikah dengan Nofri. Hingga papanya harus menjual sawah untuk modal buka restoran yang baru di bangun bangunannya.


Dan uang sudah menipis untuk pembangunan lanjutan restoran impian ayahnya.


Dia semakin berniat untuk kembali mengaet Nofri. Apapun akan dia lakukan. Menjebakpun hingga Nofri bercerai akan dia lakukan.


'Tunggu Nofri. kamu akan menikahiku segera. Aku buat si khaira itu terdepak dari rumah pak Adrian'. Gumam Yulia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2