Jadi Penganti

Jadi Penganti
Memindahkan Barang


__ADS_3

"Aku akan tetap tinggal disini. Tidak mau pindah.


Sebaiknya khaira saja yang pindah. kenapa dia yang boleh menempati rumah ini. Dia sudah menikah, harus pergi dan bukan tanggubg jawab orang tua lagi". Ujar ibu tiri khaira.


Sore ini ibu khaira datang kerumah ayah khaira. Tapi ayah khaira tidak ada di rumah. Hingga ibu khaira nekad merusak pintu untuk masuk kerumah.


Hingga pak rt datang dan menelfon orang tuanya, juga menelfon ayah khaira yang sedang berada di rumah kerabatnya tidak jauh dari perumahan.


"Kamu itu harus punya malu Mi, sudah dibilang kalau masalah ini akan di bicarakan bersama dulu. Nanti malam iman akan datang kerumah dengan keluarganya.


Tapi kamu makah mengamuk disini. Merusak pintu. Sangat Memalukan". omel ayah mimi, ibu tiri khaira.


Ibu tiri khaira sudah berhasil memasuki rumah setelah merusak kunci pintu. Dia masuk menuju ruang tengah. Memukuli lemari yang sudah kosong.


Hingga kacanya pecah berserakan.


Bahkan larangan dan teguran pak rt tidak dia hiraukan. Dia mengamuk kesetanan, memecahkan semua yang ada di dalam.


Bahkan saat dia di tarik ayahnya menjauhi lemari. Sekarang kain pintu kamar khaira jadi amukannya.


Kain pintu yang terpasang di pintu masuk kamar khaira di tarik paksa hingga robek. juga figura yang berisi foto khaira di lempar semua.


"Tidak yah. Khaira yang harus pergi. Mengapa dia malah memasang kamar oengantin di rumah ini.


Dia harus pergi. Keluarkan semua barang milik khaira dari rumah ini.


Aku tidak mau menampungnya lagi". Oceh ibu tiri khaira.


Memukul pintu dan berusaha merusak kunci pintu.


"Kamu dan anakmu yang menumpang disini, bukan dia!". Marah ayah Mimi.


"Pokoknya keluarkan semua barang khaira. Kalau tidak berikan semua pada Liona.


Karena Liona juga membutuhkan". Ujar ibu tiri khaira.


Liona anak sulung ibu tiri khaira.


"Jangan ganggu barang khaira. Semua miliknya di belikan oleh suaminya. Tidak ada hak kalian untuk mengambilnya!".


Tiba-tiba ayah khaira datang. Setelah di jemput warga tadi.


"Khaira sudah menikah mas. Dan semua barang yang ada di rumah ini jadi milik kami". Ujar Mimi.


"Tidak. Kalau dia tidak boleh tinggal disini. Aku akan menyuruhnya membawa semua miliknya.

__ADS_1


Dan silahkan kalian semua tinggal disini". Ujar ayah khaira.


"Baik. Silahkan bawa semua barang milik khaira dari rumah ini. Aku malam ini akan tinggal di sini lagi". Ujar mimi.


Dia pergi keluar dari rumah. Membiarkan kekacauan di rumah suaminya.


"Baik. Sekarang silahkan kalian pergi dulu. Aku akan memindahkan barang putriku". Ujar ayah khaira.


"Iman. Sebaiknya....".


"Mimi benar yah. Khaira harus pindah. Dan silahkan ayah bawa mereka pulang dulu.


Sementara aku membereskan punya khaira". Ujar ayah khaira.


Memotong ucapan mertuanya.


"Kamu pindahkan kemana Man?. apa suami putrimu sudah ada rumah atau mengontrak?". tanya ayah Mimi.


"Putriku akan tinggal di rumah mertuanya. Mereka belun punya rumah atau mengontrak.


Barang khaira aku pindahkan dulu ke tempat om khaira. Biar aman dulu". Jelas ayah khaira.


Mertua ayah khaira menganguk paham.


"Ayah harap kamu sabar menghadapi mimi. Mungkin dia dan anak-anaknya merasa senang tinggal di sini.


Ayah khaira tidak menjawab ucapan mertuanya. Dia menelfon om dan tante khaira. Menceritakan maksud dia menelfon.


Tanpa banyak tanya lagi, Om khaira menyanggupi kalau barang khaira di pindah kerumah mereka. Sampai khaira butuh saat punya rumah nanti.


Maka om khaira langsung membawa mobil pick upnya dan juga mobil temannya untuk memindahkan barang milik khaira.


Dengan dua mobil itu, semua barang kamar set khaira dipindah kerumah omnya.


Juga lemari pajangan yang sudah pecah kacanya.


"Yang di beli almarhum ibu khaira bawa saja semua".


Itu perintah ayah khaira.


Dua mobil pick up penuh dengan barang khaira dan milik almarhumi istrinya.


Kamar yang di tempati pak Amin dan kamar anak tirinya tidak dia ganggu.


Beberapa tetangga ikut membantu. bahkan dua orang ibu ikut membantu. Membuatkan minum untuk yang bekerja.

__ADS_1


Dan membersihkan rumah setelah semua barang sudah dibawa.


Menjelang magrib semua sudah selesai. Rumah dan kamar khaira sudah bersih dan polos dari barang dan perabot.


Melihat rumah sudah kosong, ibu tiri dan saudara tiri khaira kaget. Meja tamu, kursi makan, lemari pajangan sudah tidak ada di ruang tamu dan ruang tengah.


Bahksn saat melihat kamar khaira juga kosong.


"Kenapa semua di pindah mas. kan aku bilang semua barang milik khaira yang di pindahkan.


Kenapa perabot rumah juga di bawa?". Heran ibu tiri khaira.


"Semua barang itu milik khaira. Karena almarhum ibunya yang membeli". Jawab ayah khaira santai.


"Terus kita di sini tinggal memakai apa?. Apa mas akan membeli kursi tamu dan meja makan?!". Tanya ibu tiri khaira.


"Silahkan beli, Kalau kamu punya uang. Aku tidak punya.


Uang Bulanan dan uang gajiku di warung sudah kamu ambil semua. sudah aku berikan padamu minggu lalu.


Hanya tinggal untuk modal warung saja". Jawab ayah khaira duduk lesehan di karpet.


Ayah khaira yang memiliki warung makan dan sarapan pagi memang menyisihkan uang warung.


Dia akan mengaji dirinya hitungan harian. Maka tiap awal bulan dia ambil uang warung sebagai gaji, bersamaan membayar upah dua orang karyawan.


Sementara uang penjualan akan digunakan untuk belanja mingguan juga sisanya di tabung. Sebagai tabungan warung.


Gunanya untuk membayar sewa warung tiap tahun, juga untuk membeli barang yang di butuhkan harus di ganti atau rusak.


"Pakai uang tabunganmu mas. Beli lagi untuk mengisi rumah ini". Ujar ibu tiri khaira.


"Tidak bisa. uang sudah aku modalkan lagi. karena empat hari kemaren pekerja warung memasak dan menjual yang ada saja, dan uang hasil jualan juga sudah di belikan bahan warung persediaan seminggu". Ujar ayah khaira.


Dia akan mulai perhitungan sekarang. Jika anaknya diangab beban dan menganggu, maka dua juga akan mulai keberatan untuk berbagi rezki pada anak sambungnya.


Bukan pelit. Tapi memberi mereka pelajaran. Karena anak bawaan istrinya yang tidak tahu diri harus sadar diri.


Siapa mereka.


Ayah khaira tadi juga minta tolong pada tanre khaira, untuk menyimpan uang tunai yang biasa di simpan di rumah. Dan dia menyimpan atm biasa. Uangnya sudah dia transfer ke rekening tante.


Untuk modal warung atau sewa warung nantinya. Meninggalkan sedikit saja.


.

__ADS_1


.


__ADS_2