
"Nino, kamu bantu bersihkan ruangan ini sebentar ya. Aku lihat kamu agak santai". Ujar bos kepala bagian.
Dia menyuruh Nino datang ke ruang kerjanya, dan menyuruh membersihkan ruangan itu.
Padahal ruangan kerjanya masih rapi. Hanya untuk peralihan saja.
"Baik pak". Jawabnya.
Dia memang sedang tidak sibuk. dan sebentar lagi juga akan pulang. Karena dia tadi dinas sore. Dan akan pulang pukul sebelas malam.
Dan juga sambil menunggu Yulia yang menghilang.
Sementara sang maneger yang menyuruh salah satu kepala bagian yang sedang dinas malam dia suruh menahan Nino sebentar.
Karena dia sedikit penasaran. Apa Nino ada hubungannya dengan kecelakaan itu. Padahal selama tamu mereka iti di kota ini dan menyewa motor Nino, tidak ada masalah sedikitpun.
Tapi kenapa malam terakhir tamu itu menginap di hotel ini malah kena insiden. Rem Motor yang dia gunakan blong.
Apa Nino ada nasalah denga tamu yang mengunakan mitirnya itu.
Tapi dia tidak bisa bertanya langsung pada tamunya itu. Karena tamunta itu tidak sadar jarena kecelakaan. Juga yidak mungkin bertanya pada istri korban yang terlihat syok.
"Mbak sabar dan berdo'a ya. Aku mau kembali kehotel sebentar. Dan mbak akan di temani sama pegawai hotel kami ini". Ujar sang maneger.
Kamu temani mbak ini sampai keluarganya datang. Setidak nya sampai pagi besok". perintahnya pada.
Menyuruh pegawai wanita yang memanggil Khaira ke kamar, dan juga menemani di rumah sakit saat ini.
"Baik pak". Ujar pegawai itu.
Khaira yang berada di kota orang. Tentu tidak ada yang kenal dengan siapapun.
"Terima kasih pak, atas perhatiannya". Jawab Khaira.
Dia merasa sangat terbantu dengan adanya kedua orang itu. Paniknya sedikit ada yang menenengkan.
"Sebaiknya mbak telfon keluarga. Biar mereka datang dan bisa membantu mbak mengambil keputusan.
__ADS_1
Aku tahu pasti mereka akan cemas. Tapi mereka harus di kabarkan secepatnya". Usul sang maneger.
"Baik pak". Ujar Khaira.
Dia mengambil ponsel suaminya yang tadi di berikan oleh perawat igd saat dia datang dan mengatakan dia istri korban kecelakaan. Juga dompet suaminya.
Setelah mengabarkan orang tua Nofri. Dan mereka mengatakan akan datang pagi, Khaira sedikit tenang.
Sekitar lima belas menit Khaira dan pegawai hotel itu duduk di igd, menunggu Nofri yang sedang di tangani oleh dokter.
Seorang perawat mendatangi Khaira.
"Mbak suaminya bapak Nofri?. Koban kecelakaan di depan hotel A?". Tanya perawat itu.
"Benar sus. Apa suami saya sudah sadar?". Tanya Khaira.
Dia berdiri di depan perawat yang menemuinya.
"Sebaiknya mbak ikut saya menemui dokter yang sedang menangani suami mbak". Ujar perawat igd itu.
Khaira mengangguk. Dia betjalan di bimbing pegawai hotel tadi. Karena khaira berjalan sempoyongan.
"Suaminya harus segera di operasi. Dan kami perlu tanda tangan keluarga untuk menyetujuinya". Ujar dokter itu langsung.
Karena dia tidak mau menunda dan betbasa basi. Karena pasien sedang kritis.
"Lakukan yang terbaik dok. aku percayakan dokter menangani operasi suami saya". Ujar Khaira.
Tadi ayah mertuanya juga sudah mengatakan kalau seandainya Nofri di haruskan untuk di operasi, langsung setujui.
Makanya dia berani mengambil keputusan. Untung rumah sakit yang di datangi rumah sakit besar, dan berkelas.
"Baik. Segera tanda tangani surat ini. Kamu akan di arahkan oleh perawat. Katena saya harus langsung melakukan operasi". Ujar dokter itu.
Berdiri untuk menuju ruang sebelah, dimana Nofri sedang di tangani para dokter.
"Boleh saya menemui suami saya sebentar dok?". Tanya khaira.
__ADS_1
Ingin melihat suaminya yang katanya masih belum sadar.
"Boleh. Tapi berdiri agak berjarak. Karena dia sedang di tangani. persiapan untuk di operasi". Izin dokter itu.
Tanpa menunggu lagi Khaira mengikuti dokter itu.
Khaira melihat dari jarak empat meter. Suaminya sedang di pasangi beberapa alat medis. Terlihat, tubuh suaminya yang telentang di atas brangkar.
"Ok. Semoga kamu kuat. Dan jangan lupa berdo'a untuk jesembuhan suami kamu.
Kami akan membawanya ke ruang operasi. Segera kamu tanda tangani berkasnya. Juga kamu selesaikan administrasi yang ada". Ujar Dokter itu.
"Nanti kamu akan diantar oleh perawat keruang tunggu khusus setelah menyelesaikan semuanya". Tambah dokter itu.
"Baik Dok". Jawab Khaira.
Dia melihat brangkar yang di tiduri suaminya di dorong menuju ruang operasi.
Gita kembali di bimbing pegawai hotel tadi keruang samping. Untuk menanda tangani berkas persetujuan operasi.
Juga membayar uang dp operasi. Untung kartu atm Nofri ada di dompet yang di berikan perawat igd tadi.
Hingga Khaira membayar uang untuk operasi. Khaira bisa mengunakan. Karena beberapa kali saat dia di suruh suaminya membayar belanjaan. Hingga dia tahu pin atm suaminya itu.
Setelah semua selesai. Khaira dan oegawai hotel di arahkan ke sebuah ruangan, di dekat ruang operasi.
Kata perawat itu ruang tunggu keluarga pasien. Untuk menunggu keluarganya yang sedang di operasi.
"Mbak istirahat dan tidur saja. Kemungkinan operasinya memakan waktu dua jam.
Apalagi ini sudah tengah malam". Ujar perawat yang mengantar khaira ke ruang tunggu khusus.
'mana bisa aku tidur tenang. Sementara suamiku sedang berjuang di dalam sana'. Gumam Khaira.
Dia hanya duduk selonjoran di karpet ruang tunggu itu. Duduk bersandar di tembok dingin. Menunggu suaminya operasi.
.
__ADS_1
.
.