Jadi Penganti

Jadi Penganti
Ambisi Yulia


__ADS_3

"Pokoknya kamu harus isi kembali rumah kita dengan perabot baru mas. Aku tidak mau rumah kosong begitu". Ujar Mimi.


"Kamu pulang dulu. Kalau urusan rumah kita bahas di rumah, bukan disini". Jawab ayah khaira.


"Mumpung aku sedang di pasar mas. Kita langsung ke toko perabot". Ujar mimi.


"Tidak. Kalau kamu mau beli pakai uang yang kamu pinjam itu". Ujar ayah khaira.


"Aku sendiri ke toko. Bawa kk kita. Mana kk asli dan ktp mu mas" ujar mimi.


"Jangan pernah memakai namaku di di toko untuk kredit. Aku tidak akan bertanggung jawab.


Kk dan ktp tidak akan pernah bisa kamu gunakan. Angsuran motor Liona saja masih satu tahun lagi". Ujar Ayah khaira.


Malas untuk membayar hutang istri dan anak sambungnya itu lagi.


Khaira saja minta kredit motor seken tidak bisa dia sanggupi. Padahal khaira bilang dia sendiri yang akan membayar angsurannya.


Makanya selama dua tahun khaira bekerja hanya naik angkot.


Sementara anak tirinya dia kreditkan motor baru untuk pergi sekolah.


Dan sekarang dia menyesal. Karena terlalu menuruti keinginan istri barunya. Hingga anak sendiri terabaikan.


"Mas...".


"Kamu pulanglah. kita bicara nanti sepulang aku kerja. Atau aku suruh preman pasar mengusirmu". Usir ayah Khaira.


Dengan mengomel Mimi pergi dari warung suaminya. Walau warung itu milik suaminya, dia tidak bisa meminta uang pada karyawan disana.


Karena suaminya itu melarang mengambil uang sebelum warung tutup. Itu sudah aturan yang di terapkan ayah khaira dari dulu.


Tidak boleh mengambil uang penjualan untuk kebutuhan pribadi. Untuk kebutuhan warungpun harus di catat jika memakai uang penjualan hari ini.


'Aku harus mulai tegas sekarang. Untuk motor yang di pakai liona pun akan dia jual. Atau oper kredit saja'. Gumam ayah khaira dalam hati.

__ADS_1


.


Yulia yang merasa tubuhnya sudah sedikit baik, berencana untuk pulang. Dia akan istirahat di rumah beberapa hari.


"Kalau kamu pulang kamu harus istirahat beberapa hari ini. Takutnya kamu akan pendarahan jika kamu beraktifitas berat". Ujar salah satu teman Yulia.


"Baik kak. Terima kasih sudah bantu. Aku akan istirahat di rumah saja". jawab Yulia.


"Hati-hati di jalan. kabarkan kalau sudah sampai di kotamu. Dan kalau kamu siap bekerja lagi kabarkan saja". Ujar wanita itu.


"Baik kak. Aku berangkat dulu. Travelku sudah hampir sampai kesini". Ujar Yulia.


Rumah tempat Yulia mengugurkan janin merupakan rumah seorang senior Yulia di bidang pelayanan pria hidung belang.


Berada di kota tempat Yulia kuliah. Empat jam dari kota tempat tinggalnya.


Di perjalanan Yulia merenung. Merenungi kenapa dia jadi menjadi wanita panggilan. Dan terjebak bisnis esek-esek, melayani pria hidung belang.


Yulia menjadi wanita panggilan karena dia terlanjur pacaran bebas. Saat kuliah di kota ini. dia pacaran dengan seorang anak pengusaha.


Sang pacar malah sering mengajaknya untuk pesta *** dengan teman-temannya.


Hingga Yulia sering di gilir saat kumpul itu.


Ternyata Yulia bukan pacar satu-satunya, beberapa wanita juga bilang kalau mereka pacar dari sang pacar. Yang juga sudah menyerahkan mahkotanya.


Pantas sang pacar oke-oke saja saat yulia di gilir temannya saat kumpul.


Hingga Yulia dapat tawaran dari teman yang juga korban sang play boy, mengajak yulia untuk mencari uang dengan cara mangkal di hotel atau club malam.


'Lebih baik kita jual tubuh pada om-om. Kita bisa dapat uang. Kalau melayani mereka hanya di kasih seratus ribu. bahkan sering gratis'. Ujar teman yulia waktu itu.


Ya. Kalau para teman sang pacar kumpul untuk pesta ***, para wanita di gilir bersama, namun tidak dapat uang.


Hanya beberapa pria saja yang kadang memberi uang. Itupun hanya seratus atau dua ratus ribu.

__ADS_1


Karena terlanjur sudah jadi wanita pemuas pria. Maka Yulia mengikuti usulan temannya. Jual tubuh, dan dapat uang.


Hingga dia bertemu dengan senior di bisnis lendir itu. Dan sering ikut melayani om-om kaya. Bahkan pejabat dan pengusaha.


Dan Yulia terlanjur menikmati perannya sebagai pemuas nafsu. Dapat tidur melayani pria kaya, baik pengusaha atau pejabat.


Yang jelas uangnya banyak, dan wajah mereka yang bersih juga keren. Walau usia mereka ada yang lebih setengan abad.


Yang penting uang yang di dapat banyak. Dan dapat bonus jika mereka puas.


Padahal mereka sudah di beri tahu cara agar tidak hamil. Ada yang berkb atau memakai pengaman.


Tapi beberapa wanita malah kebablasan hamil. Termasuk Yulia.


Padahal dia sudah meminum jamu anti hamil dan memakai pengaman. Tapi malah ke bablasan.


Bisa saja karena beberapa pria dan om-om yang memakai Yulia tidak suka memakai pengaman. Katanya kurang nikmat saat muncrat.


Makanya senior yulia menyedia kan jasa aborsi bagi sesama mereka. menyediakan obat dan tempat untuk itu dengan bayaran yang tidak sedikit. Tergantung usia janin.


Yulia yang ternyata sudah hamil sekitar enam minggu cukup meminum obat. Hingga janin itu keluar kemaren sore. Dan sore ini dia pulang untuk istirahat di rumah saja.


"Akan aku usahakan Nofri mau kembali padaku. Apapun caranya akan aku lakukan.


Aku ingin hidup tenang menjadi seorang istri dan di beri uang belanja oleh suami kaya.


Nofri sudah memiliki usaha sendiri. Memiliki perusahaan desain dan juga sebagai kontraktor dan pengembang. Tentu aku akan hidup tenang kedepannya.


Apakagi papanya yang punya toko dan juga pengusaha, pasti sebagai menantu aku akan ikut di pandang oleh kumpulan sisialita muda". Gumam Yulia dalam hati.


Dia membayangkan menjadi istri Nofri yang seorang pengusaha muda, dan sebagai menantu pak Adrian yang cukup ternama di kota ini.


Yulia menghayal. Sepanjang perjalanan menuju kota tempat tinggalnya sedari kecil.


.

__ADS_1


.


__ADS_2