
Hari ini adalah hari Minggu. Saat hari Minggu datang, ada sebagian orang yang memanfatkan libur hari Minggu untuk bepergian bersama orang terdekat, seperti keluarga, teman, hingga pacar.
Namun, ada pula orang yang memilih di rumah saja dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur ditemani wifi, kopi, dan piyama yang masih melekat di badan.
Kondisi tersebut yang membuat hari Minggu menjadi yang paling ditunggu-tunggu dan didambakan banyak orang. Momen hari Minggu yang menyenangkan tersebut bisa dibagikan ke media sosial.
Contohnya seperti yang dilakukan Salsa sekarang. Di bagian belakang rumahnya, terlihat Anisa, ibunya, dan Ramli sedang membersihkan halaman belakang yang sudah dipenuhi rumput. Sedangkan Salsa asyik memotret dirinya yang berpura-pura sedang mencabut rumput.
Dia mengedit foto itu sedemikian rupa dan mengunggahnya ke media sosial.
"Happy Sunday. Kalender hari Minggu mempunyai pengertian yang artinya kita harus bersantai. Namun, apalah dayaku yang nggak bisa melihat halaman belakang rumah yang kotor. Yuk, gotong royong dulu."
Setelah mengunggahnya, Salsa pun masuk ke dalam rumah dan bersantai. Dia berbaring di atas sofa empuk sambil tersenyum melihat banyak sekali like dan komen yang memuji dirinya.
"Wah, rajinnya."
"Paket lengkap, udah cantik, rajin bersih-bersih pula."
"Belum mandi pun tetap cakep."
__ADS_1
"Bagi nomor hp dong."
Namun, senyuman Salsa tiba-tiba meredup saat melihat beberapa komentar yang masuk bukannya membicarakannya, melainkan memperhatikan orang yang tak sengaja terfoto di belakangnya.
Meski tertutup topi kebun, namun orang-orang yang jeli masih bisa melihat wajahnya.
"Itu yang di belakang siapa? Cakep banget. Titip salam dong."
"Itu kakaknya, ya? Kenalin, dong."
"Kakaknya udah punya pacar, belum?"
"Salfok sama yang di belakang. Calon istri idaman."
Salsa pun langsung menghapus unggahan itu dengan kesal. "Bodoh banget sih aku sampai nggak tau ada foto dia di belakang! Lagian orang-orang kenapa sih? Mereka nggak bisa bedain apa mana yang cantik dan mana yang enggak! Masa kayak gitu aja dibilang cantik!"
Salsa pun meng-upload ulang fotonya dan tak lupa menutupi wajah Anisa. Meski menerima beragam komentar yang mengatakan bahwa dia iri karena kakaknya dipuji, nyatanya dia tidak peduli karena yang menyukai fotonya semakin bertambah.
"Yah, kenapa, sih, kok dari tadi wajahnya suram?" tanya Dewi saat melihat Ramli yang sangat lesu dan tidak bersemangat.
__ADS_1
"Nggak, Bu, nggak apa-apa." Ramli mengusap wajahnya pelan. Mencoba merubah air mukanya yang tidak bisa membohongi orang-orang bahwa saat ini dia sedang gelisah.
"Ayah kalau capek istirahat saja. Biar nanti Nisa yang motongin benalu yang ada di pagar," tawar Nisa.
"Iya, Nis, makasih, ya." Ramli meletakkan parangnya dan masuk ke dalam rumah. Bukan tanpa alasan, kegalauannya hari ini disebabkan karena ini sudah seminggu sejak hutangnya yang jatuh tempo. Juragan Imron pasti akan datang hari ini karena dia tidak pernah melenceng dari hari penagihan hutangnya.
Sebenarnya Ramli sudah berusaha mencari pinjaman. Namun, pinjaman sebesar delapan puluh juta tidak akan didapatnya secara gampang karena itu adalah nominal yang cukup besar.
Dia tidak bisa menjual mobilnya karena BPKB mobil itu dipinjam oleh saudaranya untuk digadaikan ke finance.
Hingga saat dirinya sedang dirundung gelisah, tiba-tiba saja pintunya diketuk dari luar.
Ramli cepat berlari ke pintu utama rumahnya untuk melihat siapa yang datang. Dan benar saja dugaannya, yang datang adalah Imron yang ingin menagih hutang padanya.
Dengan tubuh yang gemetaran, Ramli pun membuka pintu dan mempersilahkan Imron dan kedua centangnya untuk masuk ke dalam rumah.
Salsa yang mengetahui ada tamu langsung pergi ke dalam kamar dengan perasaan kesal karena waktu santainya diganggu oleh tamu tersebut.
Anisa dan ibunya pun masuk setelah Salsa melaporkan pada mereka bahwa ada tamu datang. Dewi pun menemani suaminya berbicara dengan Imron. Sementara Anisa membuatkan teh dan cemilan di dapur.
__ADS_1
Dewi tampak heran dengan kedatangan orang yang suka membungakan uang ini. Jika diingat, sepertinya dia tidak memiliki hutang apapun pada pria tua ini. Apakah dia ke sini untuk menawarkan mereka pinjaman? Tapi untuk apa?