
"Dit, kamu masih berhutang penjelasan pada kami. Siapa sebenarnya kamu? Dan mengapa Bagas ketakutan saat melihat kamu?" tanya Dewi yang masih penasaran dengan siapa sebenarnya menantunya ini.
Setelah Bagas pergi, mereka masuk ke dalam rumah untuk bercerita.
"Maafin aku, Buk, Ayah, sebenarnya selama ini aku menyamar jadi tukang angkot. Sebenarnya bukan menyamar sih, tapi Aku menjalani hidupku sebagai orang biasa. Aku usir oleh kedua orang tuaku karena menghindari perjodohan dengan wanita pilihan mereka. Makanya, aku bertahan hidup dengan menjadi sopir angkutan umum. Dan sebenarnya aku adalah pemilik PT ADW, itu adalah singkatan namaku, yaitu Aditya Wijaya." Adit menjelaskan. Terlihat tatapan tak percaya dari kedua mertuanya bahwa sang menantu adalah seorang miliarder.
"Terus, gimana sama kedua orang tua kamu setelah mengetahui bahwa kamu menikah?" tanya Dewi.
"Mami sama Papi aku udah setuju, Yah. Waktu pernikahan Salsa, wanita yang menghampiri kalian itu adalah Mami. Dia datang ke pesta itu untuk meminta maaf padaku," ujar Adit menjelaskan.
"Oh, jadi perempuan yang kaya raya itu ibu kamu?" tanya Ramli yang masih tak percaya.
__ADS_1
"Kenapa, Mas? Mau bilang kalau berkat pernikahan Salsa, mamanya Adit meminta maaf sama dia?" sindir Dewi dengan tatapan sinis.
"Enggak, Buk, kok malah nuduh, sih." Ramli mendengkus kesal sambil membuang muka. Sementara Dewi hanya berdecak kesal dengan tingkah suaminya.
"Oh ya, Dit, mana Anisa? Dia udah tau kan?" tanya Dewi yang baru sadar bahwa putrinya tidak ada bersama mereka.
"Anisa udah tau, Yah, Buk. Ya, awalnya dia marah sama aku, tapi, setelah aku menjelaskan panjang lebar, akhirnya dia mau memaafkan aku. Sekarang dia ada di rumah sakit."
"Nggak, Buk, bukan dia yang sakit, tapi Salsa."
"Apa? Salsa?" Ramli terkejut mendengar anaknya masuk rumah sakit. Meski Salsa sudah membuat hidup mereka sengsara, tapi dia masih terus memikirkan anak itu.
__ADS_1
"Iya, Yah, Salsa masuk rumah sakit. Tadi, sebelum aku datang ke sini, aku meminta beberapa bodyguard untuk menemani Anisa menjumpai Salsa. Ternyata, saat mereka tiba di sana, Salsa dalam keadaan pingsan dengan luka di sekujur tubuh. Bisa dipastikan, selama berumah tangga dengan Bagas, dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga." Adit kembali menjelaskan duduk perkaranya.
"Ya Allah, Salsa." Dewi hampir tak percaya dengan nasib yang dialami oleh anak bungsunya.
"Ya, Buk. Setelah aku selidiki, Bagas ini dipengaruhi oleh ibunya untuk mencari istri agar bisa dijadikan pembantu gratis di rumah. Makanya, dulu Bagas mendekati Anisa dengan tujuan ingin menjadikannya istri agar menjadi pembantu gratis di rumahnya. Tapi, Salsa yang malah menginginkan Bagas dan membuat Anisa terhindar dari pria jahat itu. Saat ini pun Bagas sudah ditangkap polisi karena dia telah mengkorupsi banyak dana di perusahaan ku dan juga penganiayaan yang dilakukan pada Salsa."
"Astaga, kasihan sekali kamu, Sa. Dan ini semua gara-gara Anisa. Kalau aja Anisa nggak bertemu dengan Bagas, pasti Salsa nggak akan bernasib seperti ini."
Lagi dan lagi, Ramli masih saja menyalahkan Anisa atas insiden yang menimpa Salsa. Padahal, jika dilihat kilas baliknya, justru Salsa lah yang telah menggali kuburannya sendiri. Dia memaksa menikahi Bagas karena ingin menjadi orang kaya. Siapa sangka, pilihan egoisnya itu malah menjerumuskannya menjadi budak gratis di rumah Bagas.
Adit dan Dewi sama-sama melihat Ramli dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Bahkan setelah apa yang sudah Anisa lakukan untuk Salsa, Ayah masih aja menyalahkannya? Malang sekali nasib Anisa memiliki seorang ayah seperti anda." Adit mengepal tangannya erat, mencoba untuk menahan emosinya.