
Pagi yang cerah dengan ditemani kicauan burung yang indah. Salsa baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah. Dia sengaja bangun awal, bahkan sebelum matahari terbit agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu.
Setelah semuanya selesai, dia pun langsung mandi dan berganti baju. Di dalam kamar mandi, di pun melihat pantulan dirinya yang sangat polos tanpa sehelai benang. Terlihat jelas luka lebam di sekujur tubuhnya. Mengapa dia merasa bahwa Bagas memang sengaja menyakitinya di daerah yang tidak terlihat orang lain? Belum lagi bentuk tubuhnya yang sekarang sangat kurus karena tak cukup istirahat.
"Apa aku harus bercerai aja, ya? Tapi, aku takut sama ancaman Mas Bagas. Dia bilang bakalan menyakiti aku lebih parah lagi jika menuntut cerai. Dia juga mengancam akan menagih semua hutangku ke orang tuaku. Dan lagi, pastinya aku malu kalau baru seminggu nikah udah bercerai. Mau taruh dimana mukaku."
Salsa pun tak lagi memikirkannya dan melanjutkan mandinya. Dia merasakan perih di beberapa area yang masih memar.
Selesai mandi, dia pun pergi ke lemari dan bermaksud mengambil bajunya. Namun, tiba-tiba saja dia merasakan pergerakan tangan dari seseorang yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Bagas ternyata sudah bangun, dan dialah yang memeluk pinggang Salsa dari belakang. Memang, selama ini, mereka sama sekali belum melakukan hubungan suami istri dikarenakan Salsa yang bekerja sepanjang hari. Dia bangun paling pagi, namun dia juga yang tidur paling malam.
"Ma-Mas, Bagas," ucap Salsa gugup. Dia sama sekali tidak menyangka Bagas bisa seromantis ini. Jadi, apakah Bagas juga mencintainya?
Tanpa berbicara apapun, Bagas langsung menarik Salsa ke atas ranjang dan mulai melakukan apa yang harusnya mereka lakukan sejak pertama menikah.
Salsa banyak merintih dan menangis karena Bagas terlalu kasar. Bahkan tak dirasakannya kenikmatan sedikit pun akibat permainan kasar Bagas.
Begitulah ucapan yang keluar dari mulut Bagas hingga membuat hati Salsa hancur berkeping-keping. Ternyata Bagas hanya menjadikannya pelampiasan saja karena kekasihnya telah meninggalkannya. Dan uang itu, ternyata Bagas memang memilih orang yang akan dijadikannya pelunas hutang mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Mas, lepaskan! Aku nggak mau tidur sama kamu kalau mau menyebut wanita lain!" Salsa mulai mendorong tubuh Bagas yang masih melakukan aktivitasnya.
Bagas yang emosi langsung menjambak rambut Salsa dan menampar pipinya berulangkali agar wanita itu diam. Salsa tak bisa melakukan apapun selain diam dan menahan sakit.
Selesai dengan itu, Bagas pun langsung pergi meninggalkan Salsa ke kamar mandi. Salsa terlihat menangis tersedu-sedu karena dia seperti seorang wanita penghangat ranjang Bagas yang diperlukan jika dia butuh. Dan ditinggalkan jika dia sudah puas.
Bagas yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri langsung menatap Salsa dengan tatapan tajamnya.
"Ternyata kamu udah nggak suci lagi, ya. Jauh banget pergaulan kamu. Semakin pantas Aku meminta kamu mengembalikan semua uangku."
__ADS_1
Salsa hanya menunduk diam. Dia tak bisa memungkiri perkataan Bagas. Ya, dia memang sudah terjerumus ke pergaulan bebas sehingga tidak bisa menjaga kehormatannya sampai ke jenjang pernikahan.
Salsa hanya diam dan membersihkan dirinya kembali ke kamar mandi.