Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Pergi ke bar


__ADS_3

Xiao li dan Sasa


xiaoli menelpon teman baiknya (sasa), yang baru pulang dari luar negri.


"sekarang aku sangat tidak senang, sangat,,,


sangat tidak senang, pak Qin dan bu Li sama sekali tidak datang melihatku di orkestra musim semi. Aku curiga mereka berdua pasti sengaja".


"pergi kemana?


"Apa yang ku takutkan?


"Dia melarangku pergi, justru aku akan tetap pergi, begitu saja, sampai ketemu nanti malam".


Xiao li menutup telpon dan berjalan pergi.


Malamnya, xiao li sampai di sebuah Bar untuk bertemu sasa teman baiknya. Diluar Bar sasa sudah menunggu kedatangan xiao li, melihat xiaoli datang, sasa dengan senang berteriak "aah.. Li..Li..., Sa..Sa..", ucap xiao li bersamaan, mereka berpelukan sambil ketawa.


xiao li " Sasa, kau keluar negeri sudah bertahun- tahun, kau sudah sangat berubah".


" Benarkah?, apakah sekarang berubah jadi sangat cantik". Kata sasa


" Benar, sangat cantik, bukan hanya cantik, namun juga sangat bergaya barat. Tapi liat, bukankah bajumu terlalu seksi". Kata xiaoli sambil melihat tampilan temannya.


Sasa " ai ya, apa kau tidak tau?, super model memang begini, kau tau tidak".

__ADS_1


"ah...super model!, aku sangat merindukanmu, sasa". ucap xiao li memeluk teman yang sangat dia rindukan.


" eh..eh.., kau datang ke tempat begini, tapi kenapa bajumu begini?". Kata sasa melihat baju yang di pakai xiao li.


" Aku memang harus bereaksi untuk mendandanimu".


" Kamu mau apa?, Liat apa?". Tanya xiao li, melihat sasa mengeluarkan lipstik dari dalam tasnya.


" Jangan bergerak, diam!, ku ganti warna lipstikmu".


" Haruskah begitu berlebihan?".


" Kau ngerti atau tidak?, lipstik sangat penting bagi wanita, sini mulutmu". sasa mengoleskan lipstik warna merah ke bibir xiao li dan berkata ratakan warnanya.


Xiao li melirik kiri dan kanan, malu karena banyak orang melihat mereka berdua.


xiao li hanya bisa diam, membiarkan temannya mendandaninya, setelah selesai sasa dengan puas mengatakan, " begini lebih baik, jika ada aku disisimu, kak Lu tian pasti sudah lama kau taklukkan, hingga kini tidak mungkin......—". belum selesai bicara mulutnya sudah di tutup oleh xiao li dengan cepat dan berkata,


" jangan bahas dia hari ini, ayo kita masuk".


xiao li merangkul bahu sasa masuk kedalam bar.


Di dalam bar ada dua cowok ganteng yang duduk dengan santai( zhou wei dan zhou yuan).


" Kak, tidak ikut dansa ya?, lagi apa, sedang operasi?". Tanya Zhou yuan melihat zhou wei sedang mengupas jeruk.

__ADS_1


" Kau bilang, kau sedang ulang tahun, tapi tidak dirayakan bersama orang tuamu". jawab zhou wei.


"Tidak penting mau merayakan ulang tahun dengan siapa, yang terpenting malam ini aku bisa bersenang-senang dengan kakakku.


Kak, lihatlah, bila dilihat dari sini, ada banyak wanita cantik. Tidak adakah satukan yang menarik bagimu".


Kata zhou yuan menunjuk semua wanita yang ada didalam Bar itu, zhou wei hanya melihat sekilas.


" Mana?, kenapa aku tidak melihatnya?". tanya zhou wei.


" Kenapa bisa tidak lihat? dimana-mana ada, kucarikan untukmu".


" Kak, liat kakinya itu, setidaknya pasti 120cm, kan". Kata zhou yuan menunjuk wanita berpakaian seksi itu.


" Panggul miring kedepan, tingkat skoliosis meningkat. Terlalu sering pakai sepatu hak tinggi,suruh periksa ke ortopedi". Jawab zhou wei.


zhou yuan menghela nafas, " kalau begitu, lihat yang itu, gayanya lebih sederhana".


"Riasan tebal pum tidak bisa menutup lingkaran hitam matanya, seharusnya sering begadang, periksa ke neurologi saja".


zhou yuan lagi-lagi menghela nafas tidak berdaya melihat kakak sepupunya.


" Bagaimana dengan yang itu"?.


" Penyakit wanita ini lebih banyak lagi, ku sarankan periksa seluruh tubuh".

__ADS_1


" Hee... baik..baik. Kalau begitu , kau bisa minum bir, kan?. Apa yang kau minum itu, Mojito tanpa alkohol. Kita minum yang beralkohol". ucap zhou yuan sambil menuangkan dua gelas bir, tapi langsung disela zhou wei. "Besok masih harus kerja, tidak bisa minum bir".


__ADS_2