
Setelah melihat laporan pemeriksaan Qin Da Li, zhou wei merasa penyakit pak Qin harus segera dirawat, jadi dia menghubungi keluarga pak Qin.
"Saya ingin meminta kalian segera urus prosedur rawat inap, mengobati tukak saluran pencernaan, juga melakukan Gastroskopi lagi". Terang zhou wei.
"Melakukan Gastroskopi lagi?. Kami sudah melakukannya". Ucap bu Li.
"Dari pengalamanku, pasien(pak Qin) mungkin mengidap kanker lambung. Kami juga hanya memberi saran, soal kondisi rincinya baru bisa kami simpulkan setelah kalian melakukan pemeriksaan di rumah sakit". Jawab zhou wei.
"Baik, dokter zhou, saya mengerti". balas bu Li.
"Baiklah kalau begitu, segera urus prosedur rawat inap saja". Kata zhou wei.
"Baik, terima kasih".
Tukak saluran pencernaan juga disebut peptic ulcer. Sakit pada lapisan Esofagus, lambung, atau usus kecil. Tukak terjadi ketika asam lambung menggerogoti lapisan dalam saluran pencernaan.
Tukak lambung adalah luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag, seperti nyeri ulu hati, kembung dan mual. Kondisi ini dapat diatasi dengan mudah. Namun, jika penanganannya terlambat, komplikasi yang berat bisa terjadi.
__ADS_1
"Kenapa?. Ada apa?". Tanya xiao li pada ibunya.
"Tidak apa-apa. Telpon dari rumah sakit". jawab bu Li panik jalan ke meja makan.
"Besok kita harus pergi rawat inap di rumah sakit. Tukak saluran pencernaanmu harus segera diobati". Kata bu Li menatap pak Qin.
"Besok aku ada urusan, tidak bisa pergi".
"Dokter suruh kamu pergi, maka pergi saja. Sudah lupa nasihatmu padaku?. Harus patuh diwaktu yang semestinya. Besok aku akan temani ayah kesana". timpal xiao li membuat ibunya senyum, karena pak Qin tidak bisa menjawab putrinya.
keesokan harinya, mereka bertiga pergi kerumah sakit dengan taksi. Setelah sampai, xiao li dan ibunya keluar duluan mengambil keperluan rawat inap pak Qin di bagasi mobil taksi. Pak Qin yang masih belum turun, menyuruh supir taksi untuk segera pergi dari sana.
"Qin tua…Qin tua…". panggil xiao li dan ibunya, saat taksi melaju pergi membawa pak Qin.
"Kenapa dia pergi". Kesal bu Li.
Tidak peduli pak Qin pergi, xiao li dan ibunya masuk ke dalam rumah sakit untuk mengurus prosedur rawat inap pak Qin. Nanti baru pikir cara membawa pak Qin kembali ke rumah sakit, pikir xiao li.
__ADS_1
"Permisi suster, kami datang mengurus prosedur rawat inap untuk Qin Da Li, dokter zhou wei yang menyuruh kami datang". Ucap bu Li.
"O iya, dokter zhou sudah membuatkan dokumen untuk kalian. Keluarga urus prosedur, lalu pasien ikut kami melakukan pemeriksaan". kata suster. xiao li dan ibunya saling melihat.
"Pasien…?, dia tidak datang". jawab bu Li membuat suster bingung.
Bu Li menelpon pak Qin, tapi tidak di angkat. pak Qin lagi duduk di taman menikmati pemandangan. Ponsel terus berdering sampai panggilan ke 5 baru di angkat.
"Sudah kubilang, aku tidak apa-apa. Aku tidak akan kembali kerumah sakit". kata pak Qin saat mengangkat telpon.
"Eh, Qin tua, aku kasih tau ya, tadi xiao li mendadak sakit perut, sampai hampir pingsan, kemudian dokter bilang mungkin dia radang usus buntu. Mungkin harus di operasi". Bohong bu Li.
"Kamu bohong siapa?. Radang usus buntu bisa terjadi mendadak?. Kamu kira aku anak usia 3 tahun". Jawab pak Qin gak percaya.
"Aaaaaa…ibu, perutku sakit sekali, huuaa". Teriak xiao li pura-pura sakit didekat ponsel bu Li.
"Kamu dengar tidak, dia begitu kesakitan. Kamu cepatlah kesini, dengar tidak". kata bu Li langsung mematikan telpon agar pak Qin percaya.
__ADS_1
"Gimana?. Apakaj aktingku bagus?.Apakah agak berlebihan?". Tanya xiao li, bu Li ketawa puas dengan akting putrinya.
"Bagus..bagus. Ibu mau ke bawah dulu, mau jemput ayahmu". Kata bu Li tersenyum yakin suaminya akan datang. Benar, ga lama pak Qin sudah sampai di rumah sakit.