
Pak Qin sampai di rumah sakit dengan panik dan khawatir. Dia langsung bertanya pada bu Li.
"Dimana Lili?".
"Itu disana". Tunjuk bu Li. Pak Qin jalan dengan cepat ke tempat xiao li berada.
"Lili…Lili, kamu kenapa?". Kata pak Qin panik.
"Pak Qin, kenapa kamu baru datang?. Aku sudah sangat kesakitan". Akting xiao li. Dia memanggil ayah dan ibunya dengan sebutan pak Qin dan bu Li.
"Kamu sudah urus prosedur rawat inap belum?". Tanyanya pada bu Li, gak tega melihat anaknya kesakitan begitu.
"oo, sudah..sudah di urus". jawab bu Li gugup.
"kalau sudah, dmn ruangannya?". Tanya pak Qin.
"Ini.. itu.. ini...itu". jawab xiao li dan ibunya gelagapan menunjuk ruang pasiennya yang memang tidak ada, karena ini hanya akting saja agar pak Qin datang kembali ke rumah sakit.
"Kalau begitu, ayo kesana, kenapa masih duduk disini?. Ayo pelan-pelan". Kata pak Qin memapah xiao li masuk keruangan yang entah punya siapa itu.
"Ayo cepat berbaring".
"Aduh...pak Qin, perutku sakit sekali". Drama xiao li memegang perutnya.
"Dokter...mana dokter?. Cepat panggil dokter kesini". Kata pak Qin cemas pada istrinya.
"A..aku panggil dokter dulu, kamu temani xiao li disini jangan pergi". Gugup bu li senyum geli dengan akting anaknya. Bu Li keluar entah kemana, yang jelas gak mungkin panggil dokter, karena ini cuma pura-pura saja.
__ADS_1
"Pak Qin, aku akan baik-baik saja kan?. Aku masih sangat mudah". Akting xiao li sedih.
"Kamu akan baik-baik saja Lili, tenang saja ayah ada disini. Kamu tidak perlu takut, jika sangat sakit, genggam tangan ayah saja". Kata pak Qin menenangkan xiao li yang pura-pura sakit.
"Baiklah, ayah". Xiao li genggam tangan ayahnya.
Aktingku sangat bagus, apa aku jadi artis saja ya, aktingku bagus begini, sayang kalau di sia-siakan. Ayahnya sangat cemas, dia malah berpikir untuk jadi artis. ckckck.
"Kamu harus kuat Lili, ingatlah kisah heroik yang pernah ayah dongengkan saat kamu kecil. Kamu harus kuat ya". hibur pak Qin. "Baiklah ayah".
"Kenapa ibumu lama sekali, ayah akan lihat sebentar kedepan ya".
"Tidak boleh, sekarang aku sangat lemah". Lirih xiao li pegang tangan ayahnya.
"Baiklah, ayah tidak pergi, ayah cuma melihat kedepan sebentar saja". Kata pak Qin melepas tangannya dan berlari kedepan pintu. Melihat ada dokter lewat.
zhou wei adalah dokter yang dipanggil pak Qin tadi. Zhou wei melihat yang berbaring kesakitan itu adalah xiao li, dia menautkan alis menatap xiao li,begitu pun xiao li kaget melihat zhou wei.
"Kamu radang usus buntu akut, ya kan?. Jangan panik, biar aku periksa dulu". Kata zhou wei menyeringai sudah tau ini cuma akting xiao li saja.
Zhou wei menekan perut sebelah kirinya, bertanya, " apakah disini sakit?". Xiao li mengangguk. "Sakit,,sakit". Zhou wei melihat pak Qin.
Pak Qin pun melihat bagian perut yang ditekan zhou wei bertanya, " Bukankah seharusnya radang usus buntu disini?". kata pak Qin menaruh tangannya dibawah perutnya bagian kanan. Merasa aneh.
"Apakah disini sakit?". tanya zhou wei menekan perut bagian kanan kali ini.
"Sakit,,sakit, dibagian perut semua sakit kak dokter". Jawab xiao li dengan panik.
__ADS_1
"Itu artinya penyakitmu ini sangat parah. Aku harus segera mengoperasimu". Kata zhou wei .
"Operasi tidak perlu lah kak dokter. Apakah kalian sangat sembrono, mau langsung operasi tanpa periksa dulu". Kata xiao li takut dengan kata operasi.
"Benar dokter, kita harus hati-hati. Apakah bahaya jika di operasi?". timpal pak Qin yang belum sadar sudah dibohongi putrinya sendiri.
"Keluarga pasien tenang saja. Operasi apapun pasti ada resikonya. Namun, kalian tenang saja, aku akan meminimalkan resiko operasi hingga terendah. Kata zhou wei makin membuat xiao li takut.
"Kak dokter, aku merasa , setelah diperiksa olehmu tadi, sepertinya sekarang perutku sudah tidak sakit lagi". kata xiao li dengan muka panik dan takut.
"Aku sudah sering bertemu pasien sepertimu. Semuanya mengira radang usus buntu bukan masalah besar. Akan semakin parah jika di undur terus, bisa jadi kesalahan besar pada akhirnya". Kata zhou wei sengaja menyudutkan xiao li.
"Xiao lan, beritahu ruang operasi, segera bersiap untuk melakukan operasi".
"Baik, dokter zhou". Jawab suster.
"Kalian tunggu sebentar ya". Ucap zhou wei mau melangkah pergi. membuat xiao li sangat gugup, panik dan takut. Tiba-tiba xiao li bangun dari ranjang berteriak...
"Tunggu sebentar,, kurasa aku mendadak sudah sembuh,, iya sudah sembuh, sungguh". katanya dengan cemas melihat pak Qin. zhou wei mengulum senyum.
"Pak Qin,, aku sudah tidak apa-apa".
"Kamu...."
"Maaf, aku salah. Aku hanya pura-pura saja, sebenarnya aku tidak apa-apa. Ini karena kamu tidak mau datang, aku juga tidak berdaya, terpaksa pakai trik rendahan ini". aku xiao li dengan kepala menunduk.
"Qin xiao li,, kamu.....
__ADS_1