Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Masih di bar


__ADS_3

"Aduh, kak, kau juga sudah lama tidak melakukan operasi…". zhou yuan diam tidak melanjutkan ucapannya, karena zhou wei melotot padanya.


"Ehem, kak, lihatlah sampai kapan kondisimu akan berlanjut?, bagaimana, jika kau mencoba minum sedikit alkohol". kata zhou yuan


"Telpon bunyi, tidak mau angkat?". Zhou wei kesal melihat adik sepupunya tidak mau angkat telpon yang terus berdering.


zhou yuan mengambil hp dan berjalan keluar, untuk angkat telpon.


***


"Bersulang, selamat pulang kembali ke china, sasa". Ucap xiao li dan teman-temannya.


"Berhenti, kau jangan minum bir, kau minum air soda saja".


"kau harus pulang nanti malam. Aku tidak mau ad konflik keluarga gara-gara aku. Pak Qin sangat menakutkan, jangan sampai nanti aku juga dibawa pulang dan dinasehati".


Sasa menghentikan tangan xiao li saat mau minum bir.


"Apa maksudnya?".Tanya teman Sasa yang lain.


"Aturan keluarga Lili sangat ketat.Ayahnya, pak Qin… sudah 20tahun menjadi dekan pendidikan SMA. Sifatnya itu…sangat ketat". Sasa menjelaskan pada temannya.

__ADS_1


"Iya benar, sangat ketat. Aku bagaikan anak ayam yang dibunuh oleh ayahku dan di perlihatkan pada monyet". xiao li membenarkan perkataan sasa.


"Akulah monyet yang dimaksud, ha…ha…". kata sasa menunjuk dirinya sendiri.


"Eh, sudah, jangan bahas dia lagi, pokoknya tidak ayah yang sikapnya seperti dia". kesal xiao li.


***


Sementara dirumah xiao li, ayahnya(pak Qin) jalan mondar mandir dengan kesal dan cemas, anak gadisnya sudah larut malam masih belum pulang. Pak Qin menghela nafas kesal jalan bolak balik di ruang tamu. Ibu Xiao li(Bu Li) duduk di sofa melihat suaminya ga bisa diam berkata, "Qin tua, kau jangan panik dulu. bukankah baru jam 10 lewat?, mungkin sebentar lagi pulang. jelas bu Li


"Ck, lalu, coba kau jelaskan, kenapa ponsel mati?". tanya pak Qin.


"Pasti kehabisan batre, bukankah ini…". Bu Li belom selasai bicara sudah di sela pak Qin.


"eh…eh, kau jangan bilang anak kita mengikuti sifatku ya".Kata bu Li.


Setelah duduk, pak Qin mengingat sesuatu berkata… "Bukankah Qin xiao li pernah bilang kalau Sasa akan pulang ke cina?". Tanya pak Qin.


Pak Qin membuka ponsel cari kontak Sasa, dan melihat gambar di story Sasa yang baru di upload dengan mata melotot. Itu foto Xiao li dan Sasa lagi di Bar.


Pak Qin dengan marah berkata, "sudah kuduga, mereka sedang berulah bersama".

__ADS_1


Dengan marah pak Qin berkata, " kamu tunggu saja".


"Eh, kamu mau kemana Qin tua?". Tanya bu Li melihat suaminya pergi dengan marah.


***


"Dulu dan sekarang sudah berbeda, pak Qin tidak bisa mengaturku seumur hidup. Mulai sekarang, aku Qin xiao li, akan hidup mandiri. Ayo, bersulang , minum sampai habis…". sorak xiao li bersama teman-teman.


"Kalau kau tidak minum , jangan minum lagi". Kata sasa melihat xiao li mengernyitkan alis saat minum bir.


"Aku bisa minum, tidak masalah. Kenapa berhenti?, birnya belom habis, ayo minum sampai habis".


***


Pak Qin sudah sampai di Bar tempat xiao li berada. Pak Qin bingung, ga tau masuk dari mana, dia mendengar suara di balik tembok, tapi ga ada pintu masuk. yang ada cuma lukisan besar dan rak buku. Sampai ada sepasang kekasih yang keluar dari balik lukisan besar itu, pak Qin baru tau itu pintu masuknya.


"Atas dasar apa pak Qin dan bu Li meremehkanku?, kenapa mereka meremehkanku?, mereka hanya bisa menipuku.


Mereka tidak mendukung impianku, kan. Terutama mereka selalu menanamkan pemikiran mereka padaku. Namun aku sama sekali tidak menyukai hal itu".


"Aku adalah seorang gadis yang tidak disayangi". Celoteh xiao li yang sudah agak mabuk.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, mereka tidak sayang, tapi aku sayang padamu, aku sayang padamu". Kata sasa menenangkan sambil meluk xiao li.


"Sasa aku tau, kamu paling baik padaku". kata xiao li balas pelukan sasa.


__ADS_2