Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Berhasil


__ADS_3

Pak Qin dan xiao li tidak percaya dengan apa yang dikatakan zhou wei. Hanya karena kejadian di Bar. Padahal itu kan salah xiao li yang mendekati zhou wei untuk menghindar dari pak Qin.


Xiao li menyindir soal Bar. Dia berpikir kalau dokter zhou wei sering pergi Bar, mana bisa dia percayakan dokter yang hobi ke Bar, menangani kesehatan ayahnya. Yang ada nanti penyakit ayahnya tambah parah.


***


"Zhou wei, kamu minta pasien yang baru selesai memeriksa untuk periksa ulang?. Apa yang kamu lakukan?". Tanya Yun xi kesal.


"Maaf ya, seharusnya aku katakan padamu lebih dulu. Aku hanya tidak ingin melepaskan kemungkinan apapun". Kata zhou wei merasa bersalah meminta pasien yun xi periksa ulang tanpa beritahu dulu padanya.


"Aku tau, kamu selalu serius dan bertanggung jawab. Namun mendiagnosa adalah tugasku sebagai dokter konsultasi. Kamu mengabaikan hasil diagnosa dan asal ikut campur, itu berarti kamu tidak percaya diagnosaku. Dan kamu sedang bercanda dengan masa depanmu sendiri". Kesal Yun xi.


"Aku tidak meragukan diagnosamu. Aku hanya khawatir kan kondisinya. Kondisi tukak ini berbeda, sudah pernah ku temui dua kali". Jelas zhou wei.


"Dulu, ada seorang rekan dokter berniat baik meminta pasien memeriksa ulang, pasien baik-baik saja. Dia tuduh rumah sakit menipu uang pada wartawan dan media. Katanya dokter hanya demi dapat komisi saja. Jelas-jelas dia sangat serius dan bertanggung jawab, pada akhirnya malah dihukum". Kata Yun xi khawatir dengan zhou wei akan bernasib seperti rekan dokter yang dulu. Karena Yun xi melihat keluarga pak Qin tidak percaya pada zhou wei.


"Zhou wei, keluarga tadi sudah jelas tidak percaya padamu. Jika mereka langsung pergi melapor, katakn kamu akan bagaimana?". Panik Yun xi yang masih mencintai zhou wei.


"Yun xi, kamu jangan panik dulu. Aku mengerti maksudmu. Kamu tenang saja, aku hanya berikan saran pada mereka. Apapun tindakan mereka itu adalah keputusan mereka. Pasien tukak saluran pencernaan memang harus rawat inap kan?". Jelas zhou wei melihat muka panik yun xi. Yun xi adalah mantan pacar nya.


"Zhou wei, jika kamu masih ingin menyelamatkan orang, bagaimana kalau kamu pertimbangkan masalah pindah departemen lagi?". Tanya yun xi karena zhou wei mau pindah ke departemen lain.

__ADS_1


Zhou wei geleng kepala. " Aku sudah memutuskan untuk pindah". kata zhou wei yakin.


"Jika, kamu pindah departemen karena kasus Guru, hal itu sungguh tidak berkaitan denganmu. Kamu jangan masukkan ke hati". Yun xi menundukkan kepala, sadar sudah salah bicara.


"Maaf..."


"Aku tau kamu tidak ingin dengar, tapi aku harap kamu bisa pertimbangkan lagi". Yun xi melirik wajah datar zhou wei.


"Aku mau rapat". Ucap zhou wei pergi meninggalkan Yun xi. Zhou wei ke rooftop rumah sakit untuk menenangkan diri.


Di tangga darurat rumah sakit, drama keluarga kembali di lakukan. Kali bukan xiao li pemeran utamanya, melainkan ibunya( bu Li). Bu Li akting pura-pura menangis di depan suami dan pitrinya, karena suaminya tetap kekeh tidak mau menerima perawatan di rumah sakit.


"Pastas saja dulu, ayahku bilang kamu terlihat sial. tidak izinkan aku menikah denganmu". Ngarang bu Li, buat pak Qin serba salah.


"Selama ini aku di rumah bekerja begitu keras, setiap hari begitu lelah, semua hal sudah kulakukan. Apa kesalahanku padamu?". Ucapnya dengan sedih.


"Sekarang lihatlah, tidak punya posisi apapun di dalam keluarga. Tidak ada yang menganggap penting perkataanku. Hiks...hiks...". Bu Li menangis sesenggukan.


Xiao li melihat ayahnya diam saja, menyenggol lengan ayahnya agar ayahnya mengatakan sesuatu.


"Sudah...sudah... Bukankah hanya ingin aku rawat inap dan berobat, kan?. Aku akan di rawat dan di obati sudah bisakan". Kata pak Qin mengalah. Gak tega melihat istrinya menangis, padahal gak ada air mata yang keluar.hehe.

__ADS_1


"Benarkah?". Tanya bu Li langsung berhenti nangis menatap pak Qin gak percaya.


"Untuk apa aku membohongimu. Sekarang juga aku pergi ganti baju pasien". Kata pak Qin meyakinkan istrinya.


"Masih ada kamu?". Tunjuk bu Li pada putrinya. sekarang giliran xiao li.


"Kamu masih akan asal bicara menyinggung dokter dan membuatku canggung?". Tanya bu Li menatap anaknya.


"Ak..aku...tidak asal bicara, aku tidak akan asal bicara lagi. Aku bersumpah". Kata xiao li terbata mengangkat tangannya bersumpah.


"Aku bersumpah. Kelak aku akan hormati, akan sangat menghormati dokter". Ucap xiao li lantang.


"Cepat pergi ke kamar pasien dan ganti bajumu. Biarkan aku tenangkan diri dulu". perintah bu Li masih dengan muka sedih.


"Baik, baik". Kata pak Qin. Bukannya pergi, dia malah melihat xiao li.


"Masih belum pergi". Sentak bu Li.


"Baik,baik". jawab pak Qin dan xiao li.


Melihat suami dan anaknya sudah pergi, bu Li tersenyum geli sendiri. Tidak menyangka aktingnya berhasil. Tertawa puas dengan usahanya. Tadi akting putrinya yang pura-pura sakit tidak berhasil membujuk suaminya untuk di rawat. Sekarang dirinya hanya menangis begitu saja suaminya langsung menurutinya, mau menerima pengobatan. Hehehe, kalau tau begitu mudah meluluhkan pak Qin, gak usah putrinya turun tangan, cukup dirinya menangis saja, semua selesai. Hahahaa...

__ADS_1


__ADS_2