
"Baik". Lirih dokter Du dengan muka panik.
"Jika ada sesuatu yang tidak pasti, kita tidak boleh jadikan nyawa pasien sebagai lelucon". Sambung zhou wei berlalu pergi. Dokter Du hanya mengangguk-angguk kepala saja sebagai jawaban.
Di depan ruang kantor zhou wei, xiao li sudah menunggu zhou wei disana. Saat melihat zhou wei, xiao li langsung memanggilnya.
"Dokter zhou..."Ucap xiao li.
"Kamu datang tepat pada waktunya, aku mau bicara padamu". Kata zhou wei setelah mengangguk ke xiao li. Zhou wei masuk ke ruangnnya dan di ikuti oleh xioa li .
"Duduklah". Zhou wei persilakan xiao li untuk duduk.
"Terima kasih dokter zhou". Ucap xiao li.
Setelah duduk beberapa saat, zhou wei masih belum berkata apa pun, dia terlihat lagi bimbang.
"Dokter Zhou...". Panggil xiao li ketika zhou wei tidak berbicara setelah menyuruh xiao li duduk. Dan tidak sengaja tangan xiao li menyenggol patung boneka yang ada di meja zhou wei sampai jatuh ke lantai dan pecah. "Maaf, ya. Aku...Sudah rusak, maaf". Ucap xiao li bersalah.
"Ini adaalah hadiah ulang tahun untuk xiao yan". Kata zhou wei memegang patung boneka yang sudah pecah bagian kepalanya.
"Biar aku bantu kamu perbaiki". Kata xiao mengambil boneka dari tangan zhou wei, lalu xiao li mengambil perban yang ada di meja zhou wei dan melilitkan ke kepala patung boneka yang pecah. Zhou wei menggeleng kepala melihat tingkah xiao li.
"Ada benda yang kalau sudah rusak, maka tidak bisa di perbaiki lagi". Ucap zhou wei menatap teduh xiao li.
"Tidak begitu, aku bisa memperbaikinya". Ucap xiao li dengan yakin. Tangannya masih melilitkan perban ke kepala patung boneka itu. "Segera, tunggu ya". Lanjutnya. Zhou wei hanya melihat xiao li yang sedang serius melilitkan perban dari kepala sampai ke leher patung boneka itu. " Lihatlah, sudah di perbaiki". Serunya melihat patung boneka yang sudah diperbaiki olehnya, masih menuliskan kata (KEHIDUPAN YANG HANGAT) di atas perban. "Ini". xiao li memberikan patung boneka pada zhou wei dan zhou wei meletakkan di meja tempat semula.
"Karena guruku, aku tidak bisa menyelamatkannya. Jadi, sekarang tanganku gemetar, itu di karena kan gangguan psikologisku". Ucap zhou wei menjelaskan kondisinya. "Jadi, di dalam keadaan ini, aku tidak boleh melakukan operasi pada siapa pun. Apakah kamu mengerti?". Tanya zhou wei setelah memberitahu alasannya tidak bisa melakukan operasi pada ayahnya.
__ADS_1
"Jadi, bukan karena kamu tidak suka hadiah yang kuberikan. Bagaimana kalau aku ambli lagi?". Cebik xiao li sambil menatap mata zhou wei. "Produk anti rambut rontok itu sangat berguna. Sungguh". Sambungnya. Zhou wei hanya menatap tanpa berkata apa pun.
Malamnya di ruang rawat pak Qin, xiao li mengeluarkan hadiah yang diambil kembali dari zhou wei, melihatnya sebentar dan meletakkan kembali di tempatnya. Xiao li membaringkan tubuhnya di kasur kecil samping ranjang pak Qin yang sudah tidur,matanya menatap ke luar jendela melihat bintang di langit.
**
Zhou yuan, sedang galau di rumah. Dia membuka ponsel dan mengirim foto Sasa ke 'Grup Pertemuan Bar' dan voice note. "Bantu aku cari orang imi dulu. Mohon bantuan kalian". Setelah pesan terkirim, teman-temannya yang berada di grup pertemuan Bar mendengar suara zhou yuan yang galau, langsung menyebar mencari Sasa. Tak berapa lama aeorang teman zhou yuan melihat Sasa sedang duduk di meja Bartender menikmati minuman nya. Temanny mengirim pesan dan foto Sasa yang sedang minum pada zhou yuan. " Sudah ditemukan". Zhou yuan melihat pesan dan foto itu tersenyum senang.
"Pesan segelas koktail Depth Bomb". Ucap Sasa memesan minum pada bartender.
"Jangan minum terlalu banyak". Nasehat bartender muda pada xiao li.
"Tidak mau berbisnis ,ya?". Sahut Sasa tersenyum.
"Minum sendiri tidak menarik, biar kutemani". Sela Zhou yuan dari belakang, lalu duduk disamping Sasa tersenyum nyengir.
"Mungkin ini adalah takdir". Jawab zhou yuan spontan sambil membersihkan sudut bibir Sasa yang habis minum. "Aku pesan minum yang sama dengan nona ini". Ucap zhou yuan pada bartender.
"Kamu sungguh ingin minum dengan ku?". Tanya Sasa dengan senyum licik di bibirnya.
"Aku memang mau minum denganmu". Jawab zhou yuan dengan senyum mesumnya.
Sasa tersenyum mendengar jawaban zhou yuan, dan menjentikka jarinya pada bartender muda itu dan menunjuk zhou wei dengan dagunya. Bartender muda itu langsung mengangguk. Tak berapa lama bartender meletakkan 12 cangkir minuman di depan Sasa dan Zhou yuan, masing-masing 6 cangkir.
"Kamu berani?". Tantang Sasa dengan senyum manisnya.
"Begitu menegangkan. Aku suka". Balas zhou yuan dengan senyum smirk.
__ADS_1
Di ruang istirahat rumah sakit, zhou wei sedang memikirkan perkataan xiao li. "(Jadi, bukan karena kamu tidak suka hadiah yang kuberikan?. Bagaimana kalau aku ambil lagi?. Produk anti rambut rontok itu sangat berguna. Aku sungguh tidak bohong, setelah pakai ini, garis rambutku tumbuh semua)". Zhou wei tersenyum mengingat wajah polos xiao li saat mengatakan semua itu, dia merasa gemes dengan xiao li.
"Ah....Aku sudah tau!". Seru xiao li tiba-tiba menepuk tangannya sampai pak Qin terlonjak kaget dari tidurnya, karena memdengar seruan xiao li.
"Ada apa?". Tanya pak Qin yang masih mengumpulkan nyawanya karena kaget.
"Pak Qin, aku tanya padamu!. Jika ada orang yang menceritakan banyak hal sedih padamu, bukankah seharusnya kamu langsung menghiburnya?". Tanya xiao li pada ayahnya mengingat cerita zhou wei.
"Aduh...Aneh-aneh saja. Cepat tidur, ini sudah sangat malam". Ucap pak Qin berbaring kembali dan menutup matanya tidur.
"Tidurlah, tidurlah". Kata xiao li juga ikut berbaring kembali.
Di dalam Bar, zhou yuan bangun dari tidurnya, setelah terlalu banyak minum dengan Sasa. Matanya mengerjab melihat ke samping, Sasa sudah tidak ada di sebelahnya.
"Dimana nona ini?". Tanya zhou yuan pada bartender menunjuk ke kursi di sebelahnya yang sudah kosong.
"Dia sudah pergi". Jawab bartender muda itu.
Zhou yuan menghela nafas panjang dan berdiri dari duduknya mau melangkah pergi.
"Eh.. Tuan, mohon bayar dulu". Seru bartender muda itu saat melihat zhou yuan mau pergi.
Zhou yuan mengambil ponselnya dan mau membayar minumannya. Namun, dia melihat wajahnya dari kaca ponsel ada tulisan yang sangat besar (DUNGU). Dia menggosok wajahnya dengan tangan, tapi tidak bisa hilang. Zhou yuan sangat kesal dan menghela nafas panjang. Dia ingat saat mabuk, samar-samar dia melihat Sasa tersenyum licik padanya setelah zhou yuan berkata.
"Kamu sangat kuat minum". Setelah itu dia tepar di meja bartender. Sasa mengambil spidol dan membuat karya di wajah tampan zhou yuan (DUNGU). Zhou yuan marah sangat mengingat itu.
Sasa yang sudah berada di jalan menuju rumahnya mendapat pesan dari zhou yuan. TING.....
__ADS_1