
"Xiao wei, bagaimana dengan dokumen pasien?". Tanya zhou wei saat melewati post suster.
"Dokter zhou, ini surat persetujuan operasi pasien ranjang ke-10". Kata suster xiao wei memberikan sebuah map pada zhou wei.
"Terima kasih". Ucap zhou wei berlalu ke ruangannya.
"Ehem...". zhou wei berdehem melipat tangan di dada saat melihat ada zhou yuan sedang duduk di kursinya.
"Aku tidak menyentuh apa pun". Zhou yuan mengangkat kedua tangannya menjelaskan, karena takut pada muka datar zhou wei. "Aku sungguh lelah berdiri, tidak kuat, jadi duduk. Jika kamu tidak suka, kamu desinfeksi saja kursinya". Ujarnya karena tau sepupunya ini tidak suka orang lain menyentuh barangnya.
"Sudahlah. Ada urusan apa kamu datang kemari?". Ucap zhou wei duduk di kursinya.
"Kamu kira aku mau datang kemari?. Ibumu, yang juga merupakan bibiku yang terhormat, berkata kamu tidak pulang berhari-hari. Tidak ada yang bisa bujuk kamu, aku di suruh membawamu pulang hari ini". Jelas zhou yuan.
"Beberapa hari belakangan ini, aku memang agak sibuk. Namun, jam segini mau makan apa?. Makan malam atau cemilan malam?". Tanya zhou wei jam tangannya sudah hampir sembilan.
"Aku tidak bisa urus hal itu. Kamu juga tau sifat ibumu. Aku akan di habisi, jika kamu tidak pulang. Ayo, jalan. Selesaikan secepatnya. Ayo, jalan". Ucapnya sambil menarik lengan zhou wei, tapi mendapat deheman dari zhou wei. Zhou yuan langsung melepaskan tangannya, lalu berkata "Silakan..". Dengan tangan mempersilahkan zhou wei untuk lewat.
"Heh, sudahlah. Tunggu aku ganti baju dulu". Zhou wei menghela nafas berlalu pergi.
"Kalau begitu, aku juga ikut". Zhou yuan mengikuti dari belakang.
"Lao Qin, tidurlah lebih awal. Besok harus di operasi". Ucap bu Li saat xiao li sudah membersihkan lantai. Tidak ada jawaban dari pak Qin.
"Tidak boleh makan lagi setelah pukul 21:00". Kata seorang suster saat masuk ke ruangan pak Qin.
"Oh iya, sudah tau". Sahut Xiao li dari ranjang xiao yan.
"Keluarga pasien ikut aku ke post dulu, kami jelaskan hal yang harus di perhatikan seusai operasi besok". Ucap sang suster.
__ADS_1
"Ibu, kamu saja yang pergi". Ujar xiao li yang sedang main dengan xiao yan.
"Qin xiao li, kamu ikut pergi, jangan sampai ada yang tertinggal!". Timpal pak Qin.
"Baik, aku akan pergi, aku pergi. Xiao yan main sendiri dulu, ya!". Xiao yan mengangguk sebelum xiao li pergi keluar.
Setelah xiao li keluar, pak Qin turun dari tempat tidur dan berjalan ke depan melihat xiao li sudah pergi menyusul ibunya, pak Qin berbalik ke dalam mengganti baju dan mengambil tas yang sudah di siapkannya. Xiao yan memperhatikan pak Qin membuka tas dan mengambil sebuah buku, lalu menulis dengan cepat sambil sesekali melihat ke arah pintu masuk. Setelah selesai menulis pak Qin merobek kertas dan menaruhnya di ranjang. Saat berdiri menenteng tasnya, pak Qin baru sadar ada xiao yan lagi main di ranjangnya sambil menatap pak Qin dengan senyum. Lalu, pak Qin mendekati xiao yan, menaruh jarinya dimulut 'stts', xiao yan mengangguk. Dengan cepat pak Qin pergi dari ruang rawatnya.
Zhou wei dan zhou yuan sudah sampai di depan rumah. Sebelum zhou wei memasukkan kunci membuka pintu, pintu sudah terbuka dari dalam oleh yun xi.
"Sudah pulang, cepat masuk". Ucap yun xi seperti yang punya rumah. Zhou wei kaget yun xi ada disini, dia dan zhou yuan saling menatap bingung dengan kehadiran yun xi.
"Hari ini aku pulang kerja lebih awal, jadi kupikir ingin datang untuk membantu bibi". Ucapnya menjelaskan saat melihat muka bingung keduanya.
"Bukan, kamu saja belum resmi menikah kemari". Ujar zhou yuan melihat yun xi. "Keluarga kalian sungguh hebat. Kamu saja sudah cukup dingin, sekarang tambah satu lagi, sudah seperti gudang es". Ejek zhou yuan pada zhou wei.
"Aku yang undang xiao xi kemari". Kata ibu zhou wei yang baru keluar dari dapur.
"Eh, cuci tangan dulu". Seru ibu zhou wei saat zhou yuan mau nyelonong masuk.
"ooo, metode cuci tangan tujuh langkah. Aku tau setiap kali datang , aku selalu tersiksa". Gumam zhou yuan dengan kesal.
KEMBALI KE RUMAH SAKIT
"Malam ini harus istirahat lebih awal". Ucap bu Li saat baru masuk ke ruang rawat suaminya dengan xiao li. "Eh, Lao Qin, Mana?". Ucapnya tidak melihat suaminya di ranjang.
"Xiao yan, apakah kamu lihat kakek Qin?". Tanya xiao li melihat xiao yan sedang main robot-robotannya.
"Tadi kakek Qin keluar, dia juga memberiku tanda ini, Sttss, melarangku untuk bersuara". Kata xiao yan meletakkan jari kecilnya di mulut dengan muka polos.
__ADS_1
"Sudah berapa lama kakek Qin keluar?" Kali ini bu Li yang bertanya.
"Sudah sangat lama". Sahut xiao yan dengan wajah imutnya.
"Lili, kemari dan bacalah". Panggil bu Li memberikan catatan yang di tinggal oleh pak Qin. '(HUI JIAN, AKU PERGI)'.
"Apa maksudnya?". Ucap xiao li sudah mulai panik.
Bu Li sampai mencari ke toilet dengan rasa panik dan cemas, namun tidak ada. Xiao li mengajak ibunya mencari pak Qin di luar.
KEMBALI KE RUMAH ZHOU WEI
"Ayahnya zhou wei masih ada jadwal operasi. Kita tidak tungguvdia lagi, kita makan duluan saja". Kata ibu zhoi wei pada yun xi.
"Baik..". Jawabnya lembut.
"Xiao xi, makan yang banyak". Ucap ibu zhou wei mengambilkan sayur untuk yun xi.
"Terima kasih, Bibi". Ujarnya tersenyum senang.
"Ini kak, makan yang banyak". Zhou yuan juga gak mau kalah mengambil udang pada zhou wei, dan di balas dengan senyum datar.
"Xiao xi, kamu dan zhou wei adalah kolega 'MDT', (Konsultasi Multidisiplin). Apakah belakangan ini ada kasus baru?". Tanya ibu zhou wei basa basi.
"Baru-baru ini kasus kanker lambung stadium dua. Baru ada diagnosis pasti setelah zhou wei bujuk pasien untuk periksa ulang. Sekarang pasien itu sudah mulai bersiap untuk operasi". Ucap yun xi sambil melirik zhou wei yang tidak melihatnya.
"Benarkah?". Seru ibu zhou wei pada putranya. Zhou wei hanya mengangguk. "Kalau begitu, kalian harus kerja sama dengan baik. Anak muda seperti kalian, saling membantu dan memperhatikan, itu hal yang baik". Ucap ibu melirik muka datar putranya.
"Kak, MDT itu apa?". Tanya zhou yuan penasaran.
__ADS_1
"Mountain Daylight Time, waktu musim panas pegunungan". Jawab zhou wei asal, membuat yun xi dan ibunya menertawakan zhou yuan.
"Kamu...Kamu kira aku Dungu, ya?. Tiga dokter bicara zona waktu disini?. Kesal zhou yuan, karena hanya dia yang tidak mengerti.