Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Ciuman tak terduga


__ADS_3

Pak Qin masuk ke dalam Bar, mengernyitkan alis saat mencium aroma bir yang menyengat mencari putrinya. Xiao li yang agak mabuk, melihat ayahnya ada disini.


"Sasa, apakah aku mabuk atau ini hanya ilusi saja?. Sepertinya aku melihat pak Qin. Apakah itu pak Qin?". Tanya xiao li sambil nunjuk ke arah pak Qin. Sasa melihat ke arah yang di tunjuk, dengan wajah terkejut berteriak, "i i itu pak Qin". seru sasa langsung lari dan bersembunyi.


"Hee, bukankah barusan kau bilang sayang padaku?". Kata xiao li melihat sasa lari dengan cepat. Xiao li juga sembunyi dengan cepat di balik sofa.


Xiao li menjulurkan kepala mengintip pak Qin, sedang Zhou wei melihat aneh pada xiao li yang sembunyi di balik sofa. Iya, xiao li sembunyi di sofa meja zhou wei. Melihat zhou wei menatapnya aneh, Xiao li hanya nyengir kuda, sambil duduk di depan zhou wei. Memalingkan wajah agar pak Qin tidak melihatnya.


Zhou wei kira xiao li sedang mencari zhou yuan. " Cari zhou yuan ya, dia sedang keluar". kata zhou wei, tapi tidak di jawab xiao li. Yang di tanya lagi panik, takut ayahnya melihatnya.


Tiba-tiba xiao li pindah duduk di samping zhou wei, dengan senyum tipis dan gugup melihat zhou wei di samping yang melihatnya aneh dan kesal.


"Bukankah saya sudah bilang, zhou yuan lagi keluar". Kesal zhou wei.


"Aku tau, aku hanya ingin menyapamu saja".


"Hai…Kak". Sapa xiao li dengan senyum songongnya.


Zhou wei gondok lihat tingkah konyol xiao li.


"Maaf, kak, kepalaku pusing, izinkan aku duduk disini sebentar ya". mohon xiao li dengan wajah cemas.


"Jika kamu pusing, kurasa tubuhmu kekurangan enzim penawar alkohol!. Kusarankan kau periksa kerumah sakit".kata zhou wei dingin.


"Baik…baik, besok pagi aku akan periksa kerumah sakit". Jawab xiao li panik, melihat pak Qin jalan ke arahnya.


Melihat ada jaket di sofa, xiao li langsung ambil menutupi kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Maaf, pinjami aku jaketmu beberapa menit ya". Mohon xiao li dengan wajah cemas.


"Hey, sebenarnya kamu ini siapa sich, sini balikin jaketku". jawab zhou wei marah.


zhou wei menarik jaket yang menutupi kepala xiao li, tapi xiao li menahan jaket tetap di kepalanya. Terjadilah adegan tarik menarik jaket. Sampai terjadi…!!.


"Aaah…". Xiao li jatuh di atas tubuh zhou wei, keduanya diam dengan mata membulat saling menatap, sedang bibir keduanya masih menempel. Melihat kejadian itu pak Qin mencoba panggil nama putrinya, ragu apakah orang yang di tutupi itu adalah putrinya.


"Qin xiao li…Qin xiao li…Qin xiao li". Panggilan ketiga xiao li tersadar, bahwa ada yang memanggil namanya. Dengan panik langsung berdiri menghadap orang yang memanggil namanya masih dengan jaket menutupi kepalanya. Dan……


Sasa yang melihat dari tempat persembunyiannya itu, tangannya gemetar, panik dan takut lihat pak Qin sudah di depan xiao li.


"Apa yang kamu lakukan?". Tanya pak Qin dengan marah.


"Ak…aku tidak melakukan apa-apa". Jawab xiao li takut.


Xiao li jawab "benar". Zhou wei jawab "bukan".


"Pria macam apa ini tidak jelas, masih tidak mau mengaku di depan ayahmu". pak Qin marah dengan jawaban zhou wei tidak mengakui xiao li adalah pacarnya.


Xiao li mengambil tangan zhou wei di letakkan dipundaknya.


"Dia memang adalah pacarku, dia pacarku".kata xiao li.


"Kamu datang tidak tepat pada waktunya. Sekarang kamu mau mengaturku, kuberitahu, tidak akan bisa". Jawab xiao li yang masih marah dengan pak Qin, karena tidak hadir di acara orkestranya.


Zhou wei mau menarik tangan kembali,tapi di tahan xiao li dengan kuat.

__ADS_1


"Sungguh tidak bermoral, lepaskan tangannya". perintah pak Qin pada xiao li yang masih memegang tangan zhou wei.


"cepat lepaskan tangannya, sikap macam apa ini". perintah pak Qin lagi karena xiao li masih tidak bergeming.


Zhou wei menarik tangannya kasar dan berkata dengan dingin.


"Saya jelaskan dulu, saya bukan pacarnya. Anda ayahnya, kan? bawa dia pulang dan didik dengan baik-baik". Ucap zhou wei kesal.


"Kamu masih muda, tapi sudah berbuat sembarangan dan mabuk-mabukan di Bar. Lihat saja sudah tau, dia kurang di didik".


"Tolong segera di bawa pulang, jangan sampai merepotkan orang lain". Ucap zhou wei dingin pada ayah dan anak di depannya.


Pak Qin dan xiao li melihat zhou wei dengan marah.


"Siapa yang kamu maksud kurang di didik?".


"Apakah kamu pantas menilai putriku?".


"Sedang berbuat apa kamu tadi?. Apa kamu sedang memanfaatkan putriku". Cecar pak Qin dengan mata melotot pada zhou wei.


Xiao li "kenapa aku bukan baik? kamu yang tidak baik".


pak Qin "kau lihat gadis muda ini mabuk dan mau berbuat aneh-aneh padanya kan. Kamulah yang tidak baik". Teriak pak Qin menunjuk zhou wei, orang di sekitar melihat mereka bertiga seperti menonton drama.


Xiao li "benar, kamulah yang tidak baik" Ucap xiao li langsung kabur keluar.


pak Qin melihat putrinya lari berteriak, "Qin xiao li…Qin xiao li…".

__ADS_1


__ADS_2