Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Hadiah Konyol


__ADS_3

"Bukan begitu, sebenarnya seperti ini. Aku benar-benar sangat suka hadiah yang kamu belikan". Jawab zhou wei melihat muka sedih xiao li. "Bagaimana jika kamu bantu aku cuci buah jeruk?" Kata zhou wei dengan senyum tipis.


"Semudah itu?". Tanya xiao li menatap aneh.


"ya, semudah itu". Jawab zhou wei.


"Serius?". Tanya xiao li lagi dan di jawab anggukan kepala oleh zhou wei.


"Baik, kalau begitu, kamu tunggu sebentar. Aku pergi cuci jeruk dulu". Kata xiao li mengambil jeruk dan keluar.


"Ya, pergilah". Setelah xiao li keluar, zhou wei menghela nafas lega. Lalu dia membuka laci dan mengambil Laporan Gastroskopi Elektronik milik Qin Da Li. Melihatnya sebentar, lalu berdiri membawa membawa laporan gastoskopi elektronik pak Qin keluar dan juga membawa hadiah yang di bawa oleh xiao li dan menaruhnya di depan pintu ruangannya. Zhou wei menutup pintu dan menguncinya, lalu berjalan pergi.


"Dokter Yan, aku mau membicarakan kemungkinan Gastrektomi Distal untuk pasien Qin Da Li". Kata zhou wei setelah mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan dokter Yan. "Aku sudah meneliti laporan gastroskopi Qin Da Li kemarin. Aku lihat dari letak tumor ini, kita bisa mempertimbangkan untuk tidak memotong seluruh lambung, hanya perlu melakukan....". Ucap zhou wei berhenti ketika melihat dokter Yan tidak peduli dengan perkataan zhou wei.


"Katakanlah, aku mendengarkanmu". Ucap dokter Yan cuek.


"Dokter Yan, menurutku, sebagai dokter, tujuan kita menolong orang adalah untuk bertahan hidup dan menjalani hidup.Cibir zhou wei merasa tersinggung dengan sikap cuek dokter Yan. "Dengan kondisi Qin Da Li yang sekarang, Gastrektomi Distal bisa membuatnya mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Mungkin ini rencana yang leboh cocok untuknya". Ucap zhou wei menjelaskan pendapatnya tentang kondisi pak Qin.


"Kamu juga sudah bilang, Ini..!". Kata dokter Yan mangambil laporan gastroskopi elektronik pak Qin menunjukkan pada zhou wei. "Ini adalah konsepmu, ini bukan konsepku". Sambungnya dengan datar, dan itu membuat zhou wei kesal. "Selain itu, dokter bedah utama pasien Qin Da Li sekarang adalah aku. Aku tidak mau mengambil resiko ini. Aku lebih tidak mau lagi pasienku menanggung resiko ini". Ucap dokter Yan meremehkan pendapat zhou wei.


"Sebenarnya, kedua rencana operasi ini sama-sama beresiko. Namun, kurasa Gastrektomi Distal lebih cocok untuk Qin Da Li". Kata zhou wei menjelaskan menahan rasa kesal di hatinya.

__ADS_1


"Sudahlah, tidak ada gunanya kita berdebat. Kamu punya pendapat sendiri, aku juga prinsip sendiri. Jika, kamu bersi keras berkata ingin mempertahankan lambung Qin Da Li, maka kamu saja yang melakukan operasi ini". Tantang dokter Yan membelikan laporan gastroskopi elektronik pak Qin ke tangan zhou wei dan berlalu pergi meninggalkan zhou wei yang sudah kesal dengannya.


Xiao li kembali dari mencuci jeruk dan melihat hadiahnya yang di belinya ada di depan pintu. Lalu dia mengetuk pintu, tapi tidakvada jawaban dari dalam. Dia mencoba membuka pintu dan pintu sudah terkunci. Xiao li menghela nafas kesal "Hebat kamu, zhou wei". Umpat xiao li emosi, lalu mengambil hadihnya dan bawa pergi. Dia menelpon Sasa mengajaknya ketemuan.


"Menurutmu, aku harus bagaimana?". Tanya xiao li dengan lesuh, sekarang dia sedang berada di cafe dengan sasa. "Sekarang yang bisa kupilih adalah meminta dokter zhou mengoperasi pak Qin. Namun, dokter ini tidak mau melakukannya". Adu xiao li dengan wajah lesuhnya.


"Aneh...Kenapa aku ingat, sebelumnya kamu bilang, dokter zhou mengandalkan wanita dan membawa sial?. Sikapmu padanya sudah berubah drastis secepat ini?". Ejek sasa mengingat perkataan xiao li dulu.


"Kakak, apakah kamu tidak mendengar hal yang kukatakan padamu sebelumnya?. Justru karena ada dokter zhou, barulah muncul diagnosis akhir penyakit pak Qin". Kata xiao li membela diri. "Secara teknis, dokter zhou termasuk setengah penyelamat pak Qin. Selain itu, pada kondisi sekarang, harus dia yang mengoperasi pak Qin, baru mungkin bisa pertahankan lebih banyak jaringan lambung pak Qin". Ucap xiao li dengan penuh keyakinan.


"Kamu benar-benar merasa dia sangat bisa diandalkan?". Tanya sasa dan di jawab anggukan kepala oleh xiao li. Dia sudah bukan lagi dokter pelaku nepotisme?. Sudah bukan dokter bohongan yang melakukan malapraktek lagi?". Tanya sasa beruntun dengan nada menyindir.


"Kalau begitu, kamu mohon padanya agar dia mau mengoperasi pak Qin". Saran sasa.


"Aku sudah memohon padanya, aku bujuk dengan memuji. Aku bahkan sudah membelikannya hadiah". Ucap xiao li mengingat hal itu. Namun, dia tidak terima satu pun". Ngeluh xiao li.


"Kamu memberinya apa?". Tanya sasa penasaran.


"Aku memberinya jeruk, shampo anti rontok, lalu sepaket penambah energi pria". Kata xiao li tentang hadiahnya dengan lesuh. Dan itu membuat sasa tertawa terbahak-bahak mendengar hadiah yang dibeli sahabatnya. Beberapa pengunjung melihat ke arah mereka dengan tatapan aneh. "Kenapa tertawa?. Apa yang lucu?". Tanyanya sambil minum tidak peduli di lihat orang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...Kakak, kamu sungguh konyol. Apakah kamu tau barang macam apa yang kamu berikan?". Kata sasa masih tertawa sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"Barang macam apa?. kurasa hadiahnya sangat bagus. Apakah ada masalah?". Tanyanya dengan muka polos.


"Sebaiknya kamu lakukan sesuai perkataanku. Aku jamin, pasti takluk dalam sekali coba". Kata sasa dengan yakin sambil mengedipkan mata.


"Apa?".


"Kemari". Kata sasa menyuruh xiao li mendekat dan membisikkan rencananya.


Di sinilah sekarang xiao li berada, di depan pintu ruangan zhou wei. Dia berdiri disana dan berlatih berkata sambil tangan megang sebuah amplop. "Dokter zhou....dokter zhou ini untukmu". Ucapnya sambil menyodorkan amplop ke depan, seolah ada zhou wei disana. xiao terus berlatih di depan ruangan, tak berapa lama zhou wei sudah berada di belakangnya dan menyaksikan sendiri tingkah dan ucapan xiao li. Xiao li masih tidak menyadari kehadiran zhou wei, sampai....


"EHEM....". Zhou wei berdehem. Sontak xiao li langsung berbalik karena kaget dan matanya membulat melihat zhou wei. "Kamu sedang melakukan senam radio di depan kantorku, ya?". Tanya zhou wei datar.


"Dokter Zhou....". xiao li tidak bisa melanjutkan perkataannya karena gugup.


"Kenapa?". Tanya zhou wei menatapnya.


"Lihat,,ada alien!". Seru xiao li memejam mata menunjuk ke atas, lalu melarikan diri.


"Qin xiao li...". Panggil zhou wei melihat xiao li berlari.


"Tidak ada Qin xiao li, yang kamu lihat hanya ilusi". Sahut xiao li merasa malu. Dia memukul kepalanya sendiri mengingat tingkahnya barusan. Zhou wei tersenyum sendiri di depan ruangannya mendengar jawaban xiao li.

__ADS_1


__ADS_2