
Zhou yuan menelpon sasa. 'Nomor yang anda tuju sedang sibuk. silakan coba beberapa saat lagi'. Beberapa detik kemudian. Ting...sebuah pesan masuk dari sasa. "(Zhou yuan, kopi sangat nikmat)". Isi pesan sasa. zhou yuan langsung berdiri dan pergi mencari sasa di sebuah cafe. TOK..TOK..zhou yuan mengetuk meja yang di duduki sasa, lalu dia duduk disampingnya. Dan seperti biasa, sasa menanggapinya dengan senyuman.
"Sasa". Panggil zhou yuan.
"Ada apa?".
"Aku sudah salah. Hari itu, aku memang belum tau jelas". Ucap zhou yuan dengan menyesal.
"Jika bicaramu masih saja kreatif seperti ini, aku sarankan, sebaiknya kamu jangan bicara". Kata sasa menatap wajah bersalah zhou yuan. Zhou yuan hanya mengangguk, lalu mengambil ponselnya mengetik sesuatu, melihatkan pada sasa kata-kata di dalam ponsel.
"(Aku salah dalam banyak hal. Aku tidak bisa menebak pikiranmu dengan benar. Juga tidak tau pendapatmu soal hubungan kita)". Melihat itu sasa menautkan alisnya. "(Aku akan terus menyukaimu hingga aku dan kamu tua)". Sasa hanya tersenyum melihat semua itu.
"Apakah kamu sedang memberi penghormatan pada cinta sejati?". Cibir sasa.
"Mau menghormati apa, itu tidak penting". Ucap zhou yuan terhenti saat ponselnya berdering.
"Tidak angkat". Tanya sasa.
"Tidak penting. Sekarang yang terpenting adalah hubungan kita berdua". Kata zhou yuan dengan ponsel yang terus berdering.
"Jika kamu merasa tidak nyaman, aku bisa pergi". Kata sasa, karena melihat zhou yuan tak kunjung mengangkat telpon yang tak berhenti berdering.
"Tidak, bukan tidak nyaman". Sahut zhou yuan cepat. "Justru sangat nyaman. Tidak perlu merasa tidak nyaman, hanya angkat telpon video saja. Lihat lah, kamu lihat disini". Kata zhou yuan dengan ragu, lalu mengangkat video call di depan sasa
"Halo...". Katanya saat telpon tersambung.
"(Kak zhou yuan, kapan kamu datang mencariku)". Tanya seorang wanita dengan suara manja dari ponsel.
"Aku....". Zhou yuan gugup tidak tau harus berkata apa. Dia hanya malihat ke arah sasa.
"(Kenapa, kak zhou yuan?)". Tanya suara manja itu lagi.
"Kak zhou yuan, sampai jumpa". Bisik sasa meniru nada suara manja yang ada di dalam ponsel zhou yuan dan berlalu pergi. zhou yuan hanya bisa menatap kepergian sasa.
__ADS_1
"(Kak zhou yuan, kenapa kamu tidak pernah menelponku?. Kak zhou yuan, kamu kenapa?)". Tanya suara manja dalam ponsel karena zhou yuan tidak menjawabnya.
"Sekarang kak zhou yuan ada urusan penting. Nanti kak zhou yuan telpon kamu lagi. Sampai jumpa". Ucap zhou yuan datar mematikan sambungan telpon dan menghela nafas panjang.
**
Zhou wei kembali ke ruang istirahat dan melihat ada xiao li lagi jongkok di depan pintu.
"Qin xiao li". Panggil zhou wei.
"Dokter zhou, akhirnya aku bertemu denganmu". Kata xiao li saat melihat zhou wei ada di depannya.
"Sedang apa kamu disini?". Tanya zhou wei.
"Aku disini, aduh...". Seru xiao li saat mau berdiri kakinya kram karena kelamaan jongkok. "Aku..aku menunggumu di kantormu tadi. Aku lihat kamu tidak ada di kantor, jadi, kutunggu kamu disini". Kata xiao li sambil menyender ke dinding karena kakinya masih kram.
"Aku mau pergi makan diluar, ikutlah denganku". Ajak zhou wei lalu masuk ke dalam ruang istirahat untuk ganti baju.
"Baiklah". Sahut xiao li setuju dengan ajakan zhou wei. "Dokter zhou, kalau begitu, biar aku traktir kamu". Kata xiao li dari depan pintu. Lalu, dia mengambil ponsel dari tasnya, dan mengirim pesan pada sasa. '(Sasa, butuh bantuan darurat. Aku butuh tempat dekat rumah sakit untuk traktir dokter zhou makan. Harus yang agak berkelas tinggi, cepat berikan rekomendasi)'. Isi pesan xiao li.
"Halo,, apakah untuk dua orang?". Tanya seorang pelayan pada xiao li.
"Halo,, benar, sudah pesan atas nama Bu Qin". Jawab xiao li.
"Baik, silakan, lewat sini". Kata pelayan mengantar xiao li dan zhou wei ke meja yang sudah di pesan oleh sasa.
"Apakah makanan disini enak?". Tanya zhou wei agak ragu, karena melihat bunga warna-warni di dalam restoran ini.
"Sangat enak, percaya padaku". Jawab xiao li penuh keyakinan.
"Silakan, sebelah sini". Kata pelayan saat sudah sampai di mejanya.
Mata xiao li dan zhou wei membulat melihat meja mereka. Meja yang di hiasi dengan kelopak mawar merah dan ada yang berbentuk love di tengah-tengah meja dan lilin. Romantis sekali. Xiao li melirik zhou wei dengan perasan gugup dan malu.
__ADS_1
"Ap...Apakah ini meja yang kami pesan?". Tanya xiao li terbata karena malu.
"Benar". Jawab pelayan.
"Terima kasih". Ucap xiao li.
Zhou wei duduk lebih dulu, lalu xiao li ikut duduk di depan zhou wei dengan malu.
"Ini menu kami". Kata pelayan memberikan menu makanan pada xiao li dan zhou wei untuk lihat.
"Terima kasih". Ucap xiao li menerima menu makanan.
"Hari ini adalah hari bertema kekasih". Kata pelayan memberitahu.
"Hari bertema kekasih". Kaget xiao li dengan mata membola. "Maaf, aku tidak tau hari ini ada perayaan seperti ini". Kata xiao li melihat zhou wei karena merasa tidak enak. Zhou wei hanya melihat sekilas xiao li dengan datar.
"Kami punya tiga jenis paket. Ada yang 288 yuan, 388 yuan, dan 588 yuan. Kalau boleh tau, kalian mau yang mana?". Tanya sang pelayan dengan ramah.
"Katakan pada aku saja, aku yang traktir". Ucap xiao li pada pelayan. zhou wei hanya menatap datar tanpa bicara.
"oh, saya mengerti, sepertinya kekasih wanita yang urus uang". Ucap sang pelayan sok tau.
"Bukan begitu, tidak, hanya....". Kata xiao li mulai gugup dengan suasana ini. Apalagi zhou wei tidak bicara dari tadi.
"Jadi, anda mau paket yang mana?". Tanya pelayan lagi. "Ada makanan penutup versi baru yang paket 588 yuan kami". Jelas sang pelayan. "itu adalah tiramisu berbentuk hati, namanya kue sepenuh hati". Jelas pelayan lagi dan membuat hati xiao li semakin gugup dan malu dengan zhou wei, karena dia sudah mengajaknya kesini untuk mentraktirnya makan. "Makna sangat bagus. Apakah kalian ingin mencobanya?".Tanya pelayan lagi.
"Ti...tidak perlu, biar aku pilih sendiri". Kata xiao li gugup melirik zhou wei sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Pesan paket 288 yuan saja. Terima Kasih". Kata zhou wei memutuskan pesanan mereka.
"Baik, mohon tunggu".
"Qin xiao li, aku kira kamu mengajakku keluar untuk tanya soal penyakit ayahmu?" Tanya zhou wei datar menatap xiao li. "Sepertinya sekarang ada hal yang lebih sulit lagi untuk kamu katakan. Qin xiao li...". panggil zhou wei melihat xiao li tidak berkata apa pun.
__ADS_1
"Bukan, begini.. ehm...". Gugup xiao li tidak tau harus berkata apa.