
"Apakah kamu tau, kisah pengantar pesan 'Khwarezmia'?". Tanya zhou wei.
"Aku tau, Khwarezmia, negara kuno di Asia tengah. Pengantar pesan yang membawa kabar buruk untuk Raja akan diberi makan harimau". Jawab xiao li.
"Tapi, pengantar pesan tidak bersalah. Jika masalah buruk sudah terjadi, meski membunuhnya, juga tidak akan mengubah apa pun. Iya,kan?. Kata zhou wei.
"Tidak ada yang mau percaya kalau dirinya atau keluarga sendiri terkena penyakit parah. Jadi, kamu benci padaku hanya karena aku mengatakan kata 'tumor' ini. Jadi kamu mencari segala alasan untuk membujuk dirimu, bahwa aku tidak bisa di percaya, benar kan?". Xiao li diam seribu bahasa tidak bisa menjawab pernyataan zhou wei.
"Sebenarnya ada keanehan atau tidak ditubuh ayahmu, kalian sebagai keluarganya yang selalu bersamanya, tau lebih jelas dari kami. Hari ini, aku datang bukan untuk mempermainkanmu, tapi aku tidak harap karena masalah rumor, malah menunda waktu pengobatan ayahmu. Aku sudah selesai. Setelah kamu pikirkan baru cari aku". Ucap zhou wei panjang lebar pada xiao li lalu pergi.
Setelah zhou wei pergi, Sasa kembali menghampiri xiao li.
"Lili,, dia sudah pergi?".
"Ehm, sudah pergi"
"Maaf, Lili. Aku sungguh tidak tau zhou yuan begitu tidak bisa di andalkan. Sebelumnya dia berkata begitu tegas padaku. Tapi, aku sudah menghukumnya". Kata Sasa dengan penyesalan.
"Tidak masalah Sasa, ini bukan salahmu, sungguh".
"Bagaimanapun juga, orang ini seperti yang kamu bilang. Dia memang pembawa sial, tapi dia cukup tampan. Dia sungguh bisa menjadi pria manja". Sasa masih berpikir begitu, sedang xiao li diam dengan wajah lesuh.
Xiao li kembali ke rumah sakit, saat sampai di depan pintu ruang rawat ayahnya, dia mendengar ibu xiao yan sedang menangis di dalam. Dia bertanya pada ayah dan ibunya, yang baru kembali dari taman rumah sakit.
"Bu Li, ada apa ini?". Tanya xiao li menunjuk kedalam ruangan.
__ADS_1
"Kamu tau penyakit xiao yan, kan?".
"Aku tau, sebelumnya dokter periksa kamar, dia bilang penyumbatan Usus Mekanik".
"Benar. Ternyata dia sedang dirawat biasa. Lalu sekarang bilang tidak ada hasil, katanya mau di operasi. Kamu juga tau keadaan keluarga mereka gimana. Sekarang sudah mau keluar rumah sakit".
"Bagaimana bisa begini?. Jika keluar, tidak bisa operasi. Kalau tidak,, kalau tidak kita bantu saja, jangan biarkan mereka keluar". Kata xiao li yang baik hati, kasihan dengan xiao yan yang sangat lucu.
"Sebelumnya, ibu juga memikirkan ini. Bagaimana Qin tua?". Bu Li minta pendapat suaminya.
"Kita bantu semampunya saja". Ucap pak Qin.
"Baik. Nanti, aku diam-diam berikan uangnya". balas xiao li.
"Sungguh,, yang ingin di obati, tidak bisa berobat. Namun, yang bisa di obati malah tidak mau". Sindir bu Li. Pak Qin langsung masuk dengan muka cemberut.
"Xiao yan, ayo, kita pulang". Ajak ibunya.
"Xiao yan...". Panggil dokter Du.
"Kakak dokter Du". Jawab xiao yan memeluk dokter Du.
"Xiao yan, maaf ya, mungkin kamu harus menemaniku beberapa saat lagi di rumah sakit!". Ucap dokter Du tersenyum. Dia menghampiri ibunya xiao yan.
"Ibunya xiao yan, ini adalah biaya operasi xiao yan". Kata dokter Du memberikan sebuah kartu ketangan ibu xiao yan. Xiao li dan keluarga senang melihat nya.
__ADS_1
"Tidak, tidak, dokter Du, ini....". Kata ibu xiao yan mengembalikan kartu.
"Ini bukan aku yang berikan. Ini dari dokter Zhou. Dia kumpulkan dana di rumah sakit untuk kalian. Dia bahkan menyumbang banyak. Terimalah, mengobati anak lebih penting". Jelas dokter Du.
"Terima kasih, terima kasih pada kalian". Ucap ibu xiao yan dengan haru.
"Dokter Du,, ini sungguh pemberian dokter zhou?". Tanya xiao li tidak percaya.
"Benar"
"Aku lihat biasanya dia dingin dan sulit di dekati". Sambung xiao li.
"Dia tidak seperti yang kamu bilang. Dokter zhou terlihat dingin, tapi ramah di hati. Hatinya baik, dia memang orang seperti ini". Bela dokter Du terlihat tidak senang dengan xiao li.
"Kamu membuatku tidak berani bertanya lagi". Kata xiao li kikuk.
"Saudari xiao li, bisa dikatakan begini, tanpa dokter zhou, maka, tidak akan ada aku hari ini. Jangan kan pada kami, terlebih lagi pada pasien". Kata dokter Du membuat xiao li diam dengan muka merah.
"Dokter Du, kalau begitu dokter zhou ada dimana?. Aku mau berterima kasih langsung padanya". Tanya ibu xiao yan.
"Sekarang ya,, sekarang seharusnya dia sedang memeriksa kamar". Kata dokter Du melihat jam tangannya.
"Baik, terima kasih, dokter Du".
Melihat banyak suster dan dokter berlarian, dokter Du juga ikut lari, xiao li dan ibu xiao yan juga ikut. Melihat banyak orang sedang berkerumun di luar pintu ruang seorang pasien, dokter Du langsung masuk...
__ADS_1
"Detak jantung 180, tekanan darah turun sampai 80". Ucap suster.
"Pasien pasti pasti pendarahan perut setelah operasi. Infus lagi, perbanyak infusnya, kabari bagian tranfusi darah. Siapkan lima kantong darah, segera operasi, cepat?". Perintah zhou wei, pada rekan dokter dan suster yang ada si dalam ruangan. Xiao li melihatnya dari luar pintu dengan mata membulat.