
Di sebuah ruangan rumah sakit, para dokter sedang melakukan rapat.
"Mari, direktur, silakan". Kata dokter yang.
"Baik, dokter yang, kamu bicara dulu". Balas direktur rumah sakit.
"Baik, aku jelaskan dulu kondisinya. Pasien ini adalah seorang pria, berusia 29 tahun. Ada Tumor di bagian pankreasnya. Disarankan operasi pankreatikoduodenektomi. Operasi ini sudah sering aku lakukan, masalahnya tidak besar". Terang dokter yang tentang kondisi paaien.
"Xiao zhou, bagaimana pendapatmu?". Direktur rumah sakit meminta pendapat zhou wei, dan itu buat dokter yang tidak senang.
"Usia pasien ini masih sangat muda. Lagipula di lihat dari CT scan, tumor di pankreas pasien tidak bersifat ganas. Bahkan pertanda tumor rata-rata normal. Jika disaat ini kita lakukan operasi Pankrearikoduodenektomi, itu akan memberi pengaruh besar pada kehidupannya kelak. Jadi, aku sarankan pemeriksaan rutin dan pengawasan ketat. Jangan lakukan operasi dulu. Jika kelak, tumor ini bertambah besar saat pemeriksaan ulang, kita juga bisa pertimbangkan pengangkatan tumor di bagian tertentu. Usahakan hindari pankreatikoduodenektomi". Jelas zhou wei dengan pendapatnya.
Direktur rumah sakit berpikir sebentar, pendapat siapa yang menurutnya lebih tepat untuk pengobatan pasien tumor itu.
"Aku setuju dengan dokter zhou, awasi saja dulu". Kata direktur dan di setujui oleh semua dokter yang hadir. Kecuali, dokter Yang tentunya.
"Apakah semuanya masih ada yang perlu di bahas?". Tanya direktur.
"oo, tidak ada lagi".
"Baik, pergilah memeriksa kamar". Kata direktur rumah sakit membubarkan rapat.
"Kak,, kamu lah yang selalu memikirkan demi pasien,, KEREN!!". Puji dokter Du memberikan dua jempol.
"Dokter Du, belajarlah dari kakakmu. Memang calon menantu wakil kepala rumah sakit". sindir dokter Yang iri. Xiao li yang berada di luar pintu ruang rapat mendengar perkataan dokter Yang, dia tidak jadi menemui zhou wei dan langsung pergi.
__ADS_1
"Aku bicara denganmu, dengar tidak?. Operasinya muncul masalah sebesar itu, tetap saja begitu tenang di rumah sakit. Hehehe". Sinis dokter Yang berlalu pergi.
"Apa maksudmu?.....Teriak dokter Du tidak senang.
"Abaikan dia, ayo, periksa kamar pasien". Ucap zhou wei tidak peduli perkataan dokter Yang.
Pankreatikoduodenektomi, juga di kenal sebagai prosedur Whipple, adalah operasi bedah besar yang paling sering di lakukan untuk mengangkat tumor kanker dari kepala pankreas.
Pankreatikoduodenektomi(Pancreaticoduodenectomy), yaitu operasi untuk mangangkat bagian kepala pankreas dan sebagian dari organ lain, seperti Usus dua belas jari, kandung empedu, saluran empedu, kelenjar getah bening, lambung, dan usus besar.
Di sebuah restoran mewah, Zhou yuan ajak Sasa ketemuan. Mereka bertemu waktu di Bar kemaren.
"Ini untukmu". Kata zhou yuan memberikan sekotak mawar merah bentuk hati pada Sasa.
"Aku ini tidak suka bunga mawar. Aku hanya suka bunga uang". Kata sasa sambil senyum.
Mendengar sasa berkata begitu, zhou yuan meletakkan kembali kotak bunga mawar di kursi sampingnya.
"Luar biasa. Kamu memang berbeda". Balas zhou yuan gak keberatan dengan kata-kata sasa.
"Tidak sia-sia aku memikirkanmu semalaman sampai kurus 350 gram". Sambungnya.
"Kurus 350 gram?. Bukankah itu tidak cukup tulus". Balas Sasa dengan senyum cantiknya.
"Ada seorang dokter pernah bilang padaku, kalau jantung seseorang itu sekitar 350 gram. Dimulai dari aku bertemu denganmu, jantungku sudah kuberikan untukmu". Gombal zhou yuan.
__ADS_1
"Ini hal yang cukup baru. Apakah ada yang lebih baru lagi?". Sasa menanggapi gombalan zhou yuan sambil senyum.
"Aku bisa katakan apapun yang mau kamu dengar. Namun, pertam-tama bukankah kita harus kenalan dulu yang benar?.
Namaku Zhou yuan. Kalau kamu?". Kata zhou yuan mengulurkan tangan ke sasa. Karena waktu di Bar, sasa cuma kasih beberapa angka saja tanpa nama.
"Buat apa buru-buru?. Hubungan antara manusia itu,, sama seperti segelas wine ini. Semakin lama semakin enak untukbdi minum. Buru-buru meminumnya malah tidak akan terasa". Sasa mengabaikan uluran tangan zhou wei.
Ponsel zhou yuan berdering, tapi direject olehnya. Sekarang ini dia hanya fokus dengan sasa yang susah di dekati.
"Aku punya banyak waktu untuk memahamimu pelan-pelan. Aku punya waktu seumur hidup". Kata zhou yuan menatap intens pada sasa.
"Kenapa tidak angkat telpon?" Tanya sasa menatap zhou yuan dengan senyuman.
"Sekarang yang terpenting itu adalah kamu". Ucap zhou yuan. Saling menatap dengan senyum, entah apa yang ada di pikiran keduanya.
Ponsel Sasa berdering, langsung di angkatnya.
"Halo...Baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa nanti". Ucap sasa di telpon.
"Sayangnya, aku yang tidak punya waktu. Sudah ada janjian, aku pergi dulu, bye...". Sambung sasa berdiri, berbalik pergi dengan senyum nyengir membuat zhou yuan geleng-geleng kepala gak percaya kalau dirinya sudah di tolak.
Dia mengambil ponsel menghubungi nomor yang tadi sudah direjectnya.
" Halo...Shella,, tadi aku sedang sibuk. Maaf, kamu jangan marah ya. Aku sudah siapkan hadiah untukmu. Nanti aku pergi mencarimu". Ucap rayu zhou yuan.
__ADS_1