
"Halo... Sasa, bagaimana?"
"Lili,, sudah ada janji temu dengan dokter baru. Aku kirim kan alamat dan waktunya, ingat datang tepat waktu".
"Benarkah?. Baguslah, terima kasih Sasa. Nanti aku hubungi kamu lagi ya, aku tutup dulu". Kata xiao li sangat senang.
Pak Qin menetap xiao li dengan curiga.
"Kenapa melihatku seperti itu?. Tenang saja pak Qin, bagaimana pun aku ini anak kandungmu. Aku akan bertanggung jawab padamu". Ucap xiao li sambil mengusap tangan pak Qin.
*
"Lili,, aku sudah susah payah baru menemukan pakar ini. Dia sangat terkenal di dalam negeri. Dia masih muda, tapi sudah menjadi asisten profesor. Dia sengaja luangkan waktu menemuimu hari ini, ketika pakar itu datang, kamu harus bersikap dengan baik ya". Kata Sasa. mereka sudah janjian ketemu sama dokter pakar tumor (Zhou wei). Sekarang mereka sedang menunggu di sebuah cafe.
"Tenang saja Sasa. Asalkan dia bisa mengobati pak Qin, aku rela melakukan apa saja. Tapi, hari ini kamu berpakaian dengan begitu seksi, hanya untuk temui pakar, apa perlu begini?. Ucap xiao li melihat sasa memakai dres mini.
"Kamu tau apa. Jika dia susah di ajak bicara, aku masih bisa merayunya, iya kan!".Jawab Sasa dengan senyum centil.
"Waw,, tugas yang berat. Teman, kamu sudah bekerja keras". Kata xiao li menepuk bahu Sasa, keduanya ketawa.
Zhou wei dan zhou yuan sudah sampai di cafe, mereka ada di belakang pintu tempat xiao li dan Sasa duduk. Zhou yuan mau langsung masuk, tapi di halang zhou wei, ketika mendengar berkata.....
"Lili, katakan padaku, kenapa dengan dokter sebelumnya yang tidak bisa di andalkan itu?".
"Zhou wei itu terlalu tidak bisa di andalkan. Selain merasa dirinya benar, dan asal mendiagnosa pasien. Yang paling penting semua orang di departemennya tau, kalau dia andalkan relasi untuk naik jabatan. Apakah orang seperti ini bisa di percaya?".
"Tidak bisa. Lalu apakah dia cukup tampan?. Postur tubuhnya bagus kah?. Dia pria manja, kan?". Sasa menyebut zhou wei pria manja.
__ADS_1
Mendengar mereka berkata buruk tentang kakak sepupunya, zhou yuan tidak terima. Dia mau masuk menghampiri mereka, lagi-lagi di tahan zhou wei.
"Semua itu tidak penting. Yang penting asalkan pakar hari ini bisa si andalkan, mau mengobati pak Qin, aku akan segera pindahkan pak Qin".
"Baiklah, dia pasti bisa di andalkan".
"Aku percaya padamu. Pasti lebih dapat di andalkan dari pria manja itu". Kata xiao li ikut memanggil zhou wei pria manja. Tapi, perkataannya langsung di jawab oleh zhou wei dari belakang, membuat kedua wanita cantik itu terkejut melihat ke arah belakang.
"Mungkin akan mengecewakanmu". Ucap zhou wei dengan dingin.
"Pria manja". Bisik xiao li.
"Dia adalah dokter itu?. Pria manja?". Tanya Sasa di jawab anggukan kepala xiao li dengan panik.
Sasa berpaling melihat zhou yuan bertanya dengan lirikan mata, di jawab zhou yuan mengerdik bahu. Sasa berdiri, berjalan ke arah zhou yuan, menariknya keluar.
"Kenapa?. Bicara saja".
"Ini adalah pakar yang kamu lakukan. Ini hal baik yang kamu lakukan?". Marah Sasa.
"Kamu juga tidak bilang dokter sebelumnya adalah zhou wei. Selain itu, kalian berdua berbicara begitu buruk tentangnya, nanti pulang aku pasti dihajar dia. Aku ini serba salah".Marah zhou yuan balik.
"Apakah yang kami bicarakan salah?".
"Tidak salah, semua adalah salahku".
"Kamu bilang tidak tau dokternya?. Kenapa tidak tanya?. Apakah kamu dungu?". Tanya Sasa gak mau ngalah.
__ADS_1
"Heh...Aku memang dungu, sangat dungu. Ini salahku, sudah bisa kan". Kata zhou yuan pasrah.
"Kita putus"
"Putus??. Kapan kita berdua bersama?. Kenapa aku tidak tau". Ucap zhou yuan tersenyum genit.
Dengan kesal Sasa mendorong zhou yuan menabrak tembok, dan menahannya.
"Kalau begitu, kita pacaran saja". Ucap Sasa dengan senyum licik.
"Baik..."
"PUTUS". Sambung Sasa, berlalu pergi.
*
"Apakah kamu sudah tau hari ini kamu akan menemuiku?. Kamu mempermainkan aku, kan?". Tanya xiao li saat zhou wei sudah duduk di depannya.
"Aku tidak akan jadikan pasien sebagai lelucon". Jawab zhou wei tegas.
"Tapi, aku merasa kamu sungguh sedang bercanda. Pak Qin adalah salah satu dari sekian banyak pasienmu. Namun, dia adalah ayahku satu-satunya. Apa salahnya aku mendengar pendapat ahli?".
"Justru karena aku tau keadaan penyakit ayahmu. Ini sangat penting bagimu dan keluargamu. Karena itulah aku datang hari ini. Aku ini bertanggung jawab pada semua pasienku. Aku harap kamu bisa tenang diri, berpikir dengan rasional". Jawab zhou wei dengan serius.
"Apa maksudmu?. Maksudmu aku tidak tenang dan rasional?. Kamu tidak bisa bilang aku tidak rasional, karena aku tidak mempercayaimu,kan?"Ucap xiao li tidak senang.
"Kalau begitu, buang asumsimu dan pikirkan dengan baik-baik, kenapa kamu membenciku?. Kenapa merasa aku tidak bisa di percaya?. Apakah hanya karena kita bertemu sekali di Bar?. Apakah mungkin kamu mendengar rumor dan merasa aku tidak bisa di andalkan?". Tanya zhou wei berturut-turut apa alasan membenci nya. Xiao li sama sekali tidak bisa menjawab apa alasannya itu.
__ADS_1