
Xiao yan memang anak yang hebat, bisa membohongi zhou wei pergi ke lantai atap untuk menemani xiao li yang lagi sedih. Zhou wei membawa xiao yan kembali ke ruangannya dan pergi ke lantai atap. Melihat zhou wei sudah pergi dari balik pintu, xiao yan tersenyum nhakal.(Dasar anak nakal). Sampai dilantai atap, zhou wei mendengar suara menangis xiao li sesenggukan. Menghela nafas, lalu menghampiri xiao li.
"Ehem..". Mendengar suara deheman, xiao li melihat kesamping, lalu menghapus air matanya dengan cepat. " Kenapa, kamu naik kemari, dokter zhou?". Tanyanya dengan suara serak habis menangis.
"Xiao yan, memintaku membantunya mencari obat". Ucap zhou wei tenang melihat ke depan.
"Kenapa obatnya xiao yan bisa ada disini?. Apakah butuh bantuanku?". Tanyanya polos melihat ke belakang.
"Tidak perlu, aku sudah menemukan yang dia minta". Jawab zhou wei menatap xiao li. "Kenapa matamu merah?". Tanyanya pura-pura tidak tau.
"Tidak apa, tadi anginnya terlalu kencang, jadi, mataku diterpa hingga merah. Aku juga sedikit panas dalam, jadi, tidak apa-apa". Elak xiao li dengan suara serak habis menangis.
"Kesedihan bisa menyebabkan disfungsi korteks serebral, kemudian dapat memicu gangguan endokrin. Ada penelitian yang menemukan bahwa ada 80% penyakit yang berhubungan dengan disfungsi korteks serebral. Misalnya, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskukar dan lainnya. Jadi, kamu menangis bukanlah hal yang buruk. Kurasa kamu juga memang perlu melampiaskannya dengan benar". Kata zhou wei menatap wajah sedih xiao li.
"Dibandingkan kami, kamu pasti tau lebih awal soal hasil pemeriksaan patologi ayahku!". Kata xiao li.
"Sebenarnya , kanker lambung ayahmu termasuk menengah. Asalkan aktif bekerja sama dengan pengobatan kami, ada kemungkinan besar bisa sembuh". Ucap zhou wei menenangkan.
__ADS_1
"Aku tau, bisa diobati lebih awal, jika diketahui lebih awal. Ini tentu hal yang baik. Hanya saja..". Xiao li tidak bisa meneruskan ucapannya, karena tenggorokannya tercekat menahan tangis dan air mata yang sudah mau menetes.
"Rumah sakit kami menerapkan MDT, yaitu, sistem kerja konsultasi multidisplin". Kata Yun xi pada xiao li dan ibunya di ruang konsultasi dokter yun.
"Ya, tapi kami juga kurang mengerti". Ucap xiao li.
"Singkatnya, doktet dari departemen klinik, bedah dan lainnya sama-sama membuat rencana medis untuk mengobati pasien". Jelas Yun xi. "Dokter ini adalah dokter bedah utama pasien Qin Da Li kali ini, Dokter Bedah Yan Bi Jun, bisa dipanggil dokter Yan". Yun xi mengenalkan dokter Yan.
"Halo...Dokter Yan". Ucap xiao li dan ibunya bersama.
"Halo,, kita langsung keintinya saja. Letak tumor pasien Qin Da Li ada pada samping lekukan kecil lambung. Menurut kondisi ini, kami sarankan untuk melakukan Gastrektomi total radikal. Penjelasan sederhananya adalah memotong seluruh lambung". Jelas dokter Yan.
"Begini, letak tumor pasien Qin Da Li agak istimewa, selain itu, area tukak juga agak luas. Masalah paling utamanya, yaitu kondisi kankernya yang aktual, mungkin lebih parah dibanding yang terlihat di Gastroskopi. Jadi, dipotonh total adalah pilihan paling aman". Dokter Yan menjelaskan kondisi pak Qin.
Bu Li sudah memerah matanya dan khawatir mendengat perkataan dokter Yan, begitu juga dengan xiao li yang sedang mengusap punggung ibunya.
"Sekarang ibuku sedikit emosional, maaf, dokter Yan. Begini, se..sebenarnya, aku sudah mencari tau kondisi yang serupa di internet. Kulihat, sepertinya, sebelumnya dokter zhou menggunakan Teknik Gastrekromi Distal. Setengah lambung dari pasien masih bisa dipertahankan". Kata xiao li.
__ADS_1
"Dokter Zhou!!!". Sela dokter Yan dengan mata membulat.
"Ya, dok..dokter zhou". Jawab xiao li agak panik melihat muka kaget dokter Yan.
"Apakah maksudmu dokter zhou wei?". Tanya dokter Yan melihat Yun xi dan Xiao li.
"Benar, zhou wei". Jawab xiao li heran.
"Begini, tidak peduli apa pun pendapat dokter zhou, aku juga punya konsep media sendiri. Menurutku, melenyapkan segala kemungkinan resiko kambuh pasca operasi pasti adalah hal yang utama bagi pasien". Kata dokter Yan tidak senang mendengar nama zhou wei.
"Jadi dokter Yan, maksudmu, setelah operasi ini, kelak penyakit ayahku tidak akan kambuh lagi, benarkah?". Tanya xioa li penuh harap.
"Maksudku bukan begitu. Tidak ada satupun operasi yang bisa menjamin 100% bahwa ia tidak akan kambuh lagi. Sebagai dokter, kami hanya berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi kemungkinan kambuh". Ucap dokter Yan. Xioa li dan ibunya sudah sangat cemas mendengarnya. "Begini saja, ini surat persetujuan operasi. Kalian baca dulu, lagipula operasi Tuan Qin dijadwalkan dilakukan pada pekan depan. Jadi, masih ada waktu, kalian juga boleh pertimbangkan dulu. Jika ada masalah, boleh bilang padaku kapanpun. Aku masih harus melakukan operasi, harus segera bersiap". Ucap dokter Yan berdiri mau pamit pergi.
"Baik,baik, terima kasih dokter Yan". Jawab xiao li dan ibunya bersama juga berdiri.
"Tidak masalah, jika ada pertanyaan, lanjut tanya pada dokter Yun saja". Kata dokter Yan.
__ADS_1
"Baik, baik". Kata xiao li dan menyuruh ibunya duduk kembali. "Maaf, dokter Yun, pemikiran kami masih sama. Sebagai keluarga, kuharap hidup ayahku kedepannya tetap berkualitas. Jadi, soal operasi ini, bisakah dokter zhou yang melakukannya untuk kami". Tanya xiao li cemas.
"Benar, benar, sejak awal, penyakit Qin tua juga disadari oleh dokter zhou, Kami sangat percaya padanya". Timpal bu Li.