
"Kamu....."
Marah pak Qin dipotong oleh zhou wei yang dari tadi diam saja.
"Dilarang ribut di rumah sakit".
"Baik, maaf dokter". jawabnya.
***
Radang usus buntu disebut juga sebagai (Apendisitis) adalah gangguan pencernaan berupa peradangan pada Appendix (usus buntu). Organ usus buntu merupakan sebuah usus kecil yang tidak memiliki fungsi, berbentuk jari yang melekat pada usus besar di sebelah kanan bawah rongga perut.
"Karena tidak sakit, maka silahkan keluar". Lata zhou wei.
"Aku tidak sakit, tapi ayahku yang benar sakit. Maksudku dia harus dirawat inap dan diperiksa.Maaf, kak dokter, kami bukan sengaja mau berulah, kami hanya lihat ranjang ini tidak ada orang, jadi kami pinjam beberapa menit". Ucap xiao li dengan rasa bersalah.
"Pasien ranjang ini sedang melakukan operasi, bisa dibawa kemari kapanpun. Kalian ambil ranjang orang lain seperti ini melanggar aturan rumah sakit, tau tidak". bentak zhou wei kesal dengan kelakuan xiao li.
"Baik, dokter, kami minta maaf. Lili,, ayo pergi". Kata pak Qin menarik tangan xiao li. Bu Li kembali keruangan setelah selesai mengurus prosedur rawat inap pak Qin. Dia tidak tau akting xiao li sudah ketauan.
"Lili... prosedur sudah diurus. Ayo kita pergi temui dokter zhou". Kata bu Li dibalas kedipan mata oleh xiao li, menyatakan mereka sudah ketauan.
"Akting kalian sudah gagal". sargah pak Qin dengan kesal. Bu Li dan xiao li tersenyu malu hehehe.
__ADS_1
"Kalian ikut aku keruanganku". Kata zhou wei membuka maskernya. Melihat wajah tanpa masker itu, mata xiao li dan pak Qin membulat. Dokter yang didepan mereka adalah orang yang memarahi xiao li waktu di Bar.
"Ternyata kamu...", "Ternyata kamu bocah". Kata pak Qin dan xiao li bersamaan melotot pada zhou wei.
Zhou wei hanya melihat mereka dengan muka datar. Pergi keruangannya di ikuti suster dan keluarga pak Qin di belakang.
"Dokter, aku sudah minta maaf padamu. Kenapa kamu masih memanggil kami kesini?". kata xiao li sinis, mengingat kejadian waktu si Bar.
"Aku memanggil kalian, Karena ingin membahas kondisi penyakit ayahmu".
"Kamu tidak perlu mengkhwatirkan hal ini". Sela pak Qin masih marah dengan zhou wei.
"Begini saja dokter, anda bantu hubungi dokter jaga yang menangani ayahku saja". ketus xiao li.
"Apakah ada hal yang tidak bisa dikatakan padaku?". Tanya zhou wei.
"Benar. Tidak bahas tentang penyakitku. Sebaliknya kita harus bahas masalah Bar. Masalah kemarin belum kita perjelas". Sambung pak Qin.
"Ehem..ehem. Maaf dokter, begini ada seoramg dokter bermarga zhou memanggil kami kemari. Sebenarnya kami ingin bicara dengannya". Kata bu Li menimpali, dia belum tau dokter di depannya adalah dokter zhou yang dicarinya.
"Aku adalah rekan dokter Yun xi. Dokter jaga departemen bedah Qin Da Li, Zhou wei". Sambung zhou wei meletakkan name tag nya di meja. Di situ tertulis (Gastroenterologi, dokter jaga, Zhou wei).
Ayah, ibu dan anak itu membaca tulisan di name tag, mata mereka membulat. Ayah dan anak saling mandang tidak percaya.
__ADS_1
"Oh, ternyata anda adalah dokter jaga ayahku. Kami tidak tau. Halo,,dokter zhou". Sapanya malu. Tadi dia meminta dokter jaga untuk menangani ayahnya.
"Aku sudah lihat laporan medis pasien Qin Da Li, kusarankan kalian lakukan pemeriksaan ulang". Kata zhou wei dengan serius.
"Kenapa?. Bukankah sebelumnya kami sudah lakukan pemeriksaan Gastroskopi?". Tanya xiao li.
"Benar, dokter zhou. Sebenarnya ada apa ini?". Tanya bu Li gugup akan penyakit suaminya.
"Kalian tidak perlu gugup. Tidak ada masalah dengan pemeriksaan kemarin. Yang diambil memang inflamasi sel. Jadi hasil diagnosa memang Tukak saluran pencernaan. Namun, kondisi tukak ini berbeda. Menurut pengalamanku, kusarankan kalian memeriksa ulang lagi. Terang zhou wei.
"Bukan begitu...". kata xiao li di potong ayahnya.
"Cukup...Apa yang kalian khawatirkan. Aku tau jelas kondisi tubuhku sendiri. Bukankah hanya tukak saluran pencernaan saja kan". sentak pak Qin.
Mendengar ada keributan, Yun xi mengetuk pintu lalu masuk kedalam.
"Kebetulan dokter Yun datang. Begini, kamu selalu menangani penyakit Qin tua. Anda jelaskanlah pada kami. Kenapa minta kami lakukan pemeriksaan ulang lagi". Bu Li meminta penjelasan dokter Yun.
"Dokter Zhou minta kalian memeriksa kembali atas pertimbangan yang lebih mendalam untuk mencegah kondisinya memburuk". Jelas dokter Yun. Mendengar penjelasan dokter yun, muka xiao li dan ibunya cemas.
"Tidak perlu. Berikan obat saja, aku tidak mau rawat inap. Tolak pak Qin.
"Dokter yun, bagaimana kalau kamu pastikan lagi hasilnya?. Tidak mungkin dokter zhou bilang apa, maka seperti itulah jadinya kan". Sindir xiao li melihat zhou wei.
__ADS_1
"Sudahlah,, Mendengar dokter atau dengar kalian. Kurangi bicaramu. Kalian berdua keluar dulu". Marah bu Li pada suami dan putrinya.
"Maaf, dokter yun. Kami akan menurutimu, rawat inap untuk pengobatan dulu. Terima kasih dokter Yun. Terima kasih dokter Zhou. Kalau begitu, kami urus prosedur dulu". Kata bu Li tidak enak akan perkataan suami dan putrinya.