Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Kamu Sangat Khusus


__ADS_3

TING.....


"Cepat atau lambat, aku akan menaklukkkan kamu". Sasa tersenyum melihat pesan zhou yuan dan membalas.


"Kamu sungguh orang yang hanya berani saat minum alkohol saja". Cibir Sasa dalam pesan balasannya, lalu melanjutkan jalannya pulang.


**


"Halo.. Pak Qin". Sapa kedua teman xiao li menjenguk pak Qin.


"Halo juga, jangan sungkan. Sekarang bukan sedang di kantor, gandeng saja". Ucap pak Qin meledek sepasang kekasih yang menjenguknya melepaskan genggaman tangan mereka.


"Hehehe, kalian terlalu sungkan, sampai sengaja kemari". Timpal bu Li sambil tersenyum.


"Tidak apa, sudah seharusnya". Ucap pemuda bernama Jin shi. "Kami dengar pak Qin sakit, jadi kami datang menjenguk". Sambungnya.


"Benar bibi, ini semua salah Lili. Masalah sebesar ini, pak Qin bahkan rawat di rumah sakit juga tidak memberitahu kami". Kata Ruyi yang merupakan anak dari teman pak Qin.


"Kali ini, Qin xiao li benar. Aku hanya mengobati tukak lambung saja, tidak perlu sampai berlebihan. Aku sudah terima niat baik kalian, aku sangat senang". Ucap pak Qin tersenyum pada keduanya.


"Benar, jika aku perhatian seperti mereka, maka, pak Qin sudah puas, kan?". Ucap xiao li meledek ayahnya dan membuat semuanya tersenyum.


"Berapa lama pertukaran kalian kali ini?". Tanya pak Qin pada pasangan muda itu.


"Jangka pendek, kira-kira tiga bulan". Jawab Jin shi dan di angguki oleh Ruyi.


"Itu juga lumayan. Manfaatkan kesempatan ini untuk memahami sekolahnya. Jika cocok, bolah pikirkan untuk masuk pasca sarjana". Kata pak Qin memberi masukan.


"Oh iya, pak Qin, kami sudah dengar, akademi musik disana juga sangat bagus. Kami bisa bantu Lili ambilkan formulir". Kata Ruyi dan di angguki xiao li dengan senyum bahagia.


"Itu harus di pertimbangkan lagi. Jangan sampai memalukan diri sendiri di luar negeri". Sindir pak Qin sambil mengusap dagunya.


"Pak Qin, jangan keterlaluan, kelak baru bisa hidup rukun". Rutuk xiao li. "Jika kelak aku sudah sukses, aku tidak akan bawa kamu pergi. Aku bawa bu Li saja. Nanti kamu jangan bilang aku berkecil hati". Cibir xiao li membalas sindiran pak Qin dan bu Li hanya ketawa melihat suami dan putrinya kayak kucing dan tikus.

__ADS_1


"Saat itu, aku sudah berambut putih, kaki gemetaran, tidak bisa berjalan lagi. Apa masih bisa berwisata". Gurau pak Qin tersenyim tipis. "Eh, Lili, cuci buah untuk mereka". Ucap pak Qin kedua teman xiao li belum di suguhi apa pun.


"Benar, cuci apel untuk mereka". Timpal bu Li.


"Baik..".


"Duduklah, jangan sungkan". Kata bu Li pada keduanya.


"Kamu duduklah, aku dan Lili pergi cuci apel". Kata Ruyi menyuruh Jin shi kekasihnya.


"Ayo, kita sama-sama cuci apel". Ucap xiao li berjalan keluar dengan Ruyi.


"Lili... Aku sudah dengar dari Sasa. Sebenarnya pak Qin.....". Kata Ruyi saat mereka sudah berada diluar ruangan.


"Stttsss.....Kanker lambung". Ucap Xiao li berbisik menyuruh Ruyi jangan bicara keras-keras. "Namun, tidak ada yang memberitahumya. Rahasiakan. Kalian tau sendiri saja". Kata xiao li dengan pelan.


"Lalu, kamu masih berdebat dengannya seperti dulu. Kamu tidak takut membuatmya marah?". Tanya Ruyi karena tau mereka memang suka berdebat.


"Lili... Aku sungguh merasa kamu sudah dewasa. Beberapa hari tidak jumpa, kamu seperti sudah berubah". Ucap Ruyi mengusap pundak xiao li.


"Tidak apa, Kenapa kamu berwajah murung?". Lirih xiao li melihat muka sedih Ruyi.


"Aku beritahu kamu hal yang gembira. Kabar bagus". Kata Ruyi.


"Kabar bagus apa?". Tanya xiao li. "Kamu dan Jin shi sudah mau menikah?. Aku berikan 10 yuan, tidak perlu kembalian". Ucap xiao li bercanda.


"Apa-apaan sih?". Sungut Ruyi. "Aku terus memantau grup musik kalian selama kamu pergi. Ketua Cello kalian mendadak ada urusan, tidak bisa ikut penampilan musim panas". Kata Ruyi menjelaskan.


"Ini kabar bagus apa?. Apa hubungannya denganku?". Kata xiao li dengan polos.


"Kamu ini DUNGU, ya?. Tidak punya pikiran lain". Ruyi pengen menjitak kepala xiao li. "Coba kamu pikirkan, jika dia pergi, bukankah grup musik harus cari penggantinya?. Siapa yang bisa bermain Cello?. Bukankah itu kamu?". Ucap Ruyi kesal melihat xiao li gal peka.


"Hei...Benar juga. Kali ini aku harus membuktikan diriku, agar mereka tau aku Qin xiao li adalah pemain cello yang berbakat. Ayo, cuci apel". Ucap xiao li dengan semangat empat lima.

__ADS_1


Keesokan paginya, xiao li pergi ke kampus dengan senyum gembira.


"Pak Jin". Panggil xiao li ramah.


"Eh, Lili". Jawab pak Jin melihat ke xiao li.


"Saya mau tanya pada anda, kapan saya bisa kembali ke bagian Cello?". Tanya xiao dengan cemas karena masih dihukum membantu di grup perkusi, karena waktu penampilan orkestra musik xiao li melamun melihat kedua orang tuanya tidak datang dan hampir mengacaukan acaranya.


"Kamu juga tau lagu awal. Setiap pemain Cello harus menyelesaikan musik solo. Jadi.....". Ucap pak Jin terjeda.


"Saya paham, pak Jin. Saya akan secepatnya berlatih, bapak tenang saja". Sela xiao li dengan mantap.


"Maksudku, kali ini kami sudah putuskan mengganti judul lagu. Bagian Cello tidak menambah anggota lagi. Kelak masih ada kesempatan, begitu saja". Ucap pak Jin berlalu pergi.


Xiao li yang mendengar Ucapan pak Jin bagai petir menyambar PiiAAK...Xiao li terdiam di tempat dengan perasaan kecewa.


Zhou wei naik ke lantai atap mencari udara segar dan melihat ada xiao li lagi duduk disana. Melihat zhou wei, xiao li melambaikan tangannya dan di sambut dengan senyuman manis zhou wei.


"Kamu sudah selesai bekerja?". Tanya xiao li saat zhou wei berjalan ke arahnya.


"Hmm". Gumam zhou wei, lalu duduk di samping xiao li.


"Kenapa kamu bisa naik kemari?". Tanya xiao li lagi.


"Aku sudah ikut seminar dari pagi, mendengar terlalu banyak pendapat. Aku naik kemari cari udara segar". Kata zhou wei sambil melihat raut wajah xiao li agak berbeda. "Sepertinya hari ini, kamu tidak ribut seperti biasanya". Tanya zhou wei tersenyum tipis.


"Aku mana ada ribut?. Biasanya aku sangat pendiam". Kata xiao li membela diri.


"Kenapa?. Hari ini bertemu masalah apa?". Tanya zhou wei menatap matanya xiao li yang agak merah.


"Tidak ada. Guru musik merasa kemampuanku payah, sementara mengesampingkanku. Sekarang aku hanya orang yang tidak penting, hanya bisa mainkan Triangle saja". Ngeluh xiao li curhat.


"Ada banyak pemain Cello dalam grup musik. Namun, pemain Triangle hanya satu. Jadi, kamu sangat khusus". Hibur zhou wei membuat xiao li ketawa.

__ADS_1


__ADS_2