Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
penyakit pak Qin


__ADS_3

Saat xiao li mau pergi, tangannya ditarik zhou wei.


"Eh, apa yang kamu lakukan, kak dokter?". Tanya xiao li kaget.


"Aku tanya, kau sedang melakukan apa?". tanya zhou wei lagi.


"Bukankah aku sudah bilang, aku hanya memotret laporan pemeriksaanku". jawab xiao li gugup, takut ketauan dia sedang bohong.


"Bohong!!!. Denyut jantung normal ada diantara 70 hingga 80 denyut permenit, sedangkan denyut jantungmu kini sudah 130 denyut permenit". Kata zhou wei yang masih pegang tangan xiao li tepat didenyut nadinya.


"Laporan Gastroskopi elektronik, Qin Da Li, pria 57tahunn?. Kamu ini sedang melanggar privasi pasien, tau tidak?". Marah zhou wei, saat melihat berkas laporan medis dimeja. Xiao li sudah takut dan panik.


"Bu..bukan begitu kak dokter, kau salah paham, ini Qin Da Li adalah ayahku, aku hanya ingin motret rekam medis ini untuk melihat ayahku sakit apa". kata xiao li dengan jujur.


"Lagi-lagi dengan trik ini". sinis zhou wei tidak percaya, mengeluarkan telpon dan memanggil…


"Hallo…departemen keamanan, ini Gastroenterologi. Disini ada orang mencurigakan tolong datang sekarang". kata zhou wei.


"Hei, ngapain panggil keamanan, lepaskan tanganku dulu". kata xiao li panik menarik tangannya lepas tapi gak bisa. Melihat ponsel zhou wei masih ditelinga, xiao li mendekat kesisi ponsel yang hampir kena wajah zhou wei berteriak…"Dia hanya bercanda". Xiao li langsung lari meninggalkan zhou wei yang diam mematung dengan sikap xiao li. Beberapa detik kemudian, suara suster menyadarkannya.


"dokter zhou…dokter zhou?". panggil suster.


"ah iya ada apa?".kata zhou wei


"Itu ada kondisi darurat diranjang 20".


"iya , ayo kesana sekarang". dengan cepat zhou wei ruang pasien.


***


Di ruang dokter yun xi…


"Ini adalah peradangan kronis, Tukak saluran pencernaan". terang dokter yun melihat rekam medis pak Qin.


"Kalau begitu ,maksud dokter ini bukan kanker,kan?". Tanya bu Li.

__ADS_1


"Dilihat dari hasil laporan memang seperti itu". jawab dokter yun.


"Syukurlah kalau begitu". Ucap bu Li.


"Tapi, kondisi tukak lambungnya agak parah. Kami sarankan dia(pak Qin) berkunjung rutin dan minum obat tepat waktu. Lakukan Gastroskopi setipa tiga hingga enam bulan sekali. Sebenarnya keluarga kalian boleh pertimbangkan, suruh dia(pak Qin) berobat dengan rawat inap. Kami hanya memberi saran". Terang dokter yun xi.


"Tidak masalah, aku akan diskusi dengan keluarga dulu". kata bu Li.


"Baik".


"Baik, terima kasih dokter yun". kata bu Li sembari pamit pulang.


***


"Xiao lan". Panggil zhou wei pada suster.


"Iya, dokter zhou".


"Ada pasien bernama Qin Da Li?, siapa dokter penanggung jawabnya". Tanya zhou wei.


"Berikan dokumennya padaku lihat sebentar".


"Baik dokter zhou. Ini catatan rekam medisnya dan ini laporan pemeriksaan patologi dan laporan pemeriksaan Qin Da Li". jawab suster xiao lan.


(Laporan Gastroskopi elektronik), (laporan pemeriksaan patologi), (infiltrasi sel inflamasi interstisial). zhou wei melihat laporan medis Qin Da Li dengan serius. Alisnya mengerut saat melihat gambar infiltrasi sel inflamasi interstisial.


***


"Qin xiao li, guru bilang penampilanmu diorkestra kurang baik. Jadi, kamu diminta membantu digrup perkusi". kata teman orkesnya. ya,, penampilannya di orkestra yang kemaren hampir gagal semuanya. karena dia tidak melihat orang tuanya datang melihat penampilannya. Dia sedih.


Dia tidak tau orang tuanya tidak datang karena ayahnya sakit dan pergi kerumah sakit untuk periksa.


"Aku sudah pulang". kata xiao li masuk kerumah sambil menenteng cello nya di punggung.


"kamu pulang tepat waktu, kita akan makan sebentar lagi". Jawab bu Li dari dapur mendengar putrinya pulang.

__ADS_1


"Qin Xiao Li,, kemari, aku sudah memberikanmu buku S2. Mulai hari ini, aku akan mengawasimu belajar selama 3jam setiap hari. Jangan latihan Cello". Kata pak Qin panggil xiao li meletakkan 2 buku di atas meja ruang tamu.


"Sudah kubilang aku tidak mau mendaftar S2. Aku akan menjadi pemain cello". jawab xiao li.


"Qin xiao li…". bentak pak Qin.


"Ada apa?". jawab xiao li.


"Patuhlah kalau orang tua ngomong". kata pak Qin.


"Lalu pernahkah kamu menghormati keinginanku. Sudah kubilang, aku tidak mau daftar S2, meski mati pun tidak akan mau". balas xiao li kesal.


"Kenapa kamu sangat keras kepala?. Dasar anak ini…". Bentak pak Qin. Bu Li keluar dari dapur mendengar suara marah pak Qin.


"Qin tua, bukankah kita sudah sepakat dengan ini?. Lili, jangan ladeni ayahmu, kamu pergi mandi dulu, sebentar lagi kita makan, setelah makan nanti baru bicara". Kata bu Li melototi pak Qin sambil berlalu ke dapur.


setelah mandi xiao li keluar dari kamar, di ruang tamu ponsel bu Li berdering …


"Bu Li, ponsel berdering". Teriak xiao li sambil jalan ke dapur bawa ponsel ibunya.


"iya, bantu pegang kan untukku Lili". pinta bu Li lagi nyuci sayur.


"Hallo…". Kata bu Li.


"Hallo,, apakah ini dengan keluarga Qin Da Li?".


"Benar, ada apa ya?. Dengan siapa ini?".


"Saya dokter zhou wei dari pusat Gastroenterologi".


"Oh,, dokter zhou dari Gastroenterologi, ada apa ya?. Selama ini kami diurus oleh dokter yun xi. Kata bu Li heran, kenapa dokter zhou menghubunginya.


"Rumah sakit kami mengizinkan konsultasi multi departemen. Saya dan dokter yun adalah rekan kerja satu tim". Jelas zhou wei.


"Oh iya, ada urusan apa dokter zhou?". tanya bu Li, xiao li dibelakang menguping pembicaraan ibunya dengan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2