Janji Cinta Kita

Janji Cinta Kita
Menangis


__ADS_3

Dengan air mata sedih dan kecewa xiao li bertanya.


"Apakah sangat memalukan, jika aku menjadi pemain Cello?".


"Tentu saja tidak". jawab bu Li.


"Tapi kenapa dia meremehkanku?". Tanya xiao li tangannya menunjuk pak Qin.


"Kenapa kamu meremehkanku?". tanyanya pada pak Qin.


"Justru karena melihat kondisimu sekarang, tidak mau kamu semakin salah pilih jalan. Kamu sendiri tidak pikir, dengan kemampuan ini, kau ingin bertahan hidup sebagai pemusik.


Daftar S2, menjadi guru, itu adalah jalan terbaikmu". jawab pak Qin membuat xiao li tambah kesal.


"Aku tau kamu meremehkanku".


"Apakah kamu merasa kamu sendiri adalah ayah yang baik?".


"Sejak aku kecil sampai besar, kamu menjadi Dekan Pendidikan di sekolah, sampai di rumah sikapmu juga seperti Dekan Pendidikan. Pernahkah kamu mendidikku tanpa memakai sikap Dekan Pendidikanmu sehari saja? hiks…hiks". Tanya xiao li menangis, pak Qin diam tidak menjawab.


"Apakah kamu tau apa cita-citaku?".


"Apakah kamu tau apa yang kuinginkan? hiks…".


"Kamu sama sekali tidak pernah peduli padaku, kamu juga tidak memahamiku".


"Sejak aku kecil, kamu hanya bisa memberiku rencana yang kamu atur".


"Menyuruhku hidup sesuai dengan yang kamu impikan. Tapi aku sendiri juga punya cita-cita,


hiks…hiks…". Tangis xiao li makin menjadi.


"Cita-citaku adalah menjadi seorang pemain Cello, hiks…".


"Apakah ini memalukan?".

__ADS_1


"Kalian adalah orang terdekatku, kalian pun tidak memahamiku".


"Hari ini akan ku perjelas semuanya".


"Aku tidak akan mendaftar S2, aku juga tidak akan menjadi guru. Lenyapkanlah harapan itu".


Jelas xiao li dengan tegas menghapus air mata dan masuk kedalam kamar membanting pintu.


PANG…


"Sudah, jangan mengatainya lagi…"


"Kamu ini, dia pasti mengira kita berdua sengaja tidak datang di orkestranya. Aku akan jelaskan padanya".


Baru berjalan kekamar xiao li, bu Li mendengar pak Qin mengerang kesakitan megang dada sebelah kanan. " Aaah".


"Kenapa Qin tua, sakit lagi?".


Bu li mendekati suaminya mengelus dadanya dengan cemas.


"Sudah, kamu jangan marah lagi, jangan marah, aku ambilkan obatmu dulu".


Paginya xiao li keluar kamar melihat ibu didapur.


"Selamat pagi ibu".


"Kamu sudah bangun". kata bu Li jalan kemeja makan,duduk di depan xiao li.


Xiao li melihat kanan kiri seperti mencari sesuatu, bu Li tersenyum berkata,


"Ayahmu pagi-pagi sekali sudah pergi memancing bersama ayahnua Ruyi".


"Untuk apa bilang padaku, aku juga tidak peduli". ketus xiao li.


"Sifat kalian ayah dan anak benar-benar sama persis. Kenapa sama-sama begitu keras kepala?. Lili, ibu harus menasehatimu, perbaiki sifat itu, lebih baiklah pada ayahmu, jangan selalu buat dia marah". Ucal bu Li.

__ADS_1


"Kalau begitu, dia juga harus lebih baik dulu padaku". jawab xiao li.


Xiao li melihat lembaran rekam medis di meja,


(Pusat Gastroenterologi) atas nama Qin Da Li ayahnya, namun buru-buru diambil bu Li.


"Ini Apa?". Tanya xiao li.


"Bukan apa-apa". bu Li.


"Ayah kenapa". Tanya xiao li melihat ibunya.


"Ayahmu… tidak apa-apa. Ibu ada urusan, harus pergi dulu". Jawab bu Li gugup.


Xiao li masih memikirkan tentang rekam medis itu, sadar ibunya sudah pergi, dia buru pergi mengikuti ibunya. Dia ingin tau apa yang terjadi pada ayahnya.


Xiao mengikuti ibunya sampai kerumah sakit.Dia melihat bu Li masuk ke lift ke lantai 7, itu adalah lantai Pusat Gastroenterologi.


"Permisi suster, aku datang untuk melihat laporan medis suamiku, Qin DaLi. Aku mencari dokter Yun". Kata bu Li.


"O iya, sekarang dokter Yun sedang sibuk, nanti aku panggil setelah dokter Yun selesai". jelas suster.


"iya, tidak apa-apa. Aku mau pergi ke toilet, sebelah mana ya?". tanya bu li.


"oo itu lulus sebelah kanan".jawab suster.


"iya, terima kasih".


Xiao li yang bersembunyi di belakang keluar setelah ibunya pergi. Dia jalan ke meja suster, diam-diam memotret laporan medis ayahnya yang di tinggal bu Li ke toilet.


dokter Zhou yang kebetulan lewat, melihat xiao li lagi foto rekam medis dimeja suster, bertanya,


"Apa yang kamu lakukan?, siapa yang izinkan kamu buka sembarangan?". Tanya doktet zhou.


"Tidak melakukan apa-apa, ini adalah laporanku. Aku mau membuat cadangan informasi, jadi aku motret laporan pemeriksaanku". Bohong xiao li.

__ADS_1


"Lagi-lagi kamu". kata dokter zhou melihat muka xiao li.


"Sepertinya kita baru pertama kali bertemu. hm, sampai jumpa".Kata xiao li dengan senyum tipis, karena gak tau kalau itu adalah zhou wei,cowok yang pernah memarahinya di Bar. Karena zhou wei memakai masker.


__ADS_2