Janji Lily

Janji Lily
Kelakuan Adita


__ADS_3

"Wah, kak Abi bawa gorengan! mau dong! " Pinta Adita yang tak sengaja berpapasan dengan Abi di lift saat ia menunggu pintu Lift terbuka yang ternyata sedang membawa Abi di dalam nya.


Bukannya menjawab, Abi hanya melewati Adita begitu saja.


"Ish! Nyebelin banget sih jadi orang, gak ada ramah-ramahnya! " Dumel Adita sambil menekan Lift turun ke bawah.


"Tuh muka kenape lecek gitu? " Tanya Rey saat di lihatnya tampang cemberut Adita.


"Habis ketemu makhluk menyebalkan! " Jawab Adita ketus. Mengambil posisi duduk di tengah sofa panjang yang sebelumnya sudah di isi Rey dan Rino di kanan kiri sofa, Sementara Kiran dan Vani tengah asyik selonjoran di atas beanbag entah membahas apa di ponsel yang di pegang Vani. e3.


"Kenapa gak di tembak jadiin pacar aja sekalian? siapa tau makhluk nya jadi gak aneh lagi! " Goda Rino.


"Ishh ogah, mending juga jadian sama kak Rino dari pada sama makhluk aneh! "


"Kalo itu mah, kak Rino nya yang ogah Dit! " Ledek Rey. Membuat Adita semakin cemberut. Sementara dua lelaki itu terkekeh geli. Adita adalah penghuni termuda di kosan ini. usianya masih 19 tahun, kuliah semester dua. sehingga ya ia emang paling sering di jadikan bulan-bulanan dan objek keusilan anak-anak kos.


"Kak Rey, kapan latihan balapan lagi? Aku ikutan dong!"


"Kagak!! kapok gue bawa elo, gak bisa diem, pecicilan! udah kaya cacing di siram air garem!" Tolak Rey mentah-mentah. Reno tergelak mendengarnya.


"Tuh, dengar Dit! Kaya cacing disiram air garam gak tuh?? makanya Kalem dikit kenapa?! " Ledek Rino. Membuat gadis itu semakin cemberut saja.


---____---


Adita tengah mengaduk-aduk mie instan, padahal sudah tengah malam, tapi karena lapar habis mengerjakan tugas kuliah Adita memasak mie instan untuk mengganjal perut. Dia juga membawa stoples kerupuk yang kemarin di kirim oleh orang tua nya dari kampung. Rino dan Rey masih asyik bermain PS di living room. Ada Richi juga yang tumben-tumbenan ikut nongkrong dengan dua bocah tua itu. Biasa sang manager di sebuah perusahaan telekomunikasi operator seluler itu lebih memilih nongkrong di ruang gym atau di kamarnya.


"Aaarggg Sial!!!! kalah lagi gue!!!" teriak Rey.


"Yessss!!!! malam ini dewi fortuna memihak sama gue! jangan lupa taruhannya!" Tagih Rino semangat.


"Iya! iya! besok gue kasih! "


"Awas aja elu kalo bohong! "


"Yaelah ni anak, gak percayaan banget!! "


"Taruhan segitu aja berisik banget! " timpal Richi.


"Yaelah bang! elu mah dah kaya! apa lah daya duit jajan kita yang segede upil di banding gaji elu! " Rey tak mau kalah.


"Lah, dari maren di tawari kerjaan bagus gak mau! " balas Richi.


"Hehe! masih pengen maen gue bang! " Rey menggaruk kepalanya gak jelas.


"Ehh, kaya ada aroma makanan! jadi lapar gue! " Rey segera bangkit ke dapur, diikuti Reno dan Richi.


"Ya elah! anak gadis tengah malam enak-enakan makan! kagak takut gendut elu? " Ledek Rey sambil mencomot kerupuk yang ada di toples milik Adita.


"Berisik!! gue lagi lapar!! " balas Adita sambil terus makan tanpa berniat menawari ke tiga orang itu. Richi mengambil minuman soda sementara Reno meraih sendok dan tanpa meminta izin terlebih dahulu ia mencicip mie instan Adita tanpa rasa bersalah.


"Eh, enak banget mie nya dit, ada lagi gak? masakin dong! " Reno dengan tak tau dirinya menarik mangkok Adita tanpa peduli dengan wajah pemiliknya yang cemberut. Sementara Rey juga tak berhenti mencomot kerupuk udang miliknya.


Adita terdiam!


"Bukannya dua orang ini kan....?? Aah masa bodohlah, siapa suruh punya orang main comot gak nanya-nanya lagi! " Batin Adita.

__ADS_1


Richi ikut mencicipi kerupuk milik Adita.


"Kerupuknya enak Dit, beli dimana? " Tanya Richi.


"Dikirimin dari kampung mas! Soalnya Adita suka buat ngemil-ngemil di kamar!"


"Lain kali kalo di kirimin lagi nitip ya Dit! " Adita mengangguk.


"Aah!! sedappp! mie apa sih ni? kok enak banget? "


"Prawn." jawab Dita pelan.


"Prawn? oh udang! " Rino mengangguk-anggul!


"Apa???!!! udang??!!!! " Rino langsung lari ke kamar mandi berusaha mengeluarkan makanan yang sudah masuk ke perutnya.


"Hahaha!!!! mampus Elu no, Siap-siap aja bentol noh! Elu kan kaya gue alergi udang! " Gelak Rey.


"Kamu alergi udang juga, Rey? " Tanya Richi.


"Ho-oh! "


"Tapi kerupuk yang dari tadi kamu makan kan juga kerupuk udang Rey. Iya kan, Dit? "


Adita mengangguk. Rey ternganga, dia melihat toples Adita yang isinya tinggal sedikit.


"S-serius, Dit? " Tanya Rey tergagap, wajahnya memucat.


"Iya, emang kerupuk udang kok! " Jawab Adita. Rey segera berlari ke kamar mandi mengikuti jejak Reno. Kedua lelaki itu bersaing di sana mengeluarkan isi perutnya.


"Ditt! Saya dengar loh! Jadi kamu tau mereka alergi udang? jadi sengaja?? " Tanya Richi serius.


"aa,, eh,," Adita merasa serba salah.


"Adita??? " Panggil Richi.


Adita mengangguk lesu.


---___---


Rey dan Rino bergantian bolak balik ke kamar mandi. Dua orang itu mengalami diare dan bentol-bentol di wajah. Bahkan Rey malah sempat pingsan hingga membuat kepanikan.


Sementara Adita tak berhenti menangis dan meminta maaf kepada dua lelaki itu. Dia tak berhenti bolak balik ke kamar Rey dan Rino. Sudah mirip setrikaan mondar mandir bolak balik.


"Kak, Maaf! Huhu!!! Dita gak tau kalo alergi nya sampai kaya gini! " Adita menangis meminta maaf pada Rino.


"Udah keluar sana! Air mata buaya!! " teriak Rino mengusir Adita. Dia menutup tubuhnya dari ujung kaki ke ujung kepala. Berbalik badan enggan melihat dan berbicara dengan Adita. Perutnya terasa murus-murus. Sementara wajahnya terasa gatal.


"Kak Rey! Huhu!! maaf!!"


"Puas elo ngerjain gue! pergi sana! malas gue temenan ama elo lagi! " Usir Rey.


"Gak mau!!! maafin dulu! " Keras Adita. Rey bangkit, dia menarik Adita keluar dari kamar, Padahal badannya terasa lemas. Tiba-tiba pandangan Rey berkunang-kunang dan gelap.


Bruk!!!! Rey Ambruk. Adita berteriak histeris!

__ADS_1


"Kak Rey! Bangun Kak! Tolong!!!! " Teriak Adita.


Richi yang baru saja tiba mencari obat anti alergi di apotik 24 jam segera berlari mendengar teriakan Adita.


"Kak Rey!!! huhu jangan mati dulu!! "


"Innalillahi WA inna ilaihi raji'un! " Siapa yang mati? Arkan yang terkejut mendengar teriakan dan tangisan menyayat dari Adita ikut terbangun. Begitu pun dengan penghuni lain, minus Lily yang ruangannya di atas menggunakan pengedap suara begitu pun dengan kamar Abi yang berada di sebelah kamar Rey.


"Minggir Dit! " Nathan meminta Adita menyingkir untuk memeriksa Rey memberikan pertolongan pertama untuk Rey beruntung Rey segera tersadar.


"Rey alergi?" Tanya Nathan.


Richi menjelaskan apa yang terjadi kepada Nathan.


"Tolong angkat Rey ke tempat tidur!" Perintah nathan sambil berbalik ke kamarnya mengambil tas berisi peralatan medisnya lalu kembali memeriksa Rey setelah sebelumnya meminta penghuni yang lain untuk keluar dari kamar Rey.


"Ini tadi saya beli obat alergi di apotik untuk Rey dan Rino. Benar gak?" Tanya Richi.


"Rino alergi juga? " Tanya Nathan yang di jawab anggukan oleh Richi.


"Rey minum obat dulu. Sebaiknya besok kamu periksa ke rumah sakit. Apa sebelumnya pernah alergi sampai pingsan? "


"Baru kali ini sih bang. Kayaknya pingsan tadi karena pusing bukan karena alergi. Soalnya aku memang belum ada tidur dari subuh tadi!" Jawab Rey sambil meminum obatnya.


" Ya sudah, kamu istirahat, efek obatnya memang membuat ngantuk, Saya mau lihat Rino dulu!" Pamit Nathan.


Rino baru saja keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat pucat dan bengkak. Nathan melakukan tindakan yang sama terhadap Rino.


---____---


Nathan terkejut saat melihat Lily menunggunya di pintu kamar Rino. Dan memborbardirnya dengan pertanyaan.


"Gimana Rey sama Nathan? Tadi Bi Fatma bilang Rey pingsan dan Rino diare. Mereka keracunan atau gimana mas? "


Nathan melirik Adita yang tertunduk.


"Kamu tanya sama pelakunya, Tuh! " Tunjuk Nathan pada Adita yang berdiri tertunduk di depan pintu kamar Rey. Lily mengernyit bingung.


"Kok Adita? Emang kamu habis ngelakuin apa' Dit? "


"Aku gak sengaja, Kak! Aku lagi kesal sama kak Rey dan kak Rino. Terus tiba-tiba kak Rey sama kak Rino gangguin aku makan! Aku tadi makan mie pake kerupuk, yang ada udangnya. Karena kesal aku biarin aja mereka makan tanpa bilang makanan aku mengandung udang walau aku tau mereka alergi udang. Niat aku cuma mau balas ngerjain balik, gak tau kalo sefatal ini. Maafin aku buat kekacauan ini kak! " Cicit Adita tanpa berani mengangkat kepala. Lily memijat pelan keningnya. Lalu melihat Nathan yang masih berdiri di sampingnya.


"Terus kondisi Rey sama Rino gimana mas? "


"Udah di kasih obat tadi, paling sebentar lagi tidur karena reaksi obat. "


"Dit, karena ini akibat ulah kamu, kamu udah ganggu penghuni lain juga, jadi tugas kamu malam ini pantau Rey dan Rino. Kamu harus bertanggung jawab dengan mereka berdua. Kasih tau segera kasih tau mas Nathan kalo ada apa! " Perintah Lily tegas.


"I-iya kak!" Adita hanya pasrah, karena dia sadar ini memang kesalahannya. Lily berlalu, dan satu persatu penghuni kos kembali ke kamar masing-masing.


"Selamat bergadang ya dek! jadi perawat kamu malam ini! " Ledek Arkan. Adita hanya pasrah tak sanggup melawan. Sikap pecicilan nya hilang malam ini.


"Ya udah Dit, mas juga ngantuk! sorry gak bisa bantuin kamu! " Richi menguap masuk ke kamar nya meninggalkan Adita yang menghela nafas seorang diri di antara kamar Rey dan Rino.


---___---

__ADS_1


__ADS_2