
Suasana di rooftop benar-benar heboh. Semua anak kos sudah berada di sana. Kecuali Abi, tentu saja, karena malam ini ia harus hadir di tengah acara pertunangan dan lamaran kakak laki-laki satu-satunya.
Lily dan Naura tengah membakar sate yang sudah mereka tusuk tadi sore. Rey, Rino, Aric tengah bermain ular tangga, Adelia, Adita, Kirania dan Vani sedang bermain ludo, Sementara Nathan dan Richi hanya memantau sambil sesekali berkomentar melihat kehebohan anak-anak yang tengah bermain.
"Yes, gue naik tangga!! Yuhuu!!! " Teriak Rino saat menghitung kotak ular tangga sesuai hasil lemparan mata dadu pion nya berhenti di tangga yang artinya naik ke angka atas.
"Ehh!!? Ogebb!!! enak aja elu naek-naek!! Lihat angka kotaknya noh!! kebalik elu! 1, 2, 3, 4! Di patok ular el! tuuurooonn!! " Ujar Rey sambil menghitung dan menggeser pion ular tangga milik Rino. Mereka semua terbahak mendengar obrolan itu! "
"Yah! yah!!! kok malah turun??? Sialan!! salah ngitung kotaknya gue!" Keluh Rino.
"Makanya kalau maen yang fokus! " Celetuk Adita yang bermain ludo tepat di belakang Rino.
"Berisik elu bocah!!" Jawab Rino keki. Dia segera bangkit mengambil sate sosis dan bakso yang telah siap di bakar juga sebagian nugget dan stik kentang frozen yang telah di goreng Lily dan Naura.
__ADS_1
"Ly, Nau, ayok main bareng, tuh Richi sama Nathan belom ada kelompok! " Ajak Rino sambil membawa piring yang penuh makanan. Tak lupa sebotol minuman dingin di kepit di ketiaknya.
"Yuk, Nau, lihat mereka! " Ajak Lily pada gadis pendiam itu. Naura hanya mengangguk dan mengikuti Lily mendekat ke anak-anak yang duduk berkelompok.
"Yeah! Menang!!" Teriak Adita senang saat 4 pion ludonya telah habis menyelesaikan Permainan. Dia berlonjak senang dan tanpa sengaja kakinya menginjak jari tangan Rey yang tengah duduk dengan posisi condong ke belakang dengan tangan yang menopang badannya.
"Aah sakit ogeeb tangan gue di injak! " Teriak Rey sambil menarik tangannya, sambil mengibas dan tanpa sengaja justru mengenai piring sate dan nugget yang tengah di pegang Rini, dan akhirnya semua isi piring jatuh teronggok di atas kertas ludo.
, meniupnya lalu menaruh kembali ke atas piringnya.
"Apaan sih, Dit! kayak anak kecil aja elu menang ginian sampe jejingkrakan gitu habis nih berantakan semua! " Gerutu Aric.
"Yah namanya juga enggak sengaja kak.. Kak Rey, maaf ya gak sengaja tadi! tapi gak sakit kan??" Tanya Adita langsung berjongkok di dekat Rey.
__ADS_1
"Gak sakit, gak sakit! Sini jarimu biar aku gantian nginjek juga.! " Omel Rey.
"Ish, Kak Rey segitunya. " ucap Adita cemberut
"Aah bosen mainnya! Kita ganti main yang lain yuk! " Usul Kirania.
"Main apa lagi nih?" Tanya Rey
"Kita main truth and dare aja gimana? Tapi pertanyaannya kita gunakan pake botol. Pertanyaannya harus sesuai dengan kertas yang jatuh. gak boleh ada pertanyaan yang terlalu privacy." Saran Kirania yang langsung Di setujui anak-anak.
Mereka lalu merapikan ludo dan ular tangga yang berantakan lalu duduk melingkar membentuk lingkaran. Kirania meletakan botol yang berisi kertas-kertas dengan tulisan beberapa pertanyaan. Lalu memutar botol tersebut hingga berputar dan berhenti ke salah satu seseorang yang ada di sana.
--__--
__ADS_1