Janji Lily

Janji Lily
Menjadi Saksi Bulan Madu


__ADS_3

Nathan akhirnya tiba di resort tempat dimana Lily menginap. Jam Sudah menunjukan pukul 4 sore saat ia tiba.


Dengan waktu singkat, akhirnya izin cuti Nathan dapatkan, tentu dengan campur tangan Irvan yang ternyata mengenal pemilik rumah sakit tempat dimana Nathan bekerja. Dokter pengganti selama Nathan pergi juga sudah siapkan. Dan lagi-lagi ini campur tangan Irvan. Semua sesuai dengan percakapan malam itu.


"Susul Lily? Maksud nya om?"


"Ya, harus ada nyang menyusul Lily, menjaganya di sana jangan sampai bertemu Andika dan Istrinya jika benar mereka akan kesana. Kamu paham maksud om? "


"Saya paham om, tapi kenapa harus saya? ,


maksud saya, apa gak aneh jika saya tiba-tiba di sana? terus saya harus bagaimana? "


"Om yakin, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Nathan. Bukan kah tadi kamu meminta om untuk mempercayakan anak om pada kamu? " Nathan mengangguk.


"Akan saya usahakan, saya urus semua secepatnya!"


"Kamu urus cuti kamu saja! transportasi dan akomodasi biar saya dan Sintia yang urus, agar kamu bisa langsung ke tempat dimana Lily! "


Dan di sinilah Nathan saat ini. Nathan belum bertemu Lily. Saat ini ia tengah beristirahat di kamar nya. Karena Lily pun tidak berada di penginapan.


"Kamu Istirahat saja Nathan. Lily aman bersama tour guide nya. Jangan buru-buru memperlihatkan diri. Buat saja kesan seolah-olah pertemuan tidak sengaja. Cukup pantau saja Lily juga keberadaan Andika. Andika juga menginap di resort yang sama dengan kalian nantinya! "


itu pembicaraan terakhir Nathan dan Irvan begitu Nathan tiba di resort. Nathan memilih membersihkan diri dan beristirahat menjelang makan malam tiba. Karena kemungkinan Lily akan kembali saat menjelang malam.


---___---

__ADS_1


Nathan menikmati sup seafood sebagai menu makan malamnya di tambah segelas jeruk peras dingin. Hampir satu jam Nathan lewati di restoran yang menghadap ke laut, dengan riak ombak di tepi pantai. Setelah menu nya habis, Nathan memutuskan berjalan sebentar di tepian pantai yang banyak terdapat bebatuan granit berukuran besar. Konon bebatuan ini muncul dari permukaan tanah. Natuna memang terkenal dengan pulau yang memiliki keunikan dengan hamparan baru alamnya. Sehingga menjadi kawasan geopark nasional tempat para ilmuwan melakukan penelitian. Air yang jernih memantulkan cahaya bulan yang penuh. Pemandangan ini akan jauh lebih indah dinikmati di siang hari. Setelah sedikit lelah berjalan, Nathan memutuskan kembali ke penginapan. Dari kejauhan di lihatnya seorang gadis berpenampilan santai dengan celana panjang, baju kaos dan cardigan tengah berjalan memasuki kawasan resort. Wajah gadis itu terlihat sedikit kelelahan. Gadis itu adalah Lily. Nathan memperhatikan hingga gadis itu masuk ke kamarnya.


Ponsel Nathan berdering. Nathan melihat panggilan yang masuk. Ben, Tour guide yang menemani Lily. Nathan menjawab telepon tersebut dan segera menemui Ben.


---___---


Nathan Baru saja selesai berenang di kolam yang di kelilingi batuan besar, udara panas tak terasa dan terlindung bayangan bebatuan. Saat kembali ke resort, saat itulah di lihatnya dua sosok yang ia kenal berada tak jauh dari meja resepsionis. Andika dan Ivana. Sepasang pengantin baru yang baru melakukan resepsi kemarin.


Nathan segera meraih ponselnya, menghubungi ponsel Ben, mencari tahu posisi Lily saat ini.


Lily tengah mengexplore kawasan teluk depeh - bukit tekol dan akan kembali menjelang sore. Menikmati panorama alam laut dan perbukitan yang vibes nya berasa di jalanan luar negeri yang di apit laut dan perbukitan. Pemandangan yang benar-benar indah.


---___---


"Aku gak nyangka, ada tempat sebagus ini! jadi terbayar lelah perjalanan nya! " Sahut Ivana.


"Tapi, gimana awalnya kamu tahu tempat sebagus ini sampai ngotot kita honeymoon ke sini? bukan ke lombok atau bali? " Tanya Ivana. Andika terdiam. Lalu mengambil posisi duduk tak jauh dari sebuah bebatuan yang cukup besar. Lelaki itu memejamkan mata. merasakan tiupan angin pantai yang menyegarkan. Sebuah memori kembali melintas di ingatan nya.


"Kak, nanti kalau liburan bareng, kita ke sini ya? " Seorang gadis memperlihatkan layar gadgetnya. foto landscape menampakan tepian pantai, bawah laut, bebatuan, bebukitan yang indah .


"Keren, ih! ini mama kamu kan? "


"Iya, natuna nama tempatnya! "


"Natuna? baru dengar! "

__ADS_1


"Di Riau kepulauan, kalau mau ke sini harus lewat Batam! "


"Kalau Batam sih kakak tau. Tapi sumpah ini keren banget tempatnya, jadi pengen ke sini juga! "


"Janji ya, nanti kita pergi bareng! " Ucap Lily sambil menyodorkan jari kelingking nya. Andika tertawa,


"Iya, kapan waktu kita kesana bareng-bareng! " Ujar nya sambil menautkan kelingkingnya dengan kelingking Lily.


"Hei, Dik, kamu ketiduran? " Tanya Ivana sambil meniup wajah Andika. Andika membuka matanya. Di raih nya kepala Ivana, agar mendekat ke arahnya.


---___---


Suasana sore yang syahdu, langit mulai tampak berwarna jingga keemasan. Matahari akan terbenam. Lily berjalan menusuri pinggiran pantai menikmati langit sore dan menanti detik-detik matahari jatuh bersembunyi di bawah laut.


"Ya ampun, itu orang, bisa-bisanya bermesraan di tempat umum begini! " Gumam lily saat tak sengaja melihat sepasang kekasih yang saling memagut bibir. "mana buas banget lagi! ck! ck! ih, ngapain juga di lihatin ngotorin mata aja! " Gumam Lily. Lalu dia kembali berjalan menatap laut, namun baru dia langkah.


"Aawww!!! " Lily mengaduh kencang, Kakinya tidak sengaja menendang sebuah batu yang tertutup pasir, membuat jempolnya merasa sakit dan juga kehilangan keseimbangan karena sebelah kakinya lagi tidak menapak kokoh di pasir. Teriakan Lily membuat sepasang kekasih itu menghentikan aktivitas nya dan menatap ke arah Liy. Lily dan kedua orang itu saling berpandangan. Sejenak Lily terpaku, walaupun dari jarak yang tidak begitu dekat, Lily mengenal salah satu sosok itu. Lily segera menguasai dirinya. Dia segera membuang muka.


Sebuah tangan segera membantu Lily. Lily segera bangkit tanpa melihat sosok yang membantunya. Lily hanya berfikir harus segera pergi dari sana. Bagaimana bisa ia menjadi saksi bulan madu atas seseorang yang ia hindari hingga ia pergi Jauh-jauh kemari, namun takdir justru mempertemukan mereka di tempat pelariannya!


Lily ingin rasanya menangis. Sepasang kekasih yang ia baru saja ia rutuki ternyata adalah sepasang pengantin baru Andika dan Ivana. Bagaimana mereka juga berada di sini. Padahal baru semalam mereka melangsungkan pernikahannya. Dengan tertatih Lily mengikuti langkah seseorang yang menolongnya.


"Kamu gak pa-pa? kamu baik-baik aja kan? kamu boleh menangis kalau itu bisa membuat kamu lega! " Lily mendongak menatap sosok yang membantunya, kenapa suara nya begitu familiar???


---___---

__ADS_1


__ADS_2