Janji Lily

Janji Lily
Adita dan Abi


__ADS_3

Adita keluar dari dapur dengan langkah gontai. Setelah film berakhir, Rhino dan Rey meninggalkannya begitu saja. Film yang katanya bagus, Adita jadi gak tau bagusnya dimana, beberapa kali matanya di tutup mereka berdua hingga dia kehilangan beberapa alur cerita. Bahkan saat adegan seram lagi seru-serunya matanya malah di bekap, katanya biar gak takut atau pura-pura takut terus curi kesempatan untuk meluk-meluk mereka.


"Haiiishh!!! alasan gak masuk akal! " Dumel Adita. Dia sudah membersihkan peralatan kotor makanan dan minuman saat nonton tadi, sementara kedua laki-laki tadi langsung ngibrit ke kemar masing-masing begitu film selesai.


Adita menekan saklar mematikan lampu dapur. Ruangan seketika gelap. Tiba-tiba Tengkuk Adita merinding. Dia berjalan cepat menuju Lift naik ke lantai dua. Namun...


Bruggghh!!!!


"Aaa!!!" Teriak Adita. Dia seperti menabrak sesuatu hingga jatuh terduduk di lantai.


Klik! Bunyi saklar di hidupkan, ruang sekitar menjadi terang.


"Kak Abi??!!! " Teriak Adita kaget. Abi menutup telinganya, pengang!


"Ngapain elo teriak-teriak? bisa diam gak? suara elo bisa membangunkan penghuni lain tau gak? " Ketus Abi.


"Lagian ngapain elo malam-malam masih keliaran?? mana lampu semua di matiin!" Gerutu Abi.


Adita menghela napas, Ia bangkit sendiri karena Abi sama sekali tidak berniat menolong nya. Abi dari awal emang selalu jutek padanya. Lagi pula tadi suaranya emang kencang. Untuk tidak mengganggu penghuni lain. Penghuni lain? Penghuni lain, maksudnya????

__ADS_1


"M-mas Abi, penghuni lain maksudnya siapa?" Adita segera menghampiri Abi, tengkutnya kembali merinding. Abi yang tengah meminum segelas air mengernyit. Dia sama sekali tak berminat menjawab pertanyaan Adita. Setelah gelasnya tandas, Abi kembali mengisi gelasnya lalu segera berlalu dari dapur dan membiarkan lampunya menyala. Agar ruangan ini masih ada cahaya.


"M-mas Abi, tunggu! " Panggil Adita panik karena Abi akan memasuki Lift dan meninggalkan nya seorang diri di sini. Gadis itu segera berjalan cepat menuju lift.


Fyuhhh!!! Akhirnya, sampai juga Adita di kamarnya. Padahal tadi saat nonton, di biasa-biasa saja. Kenapa sekarang malah ketakutan.


Adita segera membersihkan diri di kamar mandi, setelahnya segera ia naik ke kasur, menenggelamkan badannya yang di tutupi selimut dari ujung kaki ke ujung kepala.


---__---


Adita terbangun dari tidurnya, dia melihat jam di ponselnya, baru jam 2. Tenggorokannya terasa kering. Adita bangun, dia melihat gelas di nakasnya kosong, ia lupa mengisi gelasnya sebelum tidur tadi. Dengan malas Adita melangkahkan kakinya keluar kamar. kali ini ia memelih menggunakan tangga. Adita menekan saklar yang ada di sepanjang jalan menuju dapur. Dengan setengah mengantuk, Adita mengisi gelas kosong dengan air yang berada di teko. beberapa tetes air sedikit berceceran. Setelah gelas hampir penuh Adita mengembalikan teko ke tempat semula. Dia berjalan kembali ke atas sambil mematika n saklar lampu yang tadi telah ia hidupkan. Ruangan menjadi gelap. Adita menaiki tangga dengan meraba.


Adita meraba dinding mencari pintu kamarnya dalam gelap. Lalu tanpa sengaja, tangannya menekan pintu yang tidak terkunci dan sedikit terbuka, membuat tubuhnya limbung dan akhirnya terjatuh, otomatis gelas yang di pegang nya juga jatuh, tapi untung saja tidak ada suara pecahan.


"Aaargh!! " Adita baru saja akan menjerit saat suara rintihan lebih dulu ia dengar.


"Eeh, m-maaf siapa? " Tanya Adita terbata dalam gelap.


Klik!! lampu kamar menjadi terang. Terlihat Abi memegang jidatnya yang terantuk sudut pintu.

__ADS_1


"Ello???!!!"


"M-mas Abi, maaf, i-itu jidatnya kenapa? " Tanya Adita terbata.


"Masih nanya juga? Ngapain elu buka pinta kamar gue? Lihat jidat gue jadi memar gara-gara elo! "


Adita meringis, dia segera berdiri. Di lihatnya jidat Abi yang sedikit tergores dan agak benjol.


"M-maaf, mas, gak sengaja, soalnya lampu lorong mati, jadinya gelap! A-aku ngeraba di dinding biar bisa nyampe ke kamar, eh malah ke dorong pintu mas Abi yang gak ke kunci! " Jawab Adita.


"M-mas, J-jidatnya saya kompres ya? " Ringis Adita lagi.


"Gak usah! cepat sana keluar dari kamar saya! " Bentak Abi. Adita langsung mengangguk, Buku-buku balik badan meninggalkan kamar Abi, tapi baru beberapa langkah.


Prankkkkk!! Bruggghh!!! Terdengar bunyi kaca pecah dan suara seperti orang terjatuh. Adita kembali berbalik. Gelas yang ia bawa, terlihat pecah berserak. Sepertinya Abi tidak sengaja menendang gelas yang di bawa dan air tumpahan dari gelas membuat Abi jatuh terduduk di lantai.


"M-mas Abi, ya ampun!!! maaf mas, saya lupa gelasnya, lantainya juga basah! Maaf! Sini saya bantu berdiri! " Ucap Adita panik. Gadis itu segera menghampiri Abi dan membantunya berdiri. Abi menepis tangan Adita yang terulur. Ia bangkit berdiri, sambil tangan kanan mengusap pelipis dan tangan kiri memegang bolongnya yang nyeri. Abi keluar dari kamar, turun ke bawah, Adita mengikuti di belakang dengan rasa bersalah.


---__---

__ADS_1


__ADS_2