
Kirania meletakan botol yang berisi kertas-kertas dengan tulisan beberapa pertanyaan. Lalu memutar botol tersebut hingga berputar dan berhenti dan mengarah ke salah satu orang yang ada di sana.
Rey.
"Nah, Rey! Ayo guncang botolnya, keluarkan satu kertas, teru baca pertanyaannya!" Perintah Kirania.
Rey mengangguk, melakukan apa yang di perintahkan Kirania. Walaupun tadi pertanyaan yang di ajukan tidak terlalu privasi, tapi tetap aja, gak enak hati, Hihihi!!
satu kertas yang bergulung jatuh dari mulut botol yang Rey guncang. Adita segera meraih kertas tersebut dan membacanya.
"Truth or dare. Sejauh ini, apa yang membuat kamu bahagia? " Baca Adita.
Rey tampak diam sesaat dia menarik nafas dengan pipi sedikit mengembung.
"Truth! Aku bahagia saat hal kecil yang aku lakukan bisa di hargai orang lain! "
"Contohnya? " Tanya Adita antusias.
__ADS_1
"Kagak pake contoh!! Di kertas nya kan gak minta contoh! udah putar lagi botolnya! " Jawab Rey sambil memutar botol yang masih ada di tangannya.
Satu per satu mendapat giliran, dari pertanyaan serius sampai yang konyol. Terkadang gelak tawa dan ledekan terdengar dari atas rooftop. Apa lagi saat Rhino mendapat pertanyaan "Kapan terakhir kamu nyolong dan benda apa yang kamu colong? " Dengan santai lelaki itu menjawab "tadi siang, nyolong melirik body cewek seksi! " yang sontak mendapat toyoran di kepala dari Rey. Serta komentar dan celutukan dari teman-temannya.
"Truth or dare! Hal apa yang membuatmu sedih? Ayo kak Lily jawab! " Ujar Adita tak sabar.
"Di tinggal dan perpisahan! " Jawab Lily datar.
"Iya sih, Kak Lily bener, pasti sedih ya kalau ngadepin dua hal itu! " Ucap Adita mellow. Vani yang berada di samping Adita segera menyenggol lengan gadis itu agar tidak meneruskan ucapan nya.
Padahal party di rooftop ini adalah ide Abi untuk menghibur Lily. Karena setau mereka semua, Kakaknya Abi itu pacarnya Lily, eh malam ini lelaki itu malah tunangan sama cewek lain.
"ealah, kok jadi mellow gini sih? Kita main yang lebih seru yuk! " Ucap Rey sambil memperlihatkan layar ponselnya ke anak-anak. Segera Ide Rey di sambut oleh anak kos lainnya.
---___---
Rooftop sudah bersih. Satu persatu anak kos telah kembali ke kamarnya. Namun Lily masih betah berada di sana. Dia menatap bintang yang bertaburan di langit yang malam ini sangat cerah.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja Ly? " Tanya Nathan yang entah sejak kapan duduk di samping Lily. Lily segera menoleh.
"Loh, kok balik lagi? Ada yang ketinggalan? " Tanya Lily. Nathan menggeleng.
"Kamu baik-baik aja kan, Ly? " Tanya Nathan lagi.
"Ya, Aku baik-baik saja kok, emang ada apa sih?" tanya Lily.
"Gak ada, cuma mastiin aja! Kalo kamu butuh teman cerita, saya bisa jadi pendengar yang baik buat kamu. " Ucap Nathan.
"Makasih, aku beneran gak pa-pa kok!" Jawab Lily.
"Saya tau hari ini Andika bertunangan sekaligus lamaran. Saya hawatir, kamu sedih, kamu terbayang sesuatu, dan kamu bermimpi buruk lagi " Jawab Nathan pelan. Lily terdiam mendengar ucapan Nathan.
Sedih?? Ya awalnya Lily memang sedih saat pertama kali mendengar kabar tersebut beberapa minggu lalu. Bagaimanapun Andika pernah menjadi salah satu orang yang paling berarti buat Lily. Tapi sekarang, justru Andika adalah salah seorang yang tertulis sebagai cerita masa lalu di kehidupan Lily saat ini. Namun, sejak kejadian sore hari itu, entah kenapa rasa kecewa sangat mendominasi suasana hati Lily seketika. Dia tak menyangka sisi lain dari Andika yang lembut, bisa menyakiti seperti itu.
"Aku beneran gak papa, Mas. Kamu gak perlu khawatir! " Jawab Lily.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau gitu kamu istirahat lagi! ini sudah lewat jam 11 loh, Ly, angin malam gak baik buat kesehatan! " Nasihat Nathan.
Lily mengangguk, Dia dan Nathan kompak bangkit dari kursi. Kemudian melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan rooftop yang sepi.