Janji Lily

Janji Lily
Jaga Baik-baik


__ADS_3

"Kak Lily! " Panggil Adita pelan.


"Hmm! " Jawab Lily sambil membersihkan kebun Lily nya. Adita dan anak-anak kos lain juga berada di kebun, entah mengapa pagi ini mereka kompak bangun pagi dan turun ke bawah sebelum waktu sarapan. Padahal saat ini tanggal merah.


"Kak Lily ada sesuatu sama mas Nathan? " Bisik Adita.


"Maksudnya? "


Lily menghentikan aktifitasnya membuang bagian bunga lily yang sudah layu.


"Hmm, ya itu, aku lihat akhir-akhir ini kak Lily dekat banget sama mas Nathan, kemana ada kak Lily, ada mas Nathan. Kemarin pas kak Lily hilang, mas Nathan juga tiba-tiba hilang, eh gak tau nya kalian malah muncul bersama. "


"Kemarin itu, gak sengaja ketemu! "


"Masa sih kak? Tapi aku lihat mas Nathan suka sama kak Lily deh. Dulu kak Lily n sakit, mas Nathan yang khawatiiiiir banget, sampe bela-belain nunggu kak Lily. Apa lagi sekarang, bahasa tubuh dan act of service nya kentara banget-banget loh kak! "


"Belakangan kak Lily emang dekat sama mas Nathan, tapi karena kak Lily butuh bantuan mas Nathan sebagai dokter. Kenapa? Dita naksir mas Nathan? gak jadi naksir mas Abi? " Kekeh Lily.


"Ih, gak kak, mas Abi itu galak! Mas Abi jinak nya cuma sama kak Lily. Eh, kalo kak Lily dekat sama mas Nathan, emang mas Abi gak cemburu? " Tanya Adita masih dengan berbisik.


"Jinak-jinak! kamu pikir mas Abi kucing? Kak Lily gak ada something spesial sama mas Abi ataupun mas Nathan. Jadi ya gak ada apa-apa. Kamu mau yang mana? kak Lily bantuin deh comblangin! "


"ish, gak deh, Dita gak suka di comblangin, biar mengalir sendiri aja! "


"Kaya air aja ngalir! " Ledek Lily.


"Ih, kak Lily, orang serius. Tuh lihat, Mas Abi sama mas Nathan pada lihatin kak Lily mulu loh! "


"Ngapain juga lihatin aku, paling juga lihatin kamu! " Ujar Lily sambil terus melanjutkan aktivitas nya.


"Ih, kak Lily, gak ada salting atau ge-er ge-er nya sama sekali di lihatin cowok cakep! " Omel Adita. Lily hanya terkekeh mendengar ucapan gadis itu.


"Oiya, papa mama kak Lily juga akhir-akhir ini kaya dekat, kompak banget, kadang kaya mesra gitu, apa papa sama mama kak Lily baikan ya? "


"Hmm, kak Lily gak tau Dit, kak Lily gak mau berharap! "


"Kadang aku iri loh sama kak Lily! " Ujar Adita.


"Kenapa? "


"Kayaknya semua orang sayang dan peduli sama kak Lily. Kak Lily mudah buat orang suka dengan kak Lily. "


"Kadang yang terlihat di luar berbeda dengan kenyataannya dek, hidup kak Lily gak sempurna untuk kamu iriin! "


"Kak Lily aku boleh nanya gak? "


"Emang dari tadi kamu gak nanya? "


"Ya, Nanya, tapi yang ini agak sensi, makanya aku tanya dulu! "

__ADS_1


"Mau nanya apa? "


"Hmm! Pacar kak Lily siapa sih? kemarin aku pergi nikahan mas Dika, aku kira kak Lily pacar mas Dika. "


"Oya? kamu pergi sama siapa? " Tanya Lily.


"Di ajak mas Abi, waktu itu ada baju seragam, katanya buat kak Lily, tapi karena kak Lily gak ada, mas Abi kasih aku buat nemanin. Kak Lily gak marahkan? " Tanya Adita. Lily menggeleng.


"gak!"


"Kak Lily punya pacar? " Tanya Adita lagi.


"Kak Lily gak pernah pacaran! " Jawab Lily kalem.


"Hahhhh??? Gak pernah! " Tanya Adita kaget, Suaranya lepas begitu saja. Sehingga menarik perhatian yang lain. Padahal dari tadi tidak terdengar suara dari dua orang itu.


"Apa yang gak pernah? " Tanya Nathan yang datang menghampiri mereka berdua.


"Hah??? Eh, itu, Kak Lily katanya gak pernah itu! apa sih kak? " Jawab Adita kaget dan gelapan dengan kehadiran Nathan.


"Itu apa? " Tanya Nathan sambil duduk di atas rumput.


"Itu, itu apa kak? " Tanya Adita pada Lily.


"apa aja! " Jawab Lily asal.


"Nah itu, kak Lily gak pernah apa aja! Eh kok apa aja kak? " Tanya Adita bingung. Lily terkekeh pelan. Sementara Nathan tertawa mendengar perkataan Adita.


" Memang tadi bisik-bisik gosipin apa? " Tanya Nathan.


"Eh, kita gak gosip kok mas, iya kan kak??" ujar Adita cepat sembari meminta dukungan Lily. Lily mengangguk.


"Masa? "


"ih, beneran, tau! "


"Tapi kok tadi kaya ada yang nyebut nama saya ya??"Tanya Nathan sambil menyipitkan matanya menatap Adita.


" Hah? kok tau? mas Nathan punya indera ke enam ya? "


"Jadi bener kan gosipin saya? "


"Eh, gak, kita gak gosip kok! beneran! Nah, Kak Rey manggil aku tuh, aku ke sana dulu ya Mas Nathan, dah kak Lily!" Ujar gadis itu sambil beranjak melarikan diri dari pertanyaan Nathan.


"Ly, kamu sibuk gak hari ini? " Tanya Nathan sambil berdiri menghampiri Lily yang masih berjongkok di sekitar tanaman lily-nya setelah di tinggal Adita.


"Enggak kayaknya! " Jawab Lily singkat.


"Temani saya yuk!"

__ADS_1


"Kemana? "


"Nanti juga kamu tahu, kamu pasti senang di sana, banyak anak-anak soalnya! "


"Oh ya? mau pergi jam berapa? "


"Kira-kira se-jam-an lagi, kita singgah ke supermarket dulu, ada yang mau saya cari juga! "


"Boleh! Kalau gitu saya siap-siap dulu! " Ujar Lily sambil buru-buru hendak berdiri, namun bahunya segera di tahan oleh Nathan.


"Jangan langsung berdiri Lily, kamu udah jongkok dari tadi, coba selonjoran dulu bentar, udah itu baru diri, kalau gak nanti kamu pusing, pandangan kamu bisa muter-muter lho! " Ujar Nathan. Lily menurut. Setelah 1 menit.


"Udah? " tanya Lily. Nathan tersenyum. Mengulurkan tangan kanannya membantu Lily berdiri. Lalu beriringan dua orang itu masuk ke rumah di dalam tatapan sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi.


---___---


"Mau kemana, Ly? " Tanya Abi yang sudah duduk di sofa depan kamar Lily.


"Loh, Bi? sejak kapan kamu di sini? "


"Baru 10 menitan! Kamu mau kemana, Ly?" Tanya Abi yang memindai penampilan Lily yang sudah rapi dengan celana jeans biru dan kaos putih yang yang di tutupi cardigan pink candy.


"Aku di ajak mas Nathan keluar! " Jawab Lily sambil duduk di samping Abi.


"Kemana? "


"Dia gak bilang kemana, tapi katanya bakal rame anak-anak! Kamu ada apa nyari aku? " Tanya Lily.


"Gak, kangen aja udah lama kan gak ngobrol! " Jawab Abi. Lily mengangguk.


"Tapi gak bisa lama! "


"Gak pa-pa, gini aja udah cukup! Kamu hati-hati, ada apa-apa telepon aku! " Pesan Abi.


Lily mengangguk.


"Ly..! "


"Hmm?! "


"Lakukan apapun yang membuat kamu bahagia! " Ucap Abi pelan. Lily mengangguk.


"Makasih, Bi! "


"Ya udah, aku pamit dulu, aku mau ke rumah mama! "


"Hati-hati, salam buat tante! " Ujar Lily. Abi mengangguk lalu beranjak. Di depan tangga, Abi berpapasan dengan Nathan.


"Titip Lily, Than, jaga dia baik-baik. Jangan pernah buat dia sedih! " Pesan Abi sambil menepuk pelan bahu Nathan. Nathan membalas dengan senyum, sambil menepuk pelan lengan Abi yang berlaku.

__ADS_1


---___---


__ADS_2