
Sejenak, hanya keheningan yang menguasai situasi. Lily dan Nathan duduk bersebelahan di kursi taman di halaman rumah milik orang tua Lily. Nathan menarik nafas, lalu merubah posisi duduknya menghadap Lily yang hanya duduk dengan pandangan datar, lurus ke depan. Kedua jari tangannya bertaut di pangkuannya. Nathan meraih ke dua tangan Lily dan memegangnya erat. Lily menoleh menatap Nathan. Sorot mata gadis itu meminta banyak penjelasan.
"Ly, maaf, karena sudah membuat kamu bingung dengan kedatangan saya dan keluarga yang mendadak. Harusnya, saya ngomong lebih dulu ke kamu. Tapi saya takut ada penolakan dari kamu. Karena itu, saya hanya berbicara tentang kedatangan orang tua dan keluarga saya ke sini sama papa dan mama kamu! " Lily diam mendengarkan Nathan sambil matanya terus menatap wajah Nathan. Nathan meneguk ludahnya sebelum melanjutkan pembicaraannya.
"Mungkin kamu kaget, kenapa ada mbak Yasmin, dan juga Erika di sini. Maaf jika saya gak jujur dari awal. Mereka adalah keluarga saya, karena itu saya bisa mencari informasi tentang kamu. Dan entah seperti apa, ternyata papa saya dan papa kamu adalah rekanan kerja, mereka juga sudah kenal lama, bahkan sejak masih muda. Pun bunda Nisa pemilik panti, beliau adalah kakak dari mama saya. Keluarga saya bahkan sudah mengenal kamu juga. Karena itu mereka tak ragu saat saya minta kemari untuk melamar kamu buat saya Ly. "
"Ly, saya cinta sama kamu! Dari awal kita ketemu. Tapi saya gak bisa bilang atau dekati kamu dari dulu. Karena kamu membatasi diri dan dunia kamu Ly. Sampai akhirnya, saya punya kesempatan, tapi saya gak punya lebih banyak waktu untuk berjuang, karena itu saya mengambil langkah seperti ini, Ly! "
"Saya akan pergi untuk waktu cukup lama Ly! " Lanjut Nathan pelan. Lily sedikit kaget. Tapi ia hanya diam sambil tak henti menatap Nathan.
"Kenapa hanya menatap Saya seperti ini? Gak mau tau saya mau kemana? Berapa lama? " Tanya Nathan juga sambil menatap Lily.
"Mas Nathan bakal kembali ke sini? " Tanya Lily lirih. Dia tidak bertanya seperti pertanyaan yang Nathan buat. Nathan tersenyum mendengar pertanyaan Lily.
"Mengapa saya harus kembali ke sini? Harus ada alasan untuk saya kembali, tapi dengan alasan apa saya akan kembali? " Tanya Nathan balik. Lily mengerjapkan mata. Ya, harus ada alasan kenapa seseorang melakukan hal yang sama berulang kali. Lalu dengan alasan apa Nathan akan memilih kembali ke rumah nya?
"Mas Nathan mau kemana? berapa lama? " Akhirnya Lily menanyakan hal itu juga.
"Saya akan melanjutkan kuliah di Australia, saya gak tau berapa lama, mungkin paling cepat 2 atau 3 tahun, bisa juga lebih! ”
" Mas Nathan gak akan kembali dalam jangka waktu itu? "
"Saya gak bisa mastiin, Ly! " Jawab Nathan. Lit mengalihkan pandangannya dari Nathan.
"2 sampai 3 tahun? atau tidak kembali sama sekali? " Bisik hati Lily. Tiba-tiba ada rasa berkecamuk di hatinya. Lily kembali menatap Nathan. Nathan menangkap ekspresi lain di wajah Lily.
"Kenapa? " Tanya Nathan.
__ADS_1
"Kenapa mas Nathan cinta sama saya? " Tanya Lily. sambil menatap Nathan. Nathan menangkupkan kedua tangannya pada wajah Lily. Dia tatap wajah Lily.
Kenapa saya mencintai gadis ini? Apa yang sudah membuat saya mencintai gadis ini? Bahkan sampai melakukan banyak hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan. Jujur, Lily gadis pertama yang membuat Nathan lebih hangat dengan makhluk bernama Wanita. Bahkan Nathan dulunya sempat membuat keluarga besar khawatir kenapa di masa mudanya tidak pernah tertarik dan dekat dengan perempuan. Bahkan di usia yang hampir kepala tiga ia tak pernah menyebutkan dan mengenalkan seorang gadis pun pada keluarga nya. Tapi berbeda saat Nathan kenal Lily. Bahkan dari awal Nathan melihat dan mengenalnya, Nathan sudah menyukai gadis ini, semakin banyak hal yang Nathan ketahui tentang Lily, semakin besar rasa perhatian dan keinginan melindungi gadis ini.
"Kenapa mas? Kenapa mas Nathan cinta sama Lily? " Ulang Lily.
Nathan menggeleng.
"Saya gak tahu, bahkan saya gak tahu apa alasan saya mencintai kamu. Semua mengalir begitu saja, saya lemah saat melihat kamu menangis, saya khawatir saat kamu tidak baik-baik saja, dan saya sangat bahagia saat kamu tertawa tersenyum ketika bersama saya! "
"Mungkin mas Nathan cuma kasihan sama Lily? " Tanya Lily pesimis.
"Kenapa kamu merasa sangat menyedihkan hingga merasa saya kasihan sama kamu, Ly? iya? Jika perasaan kasihan yang saya punya, maka rasa kasihan itu sudah pergi saat saya tahu hidup kamu sekarang jauh lebih baik dan bahagia, Lily! Saya cinta sama kamu! Apa kamu gak bisa melihat dan merasa dari semua perhatian dan sikap saya ke kamu yang selama ini berbeda dengan sikap saya kepada orang lain? Atau di hati kamu sebenarnya masih ada dia Ly? Kamu belum bisa melepaskan dia di hati kamu? " Rasanya cukup sakit jika Nathan harus menyebut jika Andika yang masih berkuasa di hati Lily.
Lily terkejut mendengar kalimat terakhir Nathan. Bagaimana mungkin Nathan berfikir jika Lily masih menahan Andika di hatinya. Lelaki itu telah lama pergi dari hatinya, Lily bahkan tak pernah lagi mengenang lelaki itu. Bagi Lily, Andika saat ini hanyalah teman di masa lalunya. Dan bohong jika Lily tidak merasakan perhatian yang begitu berlebih dari Nathan di saat Lily berada di titik terendah hidupnya, di saat ia sudah lelah berpura-pura kuat dan baik-baik saja. Hanya saja, Lily selalu menyangkal segala perhatian Nathan padanya selama ini adalah perasaan milik seorang lelaki pada seorang perempuan. Ia menganggap Nathan hanya bersimpati kepadanya.
"Jadi, benar jika masih ada dia di hati kamu? " Tanya Nathan saat ia lihat Lily hanya dia dengan fikirannya.
"Yuk, kita masuk, kasihan mereka sudah terlalu lama menunggu. Saya gak papa, yang penting kamu janji, bahagia terus ada, ataupun tanpa saya! " Ucap Nathan sambil berdiri. Dia menarik pelan lengan Lily. Tapi gadis itu tak kunjung berdiri.
"Ayo, kita sudah terlalu lama di luar, kasihan mereka menunggu, kamu juga pake baju sedikit terbuka, nanti masuk angin! " Ajak Nathan tanpa melihat Lily. Lily menatap Nathan tak percaya. Ia segera menepis tangan lelaki yang memegang tangannya.
"Ly? " Nathan berbalik menatap Lily.
"Apa? Jelasin dulu sama Lily, mas Nathan mau ngomong apa dulu sama keluarga kita di dalam? Lily gak suka mas Nathan suka seenaknya sendiri! " Ucap Lily jutek.
"Saya akan ngomong apa adanya di dalam, gak akan saya kurangi ataupun saya lebihkan! "
__ADS_1
"Iya, tapi contohin dulu ngomongnya kaya gimana! " Desak Lily.
"Saya akan bilang kalau kamu belum siap, karena semua serba mendadak! "
"Terus, lamarannya? "
"Gak perlu saya jelaskan, mereka akan paham, Ly. "
"Maksud mas Nathan, mereka akan ngerti lamarannya udah Lily tolak? " Tanya Lily. Nathan mengangguk.
"Iih, mas Nathan nyebelin banget sih! " Ucap Lily kesal sambil berdiri mendorong dada Nathan hingga lelaki itu mundur beberapa langkah. Membuat Nathan kaget juga bingung dengan Lily yang tiba-tiba berubah terlihat kesal.
"Ly, kamu kenapa? " Tanya Nathan bingung.
"Mas Nathan itu nyebelin tau gak! " Pekik Lily gemas.
"Maaf, kalau saya salah! Tapi kamu kenapa? "
"Mas Nathan masih tanya kenapa? mas Nathan seenaknya aja mau bilang sama semua orang di dalam kalau kalau Lily yang nolak lamaran! "
"T-tapi kan? " Tanya Nathan yang kini bingung.
"Tapi apa? Emang mas Nathan ada ngomong mas Nathan mau lamar Lily? Mas Nathan ada nanya Lily terima apa gak? Terus mas Nathan ada dengar Lily kasih jawaban apa? " Nathan menggeleng. Tiba-tiba Ia merasa seperti orang bodoh. Lily sampai gemas hingga memukul Nathan bertubi-tubi.
"Iiihh mas Nathan ini kok bisa-bisanya nyebelin kaya gini??? Biasa mas Nathan malah suka maksa sampai sampai Lily gak bisa nolak, terus sekarang malah seenaknya mengambil keputusan sendiri tanpa tanya Lily. Apa ini sisi jelek mas Nathan???suka seenaknya, semaunya tanpa mikirin perasaan orang! Iya? kaya gitu!! Emang ada orang lamaran juga kaya gini!!!" Pekik Lily kesal tanpa menghentikan pukulan di tubuh Nathan. Nathan berusaha menahan Lily yang sangat kesal. Ia menangkap tangan Lily dan menahan gadis itu dipelukannya.
"Hei, kamu kenapa? " Tanya Nathan sambil memeluk erat gadis itu. Bukannya menjawab. Lily justru menangis kencang.
__ADS_1
"Ly, K-kamu nangis? Apa saya sudah menyakiti kamu? " Tanya Nathan bingung dengan Lily yang tiba-tiba menangis
---___---