
"Abi!!! Bener-bener kamu yaa! bisa-bisanya ampe berminggu-minggu gak pulang!!" Gemes Riana, ibu Abi dan Andika saat abi anak bontotnya pulang.
"Hehe, Maaf Ma, Abi sibuk ngurus cafe! " Cengir Abi sambil memeluk dan mencium pipi wanita yang telah melahirkankannya itu.
"Gimana cafe mu, Bi? " Tanya Setio Darmawan saat Abi mencium tangan ayahnya dan duduk di samping beliau.
"Alhamdulillah lancar, Pa! Sejauh ini Abi puas dengan perkembangannya! "
"Bagus, tapi kamu harus terus memantau peluang pasar dan selalu berinovasi memunculkan ide-ide menarik untuk usaha kamu dari waktu ke waktu, baik dari segi menu, tampilan cafe, pelayanan, semua harus disesuaikan dengan keinginan pelanggan yang sering berubah dan ingin hal baru!"
"Iya, Abi paham! "
"Kalau ada waktu, sesekali datang ke kantor papa, Abi belajar cara menjalankan perusahaan, karena dari sudut pandang papa, Abi memiliki insting bisnis yang baik. Sementara kakak kamu memang dari awal tertarik dengan dunia kedokteran! "
"Iya pa, nanti Abi coba, tapi Abi masih ingin mengembangkan usaha Abi ini dulu pa, Abi ingin belajar berdiri dengan kaki Abi sendiri! "
"Baik, Papa tunggu kapanpun Abi siap!"
papa gak memaksa, tapi seandainya ada waktu, kamu pelajari juga bisnis papa, papa tau kamu mampu, insting bisnis kamu kuat sekali! "
"Oya Bi, minggu depan pertunangan Andika, kamu jangan lupa ya. Jangan lupa kabari Lily. Kamu ajak Lily juga. Sepertinya pernikahan Andika juga akan dipercepat, karena permintaan keluarga besar wanita! " Abi mendengus mendengarnya.
"Andika mana ma? " Tanya Abi.
"Lagi istirahat, di kamarnya, baru pulang juga tadi setelah seharian keluar mengurus segala keperluan pernikahannya dengan Ivana (Calon Tunangan Andika). Temuin gih kakak kamu, siapa tau dia butuh bantuan, lagi pula Andika sibuk juga dengan urusan rumah sakit, jarang-jarang kan kalian bisa ketemu. " Abi mengangguk. Lalu pamit dari hadapan ayah dan ibunya.
---___---
Abi masuk ke kamar Andika tanpa mengetuknya. Di lihatnya Andika yang tengah video call dengan Ivana. Andika segera mematikan panggilannya saat melihat Abi masuk ke kamarnya.
"Cih, tadi pagi nelpon Lily sok perhatian, sorenya nelpon mesra calon tunangan, bangs*t banget sih elu, bang! "
"Kamu kenapa Bi? datang-datang maki-maki abang? " Tanya Andika sambil mengecharge ponselnya dan duduk bersandar di ranjangnya.
__ADS_1
"Elu masih nanya?" Tanya Abi geleng-geleng kepala. Andika menghela nafas.
"Lily? Kamu cinta sama Lily? kamu tinggal kejar dia dan buat dia luluh! " Jawab Andika.
"Elu pikir segampang itu??!! Di otak Lily cuma ada Elu bang! Dan lihat kelakuan elu, Elu malah mau tunangan dan nikah bentar lagi, tapi elu masih PHPin dia! " Andika menghela nafas, dia menegakkan tubuhnya, dan menurunkan kaki, mengubah posisi duduknya menghadap Abi.
"Kamu gak ngerti hubungan abang dan Lily, Bi!"
"Yups! Elu benar! Gue emang gak ngerti sama sekali sangking brengseknya elu bang! Elu berhubungan dengan cewek lain, bahkan hampir bertunangan, tapi elu masih sempat jalan sama Lily! Elu ajak dia dinner, Jalan-jalan, kasih perhatian dan semacamnya! Elu ngerti gak bang? sekarang gue tanya! cewek elu, tau gak hubungan elu sama Lily? Pernah elu kenalin dia sama Lily? " Tanya Abi. Andika terdiam.
"Gak bisa jawab kan elu, bang? Tolong selesaikan hubungan elu sama Lily sebelum pertunangan elu terjadi bang. Jangan biarkan Lily nungguin elu! Dia sampai hari ini masih setia dengan janjinya sama elu! Gak pernah sekalipun dia mau membuka hati dan menerima orang lain selain elu bang! Mau sampai kapan elu minta dia menjaga janji sementara elu sendiri udah lama berhianat!"
Andika diam, Abi salah menilainya, namun dia tau percuma untuk menyangkal. Hati Lily memang tidak pernah menjadi milik siapapun, termasuk untuk Dika!
"Gue udah ngasih tau Lily kalau elu mau tunangan bang, karena gue yakin elu sampai hari ini gak pernah ngabarin hal ini sama dia kan?" Andika kaget, dia memang belum siap untuk memberitahu Lily.
"Lily sudah tau dari sebelum terakhir kali elu ajak dia jalan, yah walaupun setelahnya dia sakit karena ulah elu! "
"Lily sakit? " Tanya Andika kaget.
---___---
"Kenapa lagi sih, Bi? baru ketemu ribut lagi sama abang mu?" Tanya Riana kepada anak bungsunya itu. Suara pintu di banting terdengar hingga dapur, membuat Riana yang tengah menggoreng cemilan kesukaan putra bontotnya itu sampat terkejut.
"Bercanda doang ma, biasa anak laki! " Sahut Abi cuek sambil mencomot gorengan yang baru saja di tiris kan! "
"Hauoh, pangassss!!" Abi meletakkan kembali gorengan yang sudah di gigitnya ke piring.
"Itu baru di taroh, jelas aja panas, jelas-jelas masih berasap maen comot aja! "
"Kalo kesal bawaannya lapar maa!"
"Kesal kenapa lagi, Bi? tadi ngapain pake banting-banting pintu? Ribut sama abang mu? "
__ADS_1
"Kagak pa, bercanda doang! "
"Bercanda kok banting-banting, kalo rusak rumah papa ganti rugi kamu! "
"Yaelah paa, nanti juga bakal di wariskan!" jawab Abi yang langsung mendapat kita kan oleh ayahnya.
"awww!! sakit paaa!!" Teriak Abi sambil mengelus kepalanya yang terasa nyut-nyut.
"Pede banget kayak yang dapat bagian aja!" celetuk Andika yang masuk ke dapur.
"Ya iyalah, enak aja kalo mau dikuasai sama elu semua! "
"Ya iya dong, gue kan anak kandung mama papa, lah elu? "
"Anj*rrr!!! elu pikir gue anak pungut??!" Emosi Abi.
"Nah tu nyadar!!! elu sendiri yang bilang kan? " Jawab Andika sambil mencomot gorengan yang sudah dingin.
"Brengsek elu!! sini elu nyari gara-gara! " Abi menggulung lengan bajunya sampai ketek! Andika segera bersembunyi di belakang punggung ibunya yang baru selesai menggoreng.
Setio segera menangkap Abi yang tengah emosi.
"Kalo bertengkar gak ada yang dapat warisan! " Tegas Ayahnya membuat Abi kincep. Andika tersenyum di belakang ibunya.
"Aahh sudahlah!! Males banget di rumah! " Kesal Abi. Dia segera pergi tak lupa melarikan sepiring gorengan di meja.
"Eeh, Abiii itu mau di bawa kemana??!! " Teriak Ariana.
Sibungsu itu tak menyahut, tapi tak lama terdengar suara klakson dan deru mobil yang menjauh.
"Anak mu, ma, ma! " Geleng setio. Andika tertawa.
"Gara-gara kamu Dik, sudah tau adek mu itu mudah ngambek, malah di buat kesal teruss!! Heran, udah pada dewasa juga masih aja kaya bocahh!!!" Keluh Ariana.
__ADS_1
"Besok juga dia balik ma, ngembaliin piring mama!! " Jawab Andika santai.
---__---