
"Bi, beneran itu kejedot? " Tanya Lily yang sengaja bertandang ke kamar Abi. Dia membawakan risol mayo dan waffle keju yang di pesannya melalui aplikasi online.
Lily mematikan AC dan membuka jendela kamar Abi.
"Pengap banget sih, Bi!! " Omel Lily. Abi hanya Nyengir. Kamarnya emang sudah beberapa hari tidak di bersihkan karena ia jarang pulang, dan pulang setelah tengah malam saat kembali ke kos.
"Bi, Tolong!" Tunjuk Lily pada grendel pintu yang menghubungkan dengan balkon. Abi segera menghampiri dan menurunkan grendel pintu lalu membukanya. Lily segera duduk di balkon dengan membawa risol dan waffle yang tadi ia bawa. Abi segera mengikuti Lily, duduk di samping gadis itu.
"Jadi beneran, kejedot? " Ulang Lily.
"Iyaa! Beneran! " Jawab Abi sambil mencomot risol favoritnya.
"Kejedot di mana? " Tanya Lily yang tengah mencocol waffelnya dengan krim keju.
"Pintu kamar, tadi malem, gara-gara si trouble maker! " Gumam Abi.
"Trouble Maker? Siapa trouble maker? Tanya Lily bingung.
"Anak baru! "
"Anak baru??! "
"Penghuni kos baru! "
"Penghuni..kos.. baru.. ?! " Lily mengernyit.
"Penghuni baru? Adita? Maksud kamu Adita? " Tanya Lily. Abi hanya mengangguk mengiyakan.
"Ya ampun, Bi! Udah mau setahun kali dia di sini, masa masih di bilang anak baru sih? buat aku mikir lama aja! Coba bilang dari tadi, Adita gitu! " Omel Lily..
"Gak tau, gak ingat namanya! " Jawab Abi
sambil mencomot sepotong risoles lagi.
__ADS_1
"Alasan kamu! Terus kenapa pake di gelarin trouble maker segala? "
"Karena dari awal tuh anak pindah ke sini selalu buat gara-gara, cari masalah mulu!"
"Perasaan dia baik deh!"
"Baik apaan, nih ya aku sebutin trouble apa aja yang sudah tu orang buat! Dari hari pertama dia datang ke sini, aku kehilangan sendal gara-gara dia seenak jidat pake sendal aku! Terus, aku pernah telat ke cafe buat ketemu calon mitra gara-gara kehilangan helm yang ternyata dia pinjam buat ke pasar. yang ke tiga.. aku lupa! Nah ini yang terakhir, benjol!! untung aku gak sampai gegar otak dan amnesia Ly! " Cerocos Abi. Lily tergelak mendengarnya, Ya, Lily juga ingat kejadian pertama dan ke dua yang Abi sebut kan itu. Karena saat itu Abi sangat senewen karena helm dan sendal jepit itu adalah kesayangannya, dan Lily waktu itu di paksa buat bantu nyariin barang-barang milik Abi itu.
"Waktu itu kan dia udah minta maaf, Bi! Lagi pula masih bocah gitu juga di ladeni sampai ke hati banget! " Jawab Lily sambil kembali menikmati waffel nya.
"Kesel banget tau, Ly, Sumpah!! "
"Awas, lama-lama suka loh kamu sama dia! " celetum Lily.
"Amit-amit!!! pensiun gue makan risol kalo sampe suka sama tuh orang! "
"Haha!!! segitu nya, Bi? Awas yaa aku inget loh ucapan kamu, kalau kamu sampai beneran suka sama dia nanti, aku bakal awasin kamu buat gak makan risol lagi! " Ledek Lily.
"Alah, belom kena batunya aja kamu bilang bukan tipe kamu, kalo udah kesambet sama tuh anak juga jamin bakal amnesia beneran kamu kalo pernah ngomong kaya gini! "
"Gak bakalan kejadian pokoknya! " Jawab Abi yakin.
"auk ah! terserah kamu! " balas Lily. Dia fokus menghabiskan waffelnya kali ini. Suasana hening sejenak.
"Eh, tapi kalau misalnya ni, akun jadian sama dia, kamu gak cemburu kan, Ly! " Goda Abi sambil menyenggol lengan Lily. Lily yang sedang menikmati kunyahan waffel terakhirnya mendadak tersedak mendengar ucapan Abi! "
"Uhuk!!! uhuk!!! "
"L-ly, minum dulu- minum dulu! " Abi segera mengambil sebotol air mineral yang ada di kamarnya. Memberikan pada Lily sambil menepuk pelan punggungnya.
"Rese banget! Kaget aku dengarnya!! Ngapain aku cemburu sama kamu! " Ucap Lily sewot setelah dirinya reda dari rasa tersedak.
"Yaelah! Bercanda doang kali, Ly! Lagi pula kamu belum move on juga dari Kak Dika kan? " Tanya Abi. Lily terdiam sesat, lalu berdehem singkat sebelum menjawab pertanyaan Abi.
__ADS_1
"Kamu salah, Bi! Aku bahkan sepertinya gak pa-pa, aku baik-baik saja tanpa perlu susah move on. Aku seperti bener-bener sudah siap buat ngadepin kondisi seperti ini tanpa patah hati, Bi! Aku awalnya sempat sedih, tapi entah kenapa setelah terakhir kali kak Dika kemari, semuanya seperti kosong. Aku gak papa, aku kecewa sama kak Dika, tapi gak lain hanya karena perbuatannya! Aku beneran gak ngerasain kecewa, atau patah hati, aku bahkan ragu, mungkin perasaan aku gak sekuat itu utk kak Dika, sehingga mudah banget buat aku lepas! " Ucap Lily santai.
Abi sedikit terperangah mendengarnya. Awalnya Abi mengira Lily akan terluka dan patah hati. Bahkan Abi menyiapkan ide agar malam itu anak-anak penghuni kos membuat acar untuk menghibur Lily. Dan jadilah malam di mana Andika bertunangan sekaligus menjalani prosesi lamaran itu, Anak-anak kos berpesta barbeque demi menghibur Lily agar sejenak bisa memiliki kesibukan dan melupakan acara pertunangan Andika. Tapi saat ini, Abi pun melihat sendiri, Lily memang baik-baik saja, karena Abi tahu Lily adalah perempuan yang pandai menyimpan perasaannya saat dia sedih, kecewa dan memiliki masalah. tapi melihat nya begitu santai seperti ini, Abi beneran sangat yakin, bahwa Lily memang benar-benar baik-baik saja.
"Good!!! kalau begitu aku ada kesempatan. buat dapetin kamu! " Goda Abi.
"No!!! kita cuma pas jadi teman, kamu buat Adita Aja! " Ledek Lily.
Abi tertawa, di acaknya pelan puncak kepala Lily lalu dia segera masuk ke kamar dan keluar menuju lantai bawah sebelum...
"Aahhh Abi!!!! brengsek!! Rambut aku bau risollll!! tau" Pekik Lily kesal.
---___---
Abi melenggang menuju dapur untuk mengambil minuman dingin di lemari es, Saat tiba-tiba dadanya di tabrak seseorang.
"Eh, maaf, Ga se..nga.. ja!!! " Cicit gadis itu pelan. Abi mengacak tangannya di pinggang melototi gadis itu.
"Kalau jalan lihat-lihat! Pake mata! Jangan hape yang di plototin! " Judes Abi.
"Kan sudah minta maaf mas, saya gak sengaja! " Jawab Adita.
Maaf! Maaf! senang banget jadi orang cari gara-gara, dasar trouble maker! " Sungut Abi sambil berjalan melewati Adita menuju lemari es. Dan umpatan Abi tentu saja masih terdengar oleh Adita.
"Eh, Mas Abi! saya sudah baik-baik ya minta maaf! Masih aja di bilang trouble maker! Emang kapan saya buat masalah dalam hidup mas? Lagi pula masih mending juga saya nabrak karena main Hape! Lah mas yang gak kenapa-kenapa, kemana aja matanya sampai gak bisa menghindari saya?! " Jawab Adita berani.
Abi hanya melotot mendengarnya
"udah-udah! Jangan bertengkar terus! Nanti jodoh loh! " Ledek Lily yang menyaksikan kejadian itu dari awal sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman dingin dari lemari es.
"Ogah!!! Amit-amit!! " jawab dia orang itu Ketus dan kompak! Membuat tawa Lily menjadi lebih lebar.
----___-----
__ADS_1