
Andika terbangun dari tidur nya. Kepalanya terasa berdenyut saat hendak bangkit dari kasur. Matanya memindai sekeliling. Ini bukan kamarnya. Andika mengingat kembali apa yang terjadi.
Sepulangnya dari kediaman Lily, Andika membawa mobilnya mengitarj jalanan tanpa tujuan hingga hari semakin gelap dan akhirnya ia berhenti di sebuah club malam.
Andika ingat dia minum banyak tadi malam. Gilirannya benar-benar berantakan.Dan dalam kondisi masih setengah sadar, Andika ingat dia melihat Ivana di sana. Ivana yang entah baru tiba atau bagaimana berusaha menarik Andika pergi dari sana. Sempat ada adegan tarik-tarikan karena Andika tak ingin berhenti. Dia merasa lelah dan butuh pelarian dari beban berat di hati dan fikirannya.
"Sudah bangun? " Tanya Ivana yang baru keluar dari kamar mandi, wanita itu masih menggunakan bathrobe dan handuk di kepalanya. Dia berjalan menuju ke meja rias untuk melakukan sesuatu pada wajahnya. Andika sadar, saat ini ia berada di apartemen milik Ivana.
"Kenapa bawa aku kemari? " Andika balik bertanya.
"Jadi kamu mau aku antar kamu yang lagi mabok ke rumah orang tua kamu iya? atau ke rumah gadis yang namanya kamu sebut tadi malam dan malam-malam sebelumnya, Iya??? " Lirik Ivana dari cermin meja riasnya.
Andika mengusap kasar rambutnya. Otaknya belum bisa di ajak bekerja sama, suasana hati dan pikirannya masih berantakan. Alkohol sama sekali tak bisa merubah suasana hatinya.
"Apa lagi, Dik? Lusa kita sudah bertunangan, bulan depan kita juga bakal nikah! Tapi kenapa sih kamu kepikiran teman kecil kamu? Toh dia gak ada perasaan apapun kan sama kamu?? kalian juga gak punya hubungan apapun kan? Tolong berhenti Dik, hubungan kita sudah terlalu jauh dan serius, jangan kamu rusak semua yang sudah kita rencanakan! " Pinta Ivana.
Andika sama sekali tidak menjawab Ivana. Dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ivana menghela nafas. Dia melanjutkan kembali aktivitas nya.
---__---
Ivana menatap rumah besar di hadapan nya. Dia tau mengenai Lily. Ivana telah lama mengetahui tentang Lily dan Andika. Mereka dekat. Tapi tak memiliki hubungan apapun. Selama dua tahun menjalin hubungan dengan Andika, tak pernah sekalipun lelaki itu mengenalkan Ivana kepada Lily. Ivana pun merasa hal itu tak penting. Karena sepengetahuannya, Lily dan Andika tak lebih dari teman kecil. Dari zaman kuliah, nama Lily tak pernah asing di telinga Ivana, walaupun dia sama sekali tak pernah bertatap muka dengan gadis itu sebelumnya. Ivana pernah melihatnya sekilas di beberapa moment. Dan Ivana akui, gadis bernama Lily itu cantik. Tidak terlalu tinggi, sesuai rata-rata tinggi orang Indonesia, kulit putih bersih, rambut panjang indah seperti model iklan shampo.
Namun hari ini, entah apa yang membawa Ivana ke tempat ini, tempat kediaman Lily.
"Maaf, Mbak cari siapa?" Tanya seorang pria. yang berdiri di samping jendela kaca mobil yang terbuka di sisi kanan Ivana yang merupakan salah seorang penjaga rumah Lily.
"Owh, gak saya mencari alamat seseorang! " Jawab Ivana bingung.
__ADS_1
"Boleh tau siapa, mbak? "
"Teman saya, Lily! "
"Owh, mbak Lily, iya ini benar rumah mbak Lily, mbak udah ada janji atau mau saya infokan ke mbak Lily dahulu? " Tanya pria itu lagi. Ivana terlihat ragu.
"Gak perlu pak, sama saya saja, dia calon kakak ipar saya! " Ivana dan pria itu menoleh serentak ke arah sebuah suara.
"Eh, Mas Abi, kakak ipar nya toh! ya sudah kalo gitu lanjut sama mas Abi saja ya mbak, saya permisi dulu. Ucap pria itu sambil berlalu kembali ke pos jaganya.
Abi memberi kode kepada Ivana untuk membuka pintu di samping kursi penumpang dan segera masuk ke mobil Ivana saat berhasil membuka pintunya.
"Ada apa mau ketemu, Lily? " Tanya Abi to the point.
"Hanya ingin berkenalan dan berbicara saja! " Jawab Ivana.
"Hanya itu? " Tanya Abi sambil menoleh dan menatap tajam Ivana.
"Yaa, aku memintanya untuk mundur dan pergi dalam kehidupan Andika, karena sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Andika, dan tak butuh waktu lama kami akan menikah! " Abi tertawa mendengarnya.
"Tak perlu, Lily tak berniat untuk merebut Andika dari mu. Bahkan sejak lama dia telah melepaskan Andika. Dia tak pernah menahan Andika untuk selalu bersamanya. Selama ini, Andika yang selalu mencarinya, jadi yang seharusnya kamu peringatkan adalah Andika. Bukan Lily." Ucap Abi tegas.
"Tapi Andika selalu memikirkan gadis itu, Bi!! "
"Suruh Andika menghentikan pikirannya! Bukan Lily! "
"Tapi Andika gak akan bisa melupakan dia begitu aja kalau dia masih berkeliaran di dekat Andika!! " Ivana hampir histeris mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Dengar Ivana! Kapan Lily berkeliaran di dekat Andika?? Justru Dika yang kemari mencari Lily! Bahkan semalam calon suami elo memaksa buat bertemu Lily!! Jadi, sebelum apa yang tidak kamu inginkan terjadi, aku ingatkan, jaga Andika dengan baik! Jangan sampai saat bersama kamu dia masih punya kesempatan mengusik Lily! Dan sekarang aku harap kamu pergi! Jangan ganggu Lily. Dia tidak punya masalah sama sekali dengan kamu! " Usir Abi lalu segera keluar dari mobil Ivana masuk ke halaman rumah Lily dan meninggalkan Ivana di sana.
---___---
"Kamu baik-baik aja, Ly? Kenapa gak ngabari aku sih? Apa yang sebenarnya terjadi Ly? " Tanya Abi saat ia bertemu Lily di lantai 3.
"Jangan di bahas lagi, Bi! Kamu udah tahu kan ceritanya? " Abi mengangguk. Matanya menatap fokus pada Lily yang tampak sedikit pucat. Dia tak bisa membayangkan betapa takut dan panik nya Lily menghadapi Andika yang tengah kesetanan semalam. Abi mengepalkan jari tangan nya menahan emosi membayangkan hal itu. Ada sesal di hatinya kenapa kemarin sore dia justru tidak pulang dan malah menginap di cafe.
"Aku harus gimana, Ly untuk menebus semua yang terjadi? "
"Gak perlu, bukan salah kamu, Bi, gimana pun kamu dan kak Dika saudara, aku nggak mau kalian berantem, atau hubungan kalian gak baik karena aku. " Abi menghela nafas. Lily benar, di satu sisi Andika adalah kakak nya, namun di sisi lain, Lily adalah seseorang yang spesial dalam hidupnya.
"Tadi, aku ketemu Ivana di depan! " Ucap Abi pelan, setelah di jeda keheningan beberapa saat.
"Maksud kamu.. " Ucapan Lily menggantung dengan mata menatap Abi dengan tanya.
"Iya, Ivana tunangan bang Dika. Tapi aku langsung suruh dia pergi, agar tak mengganggu kamu! "
"Kenapa tiba-tiba dia mau ketemu aku?kan gak saling kenal." Tanya Lily bingung.
"Dia mikir kamu ingin merebut Andika dari nya. Menurutnya karena selalu kamu yang ada di pikiran Andika. Ada-ada aja mereka itu! " geleng Abi. Lily menghela nafas. Hubungannya sama Andika akhirnya justru seperti ini.
"Besok mereka tunangan dan lamaran, Mama Minta kamu datang, Ly. Cuma menurut aku, sebaiknya kamu gak perlu ke sana. Aku hawatir sama kamu, Ly, gak bermaksud apapun! Tapi, kalau kamu tetap ingin hadir, kamu kasih tau aku, kita pergi bareng, dan kamu gak boleh jauh dari aku! " Ucap Abi, dia hanya hawatir ada kegilaan yang di lakukan Andika atau Ivana nanti yang menyakiti Lily. Apa lagi mengingat perbuatan Andika kemarin dan kedatangan Ivana yang tiba-tiba mencari Lily.
"Aku gak datang, tapi aku mesti bilang apa ke tante? " Tanya Lily ragu, bagaimanapun tante Riana sangat baik padanya. Tapin untuk bertemu lagi dengan Andika, jujur Lily pun gak sanggup, masih ada ketakutan yang membayangi melihat bagaimana Andika seperti lepas kendali terhadap dirinya.
"Urusan mama, kamu tenang aja Ly, nanti biar aku aja yang kasih alasan ke mama kenapa kamu gak datang. "Lily mengangguk.
__ADS_1
"Makasih ya, Bi! " Ucap Lily tulus.
---___---