Janji Lily

Janji Lily
Menjaga Lily (2)


__ADS_3

Nathan mendekati Lily yang tengah tertidur. dia merendam kembali kain kompres memerasnya dan meletakkan kembali di kening Lily hati-hati.


kelopak mata yang tertutup itu terlihat bergerak-gerak. Bibirnya bergumam tak jelas. Keringat kembali membasahi wajah Lily.


"Sepertinya bi Fatma benar. Anak ini mimpi buruk! " Gumam Nathan.


Nathan mengusap pelan lengan kanan Lily.


"Li. . Lily..! " Panggilnya pelan.


Tiba-tiba Lily tersentak. Dia membuka mata. Nafasnya terdengar memburu. Lily melihat nathan yang mengusap pelan lengannya. Memejamkan matanya sesaat dan mengatur nafas. Lalu mencoba beringsut pelan menyandarkan punggungnya di head board.


"Mas Nathan masih di sini? " Tanyanya sembari mengatur nafas. Nathan meraih kompres Lily yang terjatuh dan meletakkanya ke wadah yang ada di atas nakas.


"Mimpi buruk? " Lily mengangguk.


"Bi Fatma mana? "


"Di sofa depan, biarin aja bi Fatma tidur dulu. kasian, dari tadi jagain kamu! kamu merasa pusing? "


Lily menggeleng. "Sedikit, lebih berasa demamnya, gak enak. "


Nathan mengangguk mengerti.


"Tidurlah, istirahat yang cukup biar lekas sehat. Kamu kecapekan, kemarin baru habis sakit, sekarang sakit lagi. "


"Saya gak bisa tidur, dari tadi mimpi buruk terus, badan saya jadi lebih capek dan terasa sakit, mimpinya seperti nyata! " Keluh Lily menyandarkan kepalanya di head board. Mata sayunya sesekali terpejam. Tanda ia mengantuk. Tapi berusaha di tahan.


Nathan mengambil gelas air putih yang ada di makassar, memberikannya kepada Lily.


"Minum dulu biar lebih tenang! " Lily menerima gelas tersebut dan meminum isinya hingga setengah.

__ADS_1


"Sekarang tidur lagi!" Perintah Nathan. Liky malah menggeleng, dan beringsut ke pinggir ranjang.


"Saya mau ke kamar mandi!" Jawab Lily, dia berusaha menapak kan kakinya ke lantai, mengumpulkan kekuatan. Tapi baru selangkah tubuhnya limbung. Beruntung Nathan sigap menangkap tubuh Lily. Lelaki itu turut berdiri melihat Lily bangun.


"M-maaf mas! "


"Gak pa-pa, badan kamu pasti lemas, saya bantu antar ke kamar mandi! " Nathan segera merangkul Lily dan membantunya berjalan.


"Bisa kan? " Tanya Nathan saat berada d depan pintu kamar mandi.


"Bisa! " Jawab Lily pelan. Dia segera masuk dan menutup pintu kamar mandi. Nathan menunggu di depan pintu. Tak lama Lily keluar dengan wajah sedikit basah, sisa air mencuci wajah. Nathan sigap membantu Lily ke tempat tidur. Nathan merapikan dan menumpuk bantal agar lebih tinggi.


"Istirahat lagi ya, Ly! " Kata Nathan lagi.


Tapi Lily malah memilih bersandar kembali di head board. Nathan duduk di kursi yang bi Fatma letakkan di samping tempat tidur Lily.


"Saya udah gak ngantuk, Mas Nathan silahkan kembali ke kamar saja. Maaf, kembali merepotkan. Terima kasih sudah membantu saya lagi! " Ucap Lily dengan suara pelan dan serak.


"Bukannya besok mas Nathan juga harus ke rumah sakit? "


"Besok saya sift sore, jadi pagi bisa istirahat! "


"Kalo mas mau istirahat saya gak pa-pa kok! "


"Kamu gak nyaman ada saya di sini, Ly? atau saya di luar aja? "


"Bukan gitu, saya gak mau ngeropotin! "


"Gak repot, kok! jadi biar saya jagain kamu di sini! " Putus Nathan. Dia mengeluarkan ponselnya, mengusap-usap layarnya. Lily melakukan hal yang sama. Sesekali Nathan melirik gadis itu. Sesekali matanya mengerjap, Nathan tahu, pasti mata gadis itu tidak akan tahan lama menatap layar ponsel karena tengah demam, tapi menahannya. Mata itu pun terlihat layu dan sayu. Nathan menunggu, sampai mata batas pertahanan Lily.


Lily tersentak saat hand phone di tangannya terlepas.

__ADS_1


"Kamu sudah ngantuk Ly, apa lagi tadi kamu juga minum obat, efek nya buat kamu lebih ngantuk, harusnya kamu tidur. Kenapa di tahan? " Tanya Nathan sabar. Dia bergerak meraih handphone Lily dan meletakkan di nakas. Berdekatan dengan ponselnya.


Ya, sebenarnya Lily sangat mengantuk, hanya di tahan saja, ia takut kembali bermimpi buruk .


"Saya takut mimpi buruk lagi! " Keluh Lily.


"Tidur lah, jangan memikirkan hal yang tidak kamu suka, bayangkan semua hal yang menyenangkan, jauhkan fikiran yang buruk Ly. Jangan lupa berdoa dulu. Saya akan jaga kamu, jangan khawatir, kamu bisa tidur dengan nyenyak! "


Lily mengangguk, dia merebahkan diri, Nathan membantu menarik selimut Lily menutup hingga ke bahu. Lily memejamkan mata. Mencoba saran Nathan.


"Kamu boleh genggam tangan saya, kalo itu bisa membuat kamu lebih nyaman dan tenang! " ucap Nathan membuat Lily kembali membuka mata. Dia melihat Nathan yang menaruh lengan kirinya di atas kasur. Lily bergeming melihatnya. Dia kembali memejamkan mata.


Nathan turut memejamkan mata, setengah bersandar di kursi dengan tangan kiri di biarkan di atas kasur. Entah menit ke berapa saat Lily menggeser tubuhnya meraih tangan Nathan untuk ia genggam.


--_--


Jam dinding menunjukan pukul 6.30 pagi saat Lily bangun dari tidurnya. Badannya masih sedikit lemas, tapi jauh lebih baik dari sebelumnya. Nathan sosok pertama yang Lily lihat saat membuka mata. Lily melihat tangannya yang menggenggam tangan Nathan. Nathan tertidur dengan separuh badan kursi dan kepala tertidur di kasur berbantalkan lengan kirinya. Lily menatap wajah yang tertidur pulas. Berlahan di lepaskannya genggaman tangannya di tangan Nathan. Lily bangun pelan-pelan agar tidak mengganggu Nathan. Tubuhnya jauh lebih merasa baik pagi ini, walaupun masih terasa sedikit hangat. Mungkin karena ia bisa beristirahat dengan baik setelah dini hari tadi, apa lagi ia tak lagi bermimpi buruk.


Lily beranjak ke kamar mandi membersihkan diri. saat kembali ke kamar, Nathan sudah tidak ada di posisinya tadi. Lily meneruskan langkah ke luar kamar. Di sana, di pantri lantai tiga ruangan nya nampak Bi Fatma dan Nathan yang tengah berbicara. Tampak tetes air dari ujung poni pria itu. Sepertinya Natahan baru mencuci muka.


"Non, Sarapan dulu, terus minum obat sama vitamin. Bibi udah siapin sarapan buat non Lily dan mas Nathan sekalian! "


Lily segera menghampiri bi Fatma dan Nathan.


"Ly, saya pamit ya, mau istirahat dulu, soalnya sore saya harus dinas! " Pamit Nathan setelah isi piringnya bersih.


"iya, mas, makasih udah mau di repotin! "


"Santai Ly, jangan lupa obat dan vitamin nya di minum, istirahat yang cukup, semoga lekas sembuh! " Ucap Nathan, lalu segera melangkah keluar dari ruangan Lily.


---__---

__ADS_1


__ADS_2