
"Ly, kamu tahu apa yang berubah dari diri kamu? Kamu jauh lebih relaks sekarang. Kamu lebih santai dan tenang, bahkan saat harus menceritakan masa lalu kamu atau hal buruk yang sudah kamu alami! "
"Bahkan akhir-akhir ini kamu tidak pernah bercerita jika kamu mengalami kesulitan tidur atau mimpi buruk lagi! Mental kamu jauh lebih sehat saat ini! "
"Jadi konseling dan penggunaan obat kamu sudah bisa di hentikan ya! "
"Beneran dok? " Tanya Lily ragu.
"Lily, kamu harus yakin dengan diri kamu. Berdasarkan pemeriksaan medis, kamu sangat sehat. Lakukan kegiatan positif yang membuat jiwa kamu merasa lebih ringan dan jauh dari stres! " Ujar dokter Yasmin dengan suara dan tatapan yang menenangkan mengusap pelan punggung tangan Lily.
"Terima kasih dokter, untuk semua kebaikan dokter!" Haru Lily. Lily pun bisa merasakan dia jauh lebih santai, bisa tidur lebih cepat dari biasa, jarang bermimpi buruk lagi, tidak lagi menakutkan sesuatu secara berlebihan. dokter Yasmin bergerak dari kursinya, menghampiri Lily. Memberikan pelukan selamat karena gadis itu berhasil melawan trauma dalam diri nya.
"Sama-sama Lily, oya, hari ini kamu di temani dokter Nathan lagi? "
"Iya dok, dokter Nathan nungguin tadi di depan! " Jawab Lily.
"Beruntung ya, dokter Nathan perhatian banget loh sama kamu! "
"Sebenarnya saya gak enak, tapi dokter Nathan itu ternyata tukang maksa! Saya gak punya pilihan lain selain ngebiarin dokter Nathan sesukanya!" Keluh Lily. Dokter Yasmin tertawa mendengarnya.
"Dokter Nathan adalah hal yang baru buat kamu Lily, semakin banyak kamu mengenal orang, kamu akan menemukan berbagai karakter dan permasalahannya, itu akan membuat hidup kamu lebih berwarna. Tapiii, kamu tetap bisa menyaring mana yang sekiranya mengganggu atau membawa trouble dalam hidup kamu, tapi akan lebih baik lagi kalau kamu bisa membuat segalanya lebih indah. "
"Terima kasih dok buat sarannya. Saya akan kenang kebaikan dokter Yasmin dan mbak Erika karena menyembuhkan ketakutan dan trauma saya. Kalau gitu, saya pamit dokter! "
"Silahkan, mari! " Ujar dokter Yasmin.
---___---
"Jadi, kapan konseling selanjutnya? " Tanya Nathan saat mereka tengah berada di jalan raya.
"Kata dokter Yasmin, saya sudah tidak butuh konseling karena sudah dinyatakan sehat. "
"Oya? Wah!! selamat ya Ly!! Kalau gitu kita harus merayakan kesembuhan kamu! Saya juga ada surprise buat kamu! " Ujar Nathan sambil tersenyum.
"Rayakan gimana? mau surprise apaan coba? " Tanya lily.
__ADS_1
"udah, kamu ikut aja! "
"Tapi saya mau pulang, mas Nathan! "
"Ikut saya dulu, nanti saya antar pulang kok! "
"Ih, mas Nathan ini kenapa sih akhir-akhir ini suka nyebelin dan maksaan banget! " Omel Lily. Nathan tergelak.
"Ih, malah ketawa! Setau Lily nih ya, mas Nathan itu orangnya calm, cool, gak banyak omong!! mas Nathan kesambet ya? "
"Hush!! kok malah di bilang kesambet? "
"Ya kan kita gak pernah dekat mas Nathan, tiba-tiba aja karena permintaan papa mas Nathan langsung mau-maunya nyamperin saya! "
"Gak, kok! dari sebelum itu udah dekat. Kamunya aja yang masang jarak, makanya kayak gak pernah dekat!"
"Gak kok! "
"Iya, Lily!!! Dulu kamu emang gitu, sekarang juga karena di paksa aja kamu nurut!" Ujar Nathan.
"Keserah mas Nathan aja deh!" Pasrah Lily, gadis itu lebih memilih menatap suasana jalanan dari jendela yang ada di sampingnya.
---__---
"Kita makan dulu nya, restoran Jepang mau? " Tanya Nathan saat mereka sudah memasuki pusat perbelanjaan.
"Terserah mas Nathan aja, saya ngikut! Tapi kenapa harus di dalam mall sih? mas Nathan mau belanja? " Nathan mengangguk. Dia merangkul Lily hingga sampai di tempat makan.
---__---
"Ly, tolong bantu saya pilih perhiasan ya! " Pinta Nathan saat mereka berada di toko perhiasan.
"Perhiasan buat siapa? cewek apa cowok? " Tanya Lily.
"Cewek! Saya gak bisa milih soalnya! "
__ADS_1
"Yah, saya juga, saya kan gak suka pake perhiasan mas! Emang buat siapa? pacar mas Nathan?" Tanya Lily penasaran.
"Emang kamu gak jealous kalo saya punya pacar? Terus kasih perhiasan lagi buat pacar saya? " Tanya Nathan menggoda.
"Ih, siapa mas Nathan sampai saya jealous! " Nathan tertawa.
"Ya udah, bantuin saya pilih! " Ujar Nathan sambil mendorong pelan lily mendekat ke etalase.
"Emang mas Nathan mau cari apa? " Tanya Lily.
"1 set perhiasan!" Lily mengangguk. Dia mulai melihat ke pajangan set perhiasan. Matanya tertuju pada set perhiasan simpel, kalung dengan rantai tipis dan liontin berbentuk lingkaran dengan taburan berlian, senada pula dengan gelang rantai, cincin dan antingnya.
"Saya lebih suka yang seperti ini sih, gak terlalu mencolok, tapi manis di pake! " Tunjuk Lily.
"Eh, tapi itu selera saya loh, gak tau deh sama orang yang mau mas Nathan kasih, bisa aja seleranya yang glamor gitu? "
"Kamu coba pakai ya? biar kelihatan bagus apa gak nya! " Ucap Nathan. Lily a mengangguk. Penjaga toko sigap membantu Lily mencoba perhiasan tersebut. Nathan memperhatikan dengan seksama. Semua tampak indah dan pas di pakai oleh Lily. Bahkan cincin itu sangat manis dan pasdi jari manisnya.
"Cantik! " Gumam Nathan.
"Apa mas? " Tanya Lily. Membuat Nathan n sedikit gelagapan.
"Saya ambil pilihan kamu, karena orang yang saya masih mirip sama kamu! " Ujar Nathan lalu meminta keeper toko untuk menyiapkan perhiasan dan bil pembayaran. Setelah menunggu beberapa saat, perhiasan beserta bil pembayaran sudah berpindah tangan. Kedua orang itu segera keluar dari toko.
"Kamu ada yang mau di beli atau di cari? mumpung kita di sini? saya traktir deh, mumpung lagi baik saya! Anggap aja merayakan kesembuhan dan hari terakhir konseling! " Ujar Nathan.
"Gak ada sih! "
"Ayolah, sekali-kali! itu ada toko tas, atau kita kesitu! " Ujar Nathan sambil menarik Lily menuju toko dengan brand huruf C tersebut.
"Eh, gak! gak! Jangan ke situ, tas saya banyak. Kita ke toko Asesoris aja ya mas, kebetulan saya baru ingat, saya mau beli jepit rambut! " Ujar Lily gantian menyeret Nathan ke toko Aksesoris sebelum pria itu kembali memaksa nya untuk membeli tas dengan merk mahal tersebut.
"Ya udah mas, saya cuma butuh ini! " ujar Lily sambil membawa keranjang kecil berisi jedai berbentuk kupu-kupu dengan taburan permata dan jepit rambut silver bermotif cheri. Nathan yang tengah sibuk dengan ponselnya menjawab dengan manggukan. Dia segera membayar belanjaan Lily setelah itu mereka keluar dari mall.
"Kamu masih ada yang mau di cari? Tanya Nathan.
__ADS_1
" Gak ada, kita pulang deh mas, udah malam banget ini! " Ujar Lily sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi penumpang. Nathan segera melajukan kendaraan nya menuju jalan pulang.
---__---