Janji Lily

Janji Lily
Berangkat!!!


__ADS_3

"Maaf, Non Lily, ini ada ibu sama bapak! " Ucapan Bi Fatma menghentikan aktifitas semua yang berada di meja makan. Ya, saat ini Lily dan para penghuni kos kompak untuk makan malam bersama di bawah.


"Hai, sayang! Wah seru nya makan malam bareng-bareng gini!" Sapa Irvan dengan ramah nya pada penghuni kos rumah Lily.


"Eh, Pa, Ma! Kol tiba-tiba kemari, gak ngabarin dulu! " Jawab Lily kaget, gadis itu baru saja hendak berdiri saat papanya segera memotong ucapan anaknya.


"Eh, stop! Lanjutkan saja makannya, papa sama mama tunggu di sana! " Ujar Permana sambil mengangkat telapak tangannya menahan Lily agar tetap duduk di tempat nya.


"Loh, papa sama mama udah makan belum? makan bareng kita aja di sini, gak papa kok, ini makanannya juga lagi banyak, udah lama kan mama papa gak makan masakan bi Fatma? " Ajak Lily.


"Iya, om tante, gak papa, sekalian saja makan bareng kami! " Ujar Richi.


"Kebetulan sih, papa sama mama belum makan, ini mama juga ada bawa oleh-oleh juga buat semua! " Ujar Sintia.


"Bi Fatma tolong siapin ya, pisahin juga untuk bi Fatma dan yang lain! " Perintah Sintia yang segera di laksanakan Bi Fatma.


"Wah, Terima kasih, om, tante!! " Ujar Rhici mewakili penghuni yang lain.


"Silahkan om, tante, duduk di sini!" Richi dan Rino sigap berpindah tempat mengisi dia kursi kosong yang masih tersedia karena Abi dan Nathan yang belum tiba. Sementara Lily pun berpindah tempat mengambil alih kursi Rino sebelumnya. Bi Fatma kembali bersama bi Aminah. Bi Aminah memberikan dua peralatan makan baru kepada Irvan dan Sintia dan meletakan tambahan lauk kepada tuan dan nyonya besarnya.


"Oleh-oleh ibu Saya taruh di ruang tengah ya, biar anak-anak buat cemilan nonton! "


"Iya, bi! Terima kasih! Jangan lupa nanti di habisin ya anak-anak! " Ujar Sintia ramah.


"Iya, tan! "


"Oke, tan! "


----___---


"Bagaimana, kalian betah di sini? " Tanya Irvan saat dirinya ikut berkumpul di Living room bersama penghuni kos setelah makan malam selesai.


"Alhamdulillah, betah banget oom, kita udah kaya keluarga di sini, lagi pula ini bukan kosan, tapi beneran rumah yang nyaman banget buat di tinggali! " Ujar Rici.


"Syukurlah kalau begitu! Baik-baik selama tinggal di sini, saling membantu, menjaga, mengingatkan, akur-akur sesama penghuni rumah, oom dan tante juga titip Lily sama kalian, semoga bisa berteman baik juga! " Ujar Irvan bijak.

__ADS_1


"Ini Abi di mana? kok gak kelihatan, Ly? " Tanya Sintia.


"Abi lagi sibuk ma, biasalah mau ada acara, paling pagi doang bisa ketemu dia, soalnya kalo pulang udah malem banget! "


"Selain Abi, siapa lagi yang belum pulang? " Tanya Irvan.


"dr. Nathan oom, mungkin lagi sibuk atau banyak pasien, jadi tumben sampai jam segini belum pulang! " Kali ini Rey yang menjawab.


"Oh, gitu! Baiklah, om, tante sama Lily mau ke atas dulu, kalian jangan segan-segan itu dihabiskan semua makanannya. Kalau mau beraktivitas yang lain silahkan! " Ujar Irvan sembari pamit, lalu beranjak dari sana bersama Lily dan Sintia.


---___---


"Jadi, ada apa nih papa sama mama mendadak kemari tanpa ngabarin, Lily? " Tanya Lily saat mereka sudah berada di lantai tiga. Irvan memberi kode kepada Sintia. Sintia mengangguk. Dan Lily menunggu dengan sabar. Sintia mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya dan menyerahkan pada Lily.


Lily membuka amplop yang di berikan ibunya, matanya berbinar melihat isi amplop itu.


"Jadi papa izinin Lily pergi? " Irvan mengangguk.


"Kamu berangkat lusa, semua tiket, penginapan, transportasi dan tour guide juga sudah di siapkan. Nomor telepon juga ada di sana. Pesan papa, Hati-hati, jangan aneh-aneh, selalu kabari papa dan mama saat kamu berada di mana pun. "


"Apa itu nak? " Tanya Irvan.


"Jangan kasih tau siapapun Lily kemana! "


"Emang kenapa? " Tanya Sintia.


"Lily hanya ingin liburan sendiri, Lily gak mau ada gangguan! "


"Oke, papa dan mama akan diam, tapi ingat, kamu harus selalu menghubungi dan memberi kami kabar! "


"Siap, pa! "


"Have fun ya nak, lakukan apapun yang membuat kamu merasa bahagia dan nyaman, asal tidak di luar batas. Gimana persiapan masih ada yang kurang? " Tanya Sintia.


"Terima kasih ma, pa, padahal gak perlu sampai segini juga, aku cuma butuh izin papa mama, uang aku udah lebih dari cukup kok buat liburan. Udah beres semua ma, di koper dan tas. Obat-obatan juga udah dibawa kalau-kalau aku mabuk perjalanan. Tapi semoga aja deh enggak! "

__ADS_1


"Ingat, gak lebih dari dua minggu! Jangan coba-coba kabur! " Ancam Irvan. Lily meringis mendengarnya. Dia emang browsing tempat wisata yang masih seputaran kepulauan Natuna - Kepulauan Riau. Ada banyak tempat yang bisa ia kunjungi. Rasanya ia butuh waktu berbulan-bulan untuk mengunjungi setiap destinasi wisata di sana.


"Persiapkan baik-baik kebutuhan selama liburannya, Nanti, kalo papa gak sibuk, papa antar ke Bandara! " Lanjut Irvan.


"Iya, mama juga sama, nanti mama sempatkan antar kamu juga! "


"Siap!!! pa, ma!!!" ujar Lily semangat.


"Papa sama mama pamit dulu ya! Udah malam! "


"oke. Tadi, papa mama barengan? " Tanya Lily


"Iya, tadi papa jemput mama dari tempat kerja, karena mau singgah ke tempat teman mama yang ngurus perjalanan kamu nanti! "


"Sekali lagi, makasih pa, ma! Ayo, Lily antar ke bawah! "


---___---


"Hati-hati di jalan, Sayang! Mama pasti bakal kangen! " Ujar Sintia sambil memeluk Lily. Mereka sudah berada di Bandara sejak subuh, karena pesawat Lily akan berangkat menuju Batam pukul 6 pagi.


"Biasa juga gak ketemu tiap hari ma, aku pergi sebentar doang kok! " goda Lily.


"uh, kamu ini, padahal lagi pengen terharu gitu di tinggal anak semata wayang, malah ngeledek! " Irvan dan Lily tertawa mendengarnya.


"Ingat pesan papa ya, kabari papa di mana pun, kapan pun, ada apa-apa cepat kasih tahu papa! "


"Siap, Pa! "


"Tas, dompet, kartu penting, ponsel, di jaga baik-baik ya, jangan lengah, tetap waspada di manapun kamu berada. " Pesan Sintia.


"Ya sudah, kamu segera masuk, 20 menit lagi pesawat kamu akan berangkat! Papa mama pamit dulu! Sekali lagi ingat semua pesan papa dan mama! Jangan lupa telpon, jaga diri dan barang-barang penting, selalu hati-hati dimana pun berada! " Ulang Irvan.


"Iya pa, Lily ingat! Terima kasih udah izinin Lily! Do'ain Lily sehat selamat pergi dan pulang! Lily sayang papa, Lily sayang mama! " Lily memeluk kedua orang tuanya bergantian sebelum ia masuk ke boarding room.


---___---

__ADS_1


__ADS_2