Janji Lily

Janji Lily
Model Dadakan


__ADS_3

"Ayo dong, Naura! Bantuin Plissss!! " Mohon Aric.


"Tapi Naura gak bisa kak, Naura gak pede kalo harus gaya-gayaan di depan kamera. Naura gak ada bakat jadi model! " Tolak Naura.


"Kita coba dulu deh, nanti pasangan sama Rey, yaa?? "


"Jangan kak, yang lain aja! "


"Gak bisa Naura, kayaknya karakter yang cocok itu kamu, si cewek harus punya ekspresi datar!Nah, kamu kan melempem, jadi pas banget deh! kita coba dulu yaa..." Pujuk Aric.


"Tapi aku beneran gak bisa kak, nanti kalo hasilnya jelek, kakak kecewa lagi! "


"Makanya kita coba, kalo Naura gak bisa, ya gak papa, nanti kak Aric cari model lain, tapi Naura mau yaa, kita coba deh, ntar kalo emang Naura gak bisa kita gak lanjutin fotonya! " Aric tak berhenti menyerah.


"Coba aja Naura, kamu cantik loh! mana tau jadi model beneran!" Adelia ikut membujuk Naura.


"Kenapa gak kak Adel aja sih? " Tanya Naura.


"Gak bisa, Adel itu udah punya nama. Dia juga udah ada kontrak kerja! " Ujar Aric sabar.


"Gak pa-pa Naura, nanti kak adel bantuin juga kok, kasian kak Aric tuh, waktunya udah mepet banget! " Pujuk Adelia.


"Ada apa , Sih?" Tanya Lily yang kebetulan melewati teras samping dan melihat ekspres saling memelas antara Arif dan Naura.


"Kenapa gak kak Lily aja, kak? " Ujar Naura tiba-tiba, dia seperti dapat ide untuk melarikan diri saat melihat Lily.


Aric menatap Lily, dia menyipitkan matanya. Lily mengernyit melihatnya.


"Emang ada apa? Aku kenapa?" Tanya Lily bingung, Ia duduk di salah satu sofa yang kosong.


"Gimana, Ric? " Tanya Adelia, dia turut memperhatikan Lily.


"Menurut elo? "


"Gue sih, Yes! " Jawab Adel.


"Gue juga! " Desis Aric.


"Kenapa, sih? " Tanya Lily jengah di tatap seperti itu oleh kedua orang ini.


"Ly, gue mau minta tolong sama elo ya! plisss banget bantuin, demi masa depan gua! " mohon Aric.


"Yaa, kalau bisa tentu gue tolong, tapi tolong apa dulu? " Tanya Lily ragu.


"Hhm, gue butuh model, tapi gak boleh model yang udah punya jam terbang kaya Adel. Jadi, gue butuh elo sama Naura buat jadi objek foto gue, pliiiissss! " Pinta Aric dengan ekspresi mengiba.


"B-bukan gak mau, tapi, aku gak ada bakat dan pengalaman jadi model! " tolak Lily.


"Yah, Ly!!!! pleaseee!!! Asal elo mau di dandani dikit, pake costum, terus ikutin arahan gue, semua beres kok. Sesimpel itu doang kok, Ly!! Yaaa...!! " Aric semakin memohon. Membuat Lily sedikit tidak tega. Akhirnya, walau ragu, mau tak mau Lily mengiyakan permintaan Aric.


"Y-ya udah deh, gitu doang kan? kalo gak bagus, jangan salahin gue ya! " Ucap Lily.


"Gak! Gak bakal! kalo fotonya gak bagus itu artinya gue yang salah dan harus banyak belajar. Oke deal! besok siang jangan lupa siap-siap! Waktunya mepet! Oke Lily, Naura? " Ujar Aric senang!


"Ayo Del, bantuin siapin properti buat besok! " Dengan semangat Aric menarik lengan Adel. Dan hanya tinggal Lily dan Naura yang tertinggal di teras samping. Mereka saling lirik.


"Gimana kak, Naura gak bisa! " Keluh Naura.


"Ya mau gimana lagi, udahlah, kasian Aric, udah mohon gitu, anggap aja lagi nolongin teman kesusahan! " Ujar Lily pasrah.


---__---


Keesokan harinya...


"Ya ampun, kalian berdua, sumpahhhh cakep bangetttt!!! " Ujar Adelia yang takjub dengan penampilan Naura dan Lily yang sudah di make over oleh tangan ajaib Adelia.


Dua gadis itu menggunakan dress berwarna hijau muda dengan beberapa layer di beberapa bagian, juga crown bunga di atas kepala nampak mematut diri di cermin.

__ADS_1


"Emang cocok ya gue penampilan kaya gini? aneh gak sih? apa gak ketuaan ya? "


"Ya ampun cocok banget Ly, Kamu itu imut banget tau!!! "


"Kak, mana ada peri wajah datar kaya aku! " Keluh Naura.


"Justru itu, karakter ini cocok banget sama kamu! Tenang aja nanti hasil foto nya bagus kok, Aric mah jago banget ambil angel kameranya! "


"Terus mau fotonya di mana? "


"Di taman sama di rooftop, Aric sama temannya lagi nyuapin backgroundnya! "


"Loh, ada orang lain juga? " Tanya Naura panik.


"Teman studio aric doang kok! Tenang aja! "


"Makin gugup aku di lihatin orang kak!" Keluh Naura.


"Relax Naura, nanti kamu tinggal ikutin arahan mereka aja. Itu Rey juga udah siap! Nanti kamu bertiga sama Rey dan Lily, jadi tenang aja! " Ujar Adelia.


---___---


"Oke, 1 2, Sippp! "


"Ayo, Naura kamu sekarang buang pandangan ke kiri, Rey kamu pura-pura mainin biolanya!" Aric mengarahkan, Adelia dan membantu mengatur posisi kedua orang itu. Sementara Lily berganti pakaian, untuk tema selanjutnya.


"Del, kamu cek Lily gih, udah siap belom? " Tanya Aric.


"Oya, Ric, masa, Lily di pasangkan sama Rey sih, kayanya gak cocok! padahal untuk tema selanjutnya itu pasti bagus banget vibes nya dengan karakter Lily! "


"Terus gimana? Siapa yang cocok di pasangin sama Lily? " Tanya Aric sambil melirik teman-temannya.


"Kalau mereka sih gak ada yang cocok! "


"Ya udah deh, paling si Rey aja yang kita utak atik!, Del! Mainin di kostum sama aksesoris nya aja lah! " Ujar Aric.


Bunyi klakson mengalihkan perhatian Adelia dan Aric, mereka melihat gerbang. Sebuah mobil sport masuk ke halaman.


"Sikat, Del, cepat eksekusi! " perintah Aric. Adelia menyeringai. Dia segera pergi meninggalkan Aric menjalankan misi selanjutnya.


---___---


"Dokter duduk di sana dulu, tuh di kursi putih bareng Lily! " Tunjuk Adelia.


"Itu, Lily?? " Tanya Nathan


"Cakep kan dok?? " Goda Adelia.


"Ya udah, dokter cepat ke sana gih, sambil nungguin Aric selesai nelpon! " Perintah Adelia.


Nathan menghampiri Lily yang tengah duduk dengan di kursi putih di tengah taman. Dia menunduk fokus dengan ponsel di tangannya. Lily tampak berbeda dengan gaun selutut berwarna gold, juga flower crown berwarna senada.


"Hai, Ly! " Sapa Nathan.


"Eh, Hai dok!" balas Lily kaget.


Sejenak Lily terpana dengan tampilan Nathan yang berbeda dari biasanya. Pria itu menggunakan tuxedo dengan rambut yang tampak basah karena hair gel.


"Dokter mau kemana? rapi banget! "


"Di paksa Adelia buat makai ini tadi, katanya buat couple kamu! " Jawab Nathan sambil melirik Lily sekilas.


"Owh!! "


"Kamu beda di dandani gini! "


"Beda gimana? "

__ADS_1


"Cantik! " Ujar Nathan. Lalu mereka terlihat salah tingkah.


Keduanya saling lirik dan tersenyum malu. Momen salah tingkah ke dua orang itu tidak di sia-siakan oleh Aric. Dia berhasil mendapatkan candid Lily dan Nathan.


"Ya ampun, Bro! Keren banget elo! Tau gini dari dulu gue jadiin objek! " Goda Aric.


"Ya udah, cepat! Ini mesti ngapain, Ada-ada aja, gue jarang foto di paksa jadi model dadakan! "


Aric hanya nyengir! Dia berbisik pada Adelia. Adelia mengangguk mengerti.


"Ly, pegang bunganya, Kamu diri di sini! Dokter di sini. Kamu nunduk dikit, dokter dekat dikit lagi, jauh amat! Dokter nunduk rambut dokter nyentuh rambut Lily, nah, gimana Bro? " Tanya Adel pada Aric, Aric menyatukan ibu jari dan telunjuknya. Adelia gegas menggeser tubuhnya saat Aric mengambil foto. Begitu terus selama berganti pose.


"Langitnya udah mulai merah, pindah ke rooftop, bagian elo kelar Rey, yang di rooftop Lily, Naura sama Nathan! " Ujar Aric.


---__---


"Ly, Maaf, yang ini agak sedikit mesra ya, kamu gak apa kan? " Tanya Aric sambil menggaruk lehernya tak nyaman dengan permintaan nya.


"Tapi gak yang aneh-aneh kan gayanya?" Tanya Lily sambil menyipitkan matanya.


"Eh, gak, cuma hug n kiss forehead aja sih, ya Ly?!!! "


"Harus gitu? "


"Konsepnya harus gitu, Ly, please!!! " Mohon Aric. Lily menatap Nathan. Lelaki itu hanya mengerikan bahu.


"Boleh kan, Ly? " Tanya Aric lagi.


"Kamu gak tanya Nathan? " Tanya Lily polos.


"Lah, dia gak perlu di tanya, Ly!! Gak bakal nolak, dia mah!!! Lebih dari itu juga bakal hayuk aja!! " Jawab Aric konyol yang segera di toyor oleh Nathan.


"Ya udah, cepetan!! Gue mau istirahat! " Ujar Nathan sambil menarik Lily di background yang sudah di siapkan.


Melihat Lily yang nurut mengikuti Nathan, Aric menyeringai, dia segera bersikap seolah profesional mengarahkan gaya, agar Lily tidak kikuk dengan pose foto yang Aric inginkan.


---__---


"Yeaaahh!!!! akhirnya selesai juga! " ujar


Aric sambil duduk di samping Lily, sehingga gadis itu diapit oleh dua lelaki di kiri kanannya.


"Nih, minum dulu! " Adel menyerahkan tiga botol poc*ri untuk Aric, Lily, dan Nathan.


"Thanks del! " Ujar Aric.


"Eh!" Ucapan yang keluar dari mulut Lily membuat Aric mengernyit. Dia melihat Nathan yang menukar botol di tangan Lily dengan botolnya yang sudah terbuka.


"Ini mah Acts of service! " Gumam Aric.


"Kamu ngomong apa barusan? " Tanya Lily pada Aric.


"Gak! Gerah gue, capek banget, tapi puas bangettt, kalian Oke semua!! Btw, makasih banget ya Ly, Nat, nanti kalo sudah di edit, fotonya bakal gue kasih lihat, tapi gak bisa kasih file dulu ya, salah satu syarat penjurian foto yang ikut lomba tidak boleh di posting di sosmed manapun! Tapi gue bakal kasih lihat kok yang mana yang akan gue kirim, tapi gue seleksi dulu! Oke, gue gabung sama teman gue dulu ya! " Pamit Aric tanpa menunggu jawaban Lily dan Nathan.


"Mas Nathan, saya masuk duluan ya, udah gerah banget sama costum nya! " Ujar Lily, sambil berdiri.


"Eh, bentar! " Nathan menahan lengan Lily. Lily melirik tangan Nathan yang memegang lengannya.


"Eh, maaf Ly! Kita selfi yuk, buat kenang-kenangan kalo pernah jadi model! " Ujar Nathan sambil mengusap tengkuknya.


"Ooh, kirain kenapa!" Kekeh Lily sambil kembali duduk di samping Nathan.


"Pake ponsel saya saja ya, nanti saya kirim ke kamu! " Ucap Nathan sambil membuka aplikasi kamera dari ponselnya.


"Sory!" Ucap Nathan sambil menaruh lengan kirinya di bahu Lily, sementara tangan kanannya memegang ponsel.


"Siap, 1, 2 Oke! Thanks Ly! "

__ADS_1


"Sama-sama, saya duluan! " Pamit Lily.


---__---


__ADS_2