
Sore itu, langit sangat cerah. Sebahagian penghuni kos sudah berada di rumah pulang dari rutinitas mereka. Lily sendiri tengah berada di kebun lily yang berada di samping rumah. Gadis itu tak pernah bosan menatap beragam jenis lily yang tumbuh subur di sana. dengan gunting di tangan, Lily membuang bunga-bunga yang telah layu.
Setiap warnanya dari bunga lily, melambangkan makna yang berbeda. Tapi secara umum, lily melambangkan kemurnian, kesucian dan kesopanan. Bunga lily sering di hubungkan dengan kelahiran dan kehidupan.
"Hei, melamun? " Nathan menghampiri Lily dan ikut berjongkok di dekat gadis yang tengah menyentuh satu persatu bunga lily nya.
"Eh, mas Nathan. Sudah pulang? " Tanya Lily basa basi. Nathan hanya mengangguk.
"Kenapa suka lily? " Tanya Nathan sambil sekilas menatap Lily.
"Hmm, mungkin karena namanya sama dengan nama saya! " Jawab Lily.
"Jadi, kalo nama kamu mawar, kamu sukanya mawar, kalo nama kamu melati, kamu bakal sukanya melati, dan kemungkinan bunga itu yang akan kamu tanam? " Tanya Nathan lagi.
"Iyaa, sepertinya begitu! " Kekeh, Lily.
"Terus, gimana dong kalo misalnya nama kamu bunga? " Tanya Nathan lagi.
"Kalo gitu, aku bakal tanam semua bunga indah yang ada di dunia di sini! " Dan mereka berdua tertawa.
"Jadi, apa yang membuat kamu suka sama lily? " Tanya Nathan lagi setelah tawa mereka reda. Lily menyipitkan matanya menatap Nathan.
"Apa semua dokter memang seperti ini? suka bertanya secara spesifik? " Tanya Lily.
"Jangan tatap saya seperti itu, nanti saya suka! " Ujar Nathan.
"Ya ampun, Dokter lagi mode on gombal nih? Lagi kesambet gak sih? " Ledek Lily. Nathan kembali tertawa ringan.
"Iya, soalnya pasien hari ini aneh semua! "
"Aneh gimana? "
"Pasien abis jatuh! "
"Jatuh? kecelakaan??? "
"Bukan, jatuh cinta! "
"Hahaha!!! Garing banget sih dok! "
"Jadi, kenapa suka lily? " Tanya Nathan lagi.
"Owh, jadi serius nih nanya kenapa saya suka lily? " Tanya Lily mode serius. Nathan mengangguk sambil melihat karakter lily yang berwarna warni.
"Saya suka Lily, karena dia memiliki banyak jenis yang cantik dan juga berwarna-warni. Lily melambangkan kesucian, kemurnian dan kekuatan. Makna yang indah seperti rupanya. Lily adalah ratu, lebih tepatnya ratu taman. Itu adalah gelar yang di berikan untuk pencinta tanaman Lily! "
__ADS_1
"Mas pernah dengar mitologi Yunani? "
"Hmm, tentang dewa-dewa itu? "
"Yups! Dalam mitologi Yunani bunga lily dikaitkan dengan kisah cinta antara Dewa Zeus dan Dewi Hera. Jadi, ceritanya Dewa Zeus jatuh cinta pada Dewi Hera. Dan untuk memikat hati Dewi Hera, Dewa Zeus menaburkan bunga lily putih di sekeliling istana Dewi Hera, Dewi Hera yang mulanya marah pada Dewa Zeus, akhirnya luluh dan jatuh cinta kepada Dewa Zeus.
"Dalam legenda Yunani yang lain disebutkan bunga lily berasal dari susu yang ditumpahkan Dewi Hera, istri dari Dewa Zeus. Konon, saat Dewi Hera menyusui putranya Hercules, ia tak sengaja menumpahkan air susunya ke bumi saat Dewa Hercules melepaskan ****** susu Dewi Hera. Dan itu lah awal tumbuhnya bunga lily putih di bumi. "
"Ada juga legenda yang menceritakan jika bunga lily yang pertama muncul di bumi adalah lily merah. lily merah muncul dari tetesan darah Dewa Zeus yang jatuh ke tanah saat bertarung melawan monster Typhon. Sehingga lily merah dilambangkan sebagai kemurnian, keabadian dan kekuatan."
"Dari kisah antara Dewa Zeus dan Dewi Hera, bunga lily memiliki makna dan simbolis yang mendalam dalam mitologi Yunani. Bunga lily menjadi lambang kemurnian, keanggunan dan keabadian dalam budaya Yunani. "
"Sedetail itu kamu mencari tahu tentang bunga lily? " Tanya Nathan takjub.
"Sebenarnya, masih banyak lagi sih legenda, cerita dan mitologi tentang lily, tapi kalau diceritain nanti malah kaya novel lagi panjangnya!!! " Kekeh Lily.
"Iya, sampe gak kerasa kalo sekarang udah senja, Ayo masuk, udara senja gak baik untuk tubuh! " Ujar Nathan sembari berdiri. Tangannya terulur untuk membantu lily berdiri yang segera di sambut Lily.
"Terima kasih! " Ucap Lily. Lalu mereka masuk beriringan. Tanpa mereka sadari, seseorang memantau mereka berdua dari kejauhan.
---___---
"Sssttt!!"
Lily yang tengah memotong buah naga untuk di buat menjadi jus buah untuk dirinya sendiri menoleh pada seseorang yang mengganggunya konsentrasinya.
"Kenapa sih, Dit? " Tanya Lily pada gadis yang cengar cengir di meja bar mini dapur nya.
"Kayanya ada yang lagi mesra deh sama mas dokter! " Goda Adita.
"Kenapa? cemburu? pengen mesra-mesraan juga? Nanti deh aku bilangin sama mas Abi! "
"Ih, kos mas Abi sih? " Adita mengerucutkan bibirnya.
"Loh, bukan mas Abi? Jadi siapa? Mas Dokter? " Goda Lily lagi.
"Gak mas Nathan juga kali kak!!! Eh, Btw kakak lagi PDKT sama mas Nathan ya?" Tanya Adita penasaran.
"PDKT gimana sih? orang cuma ngobrol doang! Mikirnya nih, pasti gak jauh-jauh dari pacaran! Fokus kuliah dulu, Dit!" Nasehat Lily sambil menoyor pelan kening Adita, yang di tanggapi dengan cengiran oleh gadis itu.
"Hehe, bukan gitu sih kak, soalnya beberapa kali aku lihat kakak ngobrol serius sama mas Nathan, mas Nathan juga sering naik ke lantai atas juga aku lihat! "
"Mas Nathan ke atas, itu waktu aku sakit, Bi Minah yang minta tolong sama mas Nathan! " Ujar Lily sambil melanjutkan kegiatannya yang terhenti.
"Eh, tapi.. kan..? " Ucap Adita terputus.
__ADS_1
"Tapi apa? " Tanya Lily.
"Eh, gak, jadi! "
"kok gak jadi? Tapi apa emangnya? " Tanya Lily sambil kembali berbalik badan menatap Adita. Gadis itu terlihat salah tingkah sambil melirik ke tangga. Lily mengikuti arah pandang Adita. Dia tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.
"Santai, Dit! Gitu aja langsung salah tingkah! " Ledek Lily sambil melanjutkan kembali kegiatannya.
Abi dan Nathan yang saat itu turun bersama ke dapur segera menghampiri meja makan yang telah terisi hidangan makan malam yang telah disiapkan bi Fatma.
Abi melewati Adita dan menghampiri Lily. Dari apa yang Lily kerjakan, Abi bisa menebak apa yang akan di buat oleh Lily.
"Titip satu ya, Ly! " Pinta Abi. Yang di iyakan oleh Lily.
"Kamu mau juga, Dit? Sekalian kak Lily buatin, tapi gak boleh request ya, harus sama!" Goda Lily sambil menaikan alisnya.
"Emang boleh? "
"Ya, boleh lah! Mas Nathan mau jus naga? " Tanya Lily nada Nathan.
"Boleh, kalo gak merepotkan! " Ucap Nathan sambil tersenyum.
Lily segera mengambil stok buah naga di kulkas. Lalu menarik Adita mendekat.
"Ayo, bantuin, buatin jus buat calon jodoh! " Bisik Lily.
"Males banget! orang jutek gitu ih! "
"Jutek nya khusus sama kamu doang, buktinya sama kak Lily mas jodoh baek-baek aja tuh! "
"Iih, Kak Lily, nyebelin!! " Ujar Adita. Tapi gadis itu tetap membantu Lily menyiapkan gelas, es, dan sedotan. Sementara Lily mengupas dan memotong buah naga yang tadi ia ambil. Setelah itu terdengar bunyi blender, Lalu Lily menyajikan jus yang baru di buatnya untuk mereka berempat. Mereka makan malam terlebih dahulu, tak lama baru penghuni lain turun untuk makan malam.
"Ih, curang banget! kok kita gak pake jus juga sih Ly! " Protes Rey.
"Salah sendiri turunnya lama, ini khusus kak Lily buatin, kalo mas Rey mau minta tolong bi Minah gih! "
"Elo yang buatin kenapa sih, Dit?!" Tanya Rey.
"Orang aku aja di buatin kak Lily, juga!"
"Tumben kamu bareng mas Abi? Udah baikan? " Ledek Rey. Abi yang mendengar namanya di sebut hanya memutar bola matanya. Sementara Adita melotot ke arah Rey. Rey tergelak.
"Jangan mau dekat-dekat sama Adita ya, Bi! Banyak nyusahinnya dari pada nyenanginnya!! " Celetuk Reno yang di sambut gelak tawa penghuni yang lain.
---___----
__ADS_1