Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 24


__ADS_3

Malam itu Jasmine telah dipersiapkan oleh orang-orang suruhan Samir untuk dipoles secantik mungkin, lingerie seksi pun sudah disiapkan.


Jasmine dimandikan bak ratu di bathtub yang sudah diberi aroma terapi, setelah itu dia di bawa ke kamar dan dipakaikan baju lingerie. Di sebuah kamar yang berbeda dari kamar sebelumnya, kamar itu telah di hias laksana kamar pengantin baru.


Samir benar-benar gila, ia tak memperdulikan perut Jasmine yang membuncit. Amarah dan nafsu menjadi dalam jiwa iblisnya.


Ia tak peduli Jasmine mau atau tidak, yang ia pedulikan bagaimana memiliki Jasmine seutuhnya. Ia menampakkan senyum iblisnya kala membayangkan kenikmatan yang akan diraihnya sebentar lagi.


Ia memutar-mutar gelas anggurnya sambil mendengarkan musik kesenangannya.


"Hahaa Jasmine sayangku, sebentar lagi...sebentar lagi kau jadi milikku sayang"


Samir berjoget mengikuti irama musik


"Jasmine, Jasmine ohh Jasmine hahaha, kau dan aku akan menikmati surga dan malam panjang sayang. Huh tak sabar rasanya diri ini, hemm hemm anggur ini manis seperti dirimu hahaa".


Pintu di ketuk, membuat Samir mengentikan aktifitasnya.


"Semua sudah siap Tuan". Lapor anak buahnya.


"Bagus, pergilah".


Samir meletakkan gelas anggurnya di meja, tersenyum devil "Jasmine sayang, sabarlah aku bersiap dulu hehehe".


Samir menyemprotkan parfum ke tubuhnya, lalu mencium ketiak kanan dan kirinya memastikan jika bau tubuhnya sudah sempurna. Ia berkaca sekali lagi memastikan dirinya.


"Hemm Aku sangat tampan, tak kalah dari orang gila itu".


Samir pun melangkahkan kaki menuju kamar di mana Jasmine berada, di depan pintu kamar Jasmine sudah di jaga dua orang.


"Buka pintunya". Perintah Samir, penjagapun membuka pintu kamar itu.


Samir masuk dengan percaya dirinya, ia melihat lampu padam.


"Jasmine sayang, kau ingin bermain petak umpet denganku hemm. Ayolah di mana dirimu...kita bisa melakukannya dengan gelap sayang, tapi tunjukkan dirimu dulu ya".


Samir meraba-raba dinding untuk mencari saklar lampu, setelah ketemu ia hidupkan.


"Jasmine...". Ia tak melihat sosok Jasmine di kamar, lalu ia ke mencari ke kamar mandi.


"Jasmineeee...". Teriak Samir saat melihat Jasmine bersimbah darah di dalam bathtub.


Samir melepas jasnya, menutupi tubuh Jasmine. Ia mengangkat tubuh wanita yang dicintainya itu membawanya ke atas kasur.


"Pengawal cepat cari dokter". Teriak Samir, pengawal pun datang.


"Ada apa Tuan".


"Cepat cari dokter keparat, jangan biarkan istriku mati hah".


"Tapi di sini tidak ada Dokter Tuan".


"Brengsek, lalu dimana aku bisa mendapatkan dokter secepatnya bodoh..bodoh".

__ADS_1


"Kita harus membawa Nona keluar dari Pulau Tuan, jika dibiarkan Nona bisa kehabisan darah".


"Cepat siapkan kapalnya". Bentak Samir.


"Ba..baik Tuan".


Samir kalut, ia membebat lengan Jasmine dengan kain untuk menghentikan darahnya.


"Sayang kenapa kau lakukan ini padaku hiks, hiks. Aku tak mau kehilanganmu sayang, tolong sayang bangunlah".


Samir menangis dan berusaha menyadarkan Jasmine, tak lama pengawal sudah siap dengan kapalnya membawa Jasmine keluar pulau setelah lima bulan tinggal di sana.


#######


Flasback on


Jasmine telah siap, setelah para art memakaikan baju seksi padanya dan meninggalkan kamar.


Jasmine segera mencari jalan untuk kabur, tapi nihil. Ia akhirnya masuk kamar mandi dan melihat kaca. Ia segera berbalik untuk mematikan lampu di seluruh kamar.


Kembali ke kamar mandi, lalu Jasmine mengusap-usap perutnya sambil menangis.


"Maafkan mama sayang, jika mama harus melakukan ini. Mama tak sudi disentuh orang selain Papamu Nak, mari kita menjenguk Papa.


Kak Andrean jika kau masih hidup tolong jangan salahkan Aku karena melakukan ini, tapi jika kau sudah mati mari kita bertemu dan bahagia bersama di tempat yang baru".


Jasmine pun meninju kaca yang ada di hadapannya.


Darah mengalir di sela-sela jari tangannya, tapi ia tidak hiraukan. Ia mengambil serpihan kaca yang tajam dan membawa tubuhnya masuk bathtub.


"Kak Andrean, i love you".


Jasmine memejamkan mata, dan


"Srett".


Serpihan kaca itu ia gunakan untuk memotong nadinya, darah mengalir cepat.


"Kak Andrean, mari kita bertemu sayang".


Jasmine lama kelamaan kehilangan kesadaran seiring banyaknya darah yang keluar dari nadi tangannya.


Flas back Off.


########


Sementara Samir membawa Jasmine keluar Pulau. Andrean, Sakti dan Shaina sudah ada di kampung nelayan pulau G, berniat untuk mencari informasi ke resort milik Samir pada para nelayan. Tapi hanya sedikit informasi yang ia dapatkan dari penduduk di sini.


Sejak siang Andrean tak kenal lelah, terus bertanya-tanya tapi hasilnya tak memuaskan.


"Bagaimana?". Tanya Sakti yang melihat wajah lelah Andrean. Mereka sekarang sedang duduk di kedai sambil memesan makan malam mereka.


"Kita istirahat dulu Kak, besok kita lanjutkan lagi. Sudah seharian kita mencari informasi ke sana ke kemari. Kita butuh istirahat, bagaimanapun kita belum istirahat sama sekali". Ucap Shaina sambil menikmati makananya.

__ADS_1


"Kalian istirahatlah, aku akan mencarinya. Sudah terlalu lama aku membuang waktuku. Aku tak ingin menyia-nyiakannya lagi".


"Tapi Andrean apa yang dikatakan Shaina benar, tubuh kita perlu istirahat. Kita perlu menjaga tubuh kita agar kita bisa melanjutkan pencarian.


Jika kita terlalu memaksakan, maka kita bisa ambruk dan tujuanmu untuk menemukan Jasmine jadi terhalang".


Sakti mencoba memberi nasehat pada Andrean. Meski terlihat Andrean tak berminat mendengar nasehatnya.


"Kak, aku tau kekhawatiran Kakak, kita berusaha keras. Mencari seseorang yang kita cintai, tak hanya bermodal kemauan dan keinginan, tapi juga kecerdasan dan fisik yang kuat.


Karena berjalanpun butuh tenaga, makan pun sama butuh tenaga untuk mengunyahnya. Jika kakak tumbang, karena tidak beristirahat maka waktu yang kita butuhkan akan lebih lama untuk menemukan Kak Jasmine".


Shaina mencoba menambahkan nasehat dari Sakti. Andrean menghela nafas kasar, ia hanya mengaduk-aduk makanan tanpa berniat memakannya.


Hatinya gelisah, bayangan wajah Jasmine begitu kuat diingatannya. Ia seolah merasakan bahwa Jasmine sedang tidak baik-baik saja.


Berulangkali ia hembuskan nafas kasar dan berat, lalu memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Ya Allah, apa yang terjadi pada istriku. Mengapa aku sama sekali tak tenang hari ini. Berilah perlindungan pada anak dan istriku Ya Robb, beri aku kesempatan untuk bertemu dengannya dan hidup bahagia bersama mereka".


Sakti dan Shaina saling lirik, sebelum kemudian salah satunya berbicara lagi.


"Andrean, kami hanya...".


Ucap Sakti tapi perkataannya dipotong oleh Andrean.


"Aku mengerti kalian mengkhawatirkanku, istirahatlah kalian aku akan menyusul. Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar di sini, tak lama aku akan kembali".


"Baiklah, jika ada apa-apa segera hubungi kami". Ucap Sakti akhirnya.


"Biar aku temani Kak Andrean, kak sakti istirahatlah".


"Tidak perlu Shaina, aku ingin sendiri terima kasih. Istirahatlah kalian berdua, aku janji tak sampai satu jam aku akan kembali ke penginapan".


Shaina dan Sakti akhirnya mengalah dan pulang ke penginapan mereka yang tak jauh dari lokasi mereka saat ini. Sedangkan Andrean sudah berjalan ke pinggir pantai menatap ke arah pulau G meski saat malam tak terlihat.


########


Alhamdulillah chapter 24 done


Tolong tinggalkan jejak dong..


Votee, komen, like, poin atau rate lima...


Share and follow lesta lestari


Mampir juga di karyaku yang lain ya...


ARINDRA


CATATAN HATI SEORANG ISTRI


😍❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2