Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 26


__ADS_3

Langkah kaki itu terus mendekat, Clara membuka pintu dan menggunakan center untuk melihat keadaan. Tapi tak tampak, tiga orang yang dicarinya itu. Lalu ia menelpon Sakti, setelah pesannya tidak berbalas, tapi tak juga diangkat.


Clara melihat ke jendela, ia menyorot ke area sana, tak terlihat tiga orang yang tadi menemuinya. Clara mencoba memanggil Sakti dengan pelan. Berulang kali, barulah Sakti memunculkan dirinya.


"Kenapa kalian bersembunyi?". Tanya Clara heran.


"Kami mendengar begitu banyak langkah kaki menuju kemari". Jawab Andrean.


"Mereka hanya lewat, pengawal Tuan Jadit dan Tuan Jared".


"Shitt".


Andrean mengepalkan tangannya, kesal dan marah menjadi satu dalam dirinya.


"Jadi bagaimana dengan Jasmine, apakah kita tak bisa membawanya?". Tanya Sakti pada Clara.


"Aku belum bisa memastikan, kita lihat bagaimana situasi antara dua Tuan penguasa itu. Jika situasinya memungkinkan aku akan segera menghubungimu untuk membawa Nona Jasmine".


"Bagaimana Dre, Shaina, apakah kalian punya pendapat?". Tanya Sakti.


"Bagaimana caranya aku bisa menemui Jasmine?". Tanya Andrean.


"Akan aku atur, tapi kemungkinan tidak bisa membawanya pergi saat ini. Apalagi kondisinya sedang mengandung, aku rasa itu cukup sulit".


"Tidak masalah, yang penting aku bertemu dan berbicara padanya meski hanya sebentar".


"Baiklah, besok akan kujadwalkan terapi psikis padanya di ruanganku. Aku akan berusaha membuatnya hadir sendiri, jika berhasil maka akan aku kabari kalian".


"Baiklah, hati-hati, kami percayakan padamu"


Ucap Sakti, dibalas senyum manis dari Clara membuat Shaina jengah.


"Ini obatnya, dan ini makanan untuk kalian. Percayalah padaku, aku juga ingin membalas perbuatan mereka terhadap adikku, aku permisi dulu".


Clara pergi meninggalkan mereka bertiga, di ruangan yang sebenarnya adalah ruangan mayat sebelumnya. Tapi karena ada suatu dan lain hal, ruangan itu tak lagi terpakai.


###########


Sementara di ruangan lain, Jadit dan Jared saling berhadapan. Para pengawal masing-masing sudah siap siaga, siap menerima perintah membuat suasana rumah sakit itu mencekam.


"Aku tak ingin berbasa-basa padamu Dit, suka tidak suka aku akan membawa Jasmine kembali ke rumahku. Sudah cukup lama aku bersabar dengan janjimu, tapi nyatanya sampai Jasmine melakukan bunuh diri kau juga menyerahkan Jasmine padaku".


"Aku akan memberikan wanita itu padamu Jared, tapi kau harus memberi imbalan yang besar tentunya".


"Kau tak pernah puas atas apa yang kau miliki saat ini, setelah Ibuku kau bunuh. Harta ayahku kau keruk, tak puas kau buat aku terusir di keluargaku sendiri, kini kau masih ingin hartaku juga, sungguh serakah".

__ADS_1


"Aku tak serakah, harta yang kau katakan itu milik Ayahku. Wajar bukan jika aku ingin mengambilnya darimu".


"Ayahmu adalah ayahku juga brengsek, dan kini kau mau membunuh calon cucu dan menantuku hah".


"Hahaha Aku takkan berhenti sebelum melihatmu bertekuk lutut padaku".


"Baiklah, jika kau menginginkan ini aku tak bisa mencegahnya lagi".


Jared memberikan sebuah vidio rekaman, di mana seorang wanita sedang di siksa oleh Jadit.


"Vidio ini akan tersebar detik ini juga, jika kau masih saja kukuh akan pendirianmu".


"Kau fikir, aku anak kemarin sore yang bisa kau gertak dengan mudah dengan vidio palsu seperti ini". Jadit terkejut, tapi tetap bisa menguasai dirinya.


"Baiklah, apakah ini juga masih membuatmu bertahan dengan pendirianmu hah".


Lagi Jared memberikan sebuah vidio di mana vidio itu nampak Samir, Jadit sedang menikmati satu wanita yang sama, dan kemudian dengan sadisnya wanita itu di bunuh setelah mereka berdua puas.


"Kalian psikopat gila, yang bersembunyi lewat kekuasaan dan harta. Lepaskan Jasmine atau aku tak segan, menyebarkan vidio-vidio itu detik ini juga. Tapi jika peringatanku ini tak cukup maka kita akan perang di rumah sakit ini, sampai salah satu kita mati".


"Brengsek kau, baiklah kali ini kau menang. Tapi lihat, takkan ada kehidupan untukmu lagi di masa depan".


"Baik, aku tunggu Jasmine di mobil dalam waktu lima belas menit dari sekarang. Jika tidak, maka ingat hari ini juga reputasimu hancur".


Jadit keluar dengan amarah, ia tak menyangka Jared kakaknya itu, memiliki vidio-vidio kejahatannya.


Jadit menuju ruang perawatan Jasmine, ia melihat Samir tertunduk di samping Jasmine.


Jadit, memerintahkan tiga orang pengawal untuk membius Samir. Samir yang tak mengetahui niat Papanya tak bisa berkutik, tak lama ia jatuh pingsan.


Jasmine dibawa oleh ke tiga pengawal Jared ke sebuah mobil ambulans yang sudah disediakan Jared. Clara yang melihat itu segera menghubungi Sakti cs.


Andrean, Shaina dan Sakti bergegas keluar rumah sakit, menuju baseman. Ternyara Clara sudah ada di sana, menunggu mereka.


"Ayo cepatlah naik". Ucap Clara sambil merebut kunci mobil dari tangan Sakti.


Clara ternyata seorang pengemudi handal, ia berhasil mengejar ambulans itu, lalu ia memberikan beberapa bag pada trio Andrean.


"Pakailah itu cepat, kita tak punya banyak waktu". Ucap Clara, langsung diangguki oleh Sakti, Andrean dan Shaina.


Mobil ambulans berhenti di sebuah rumah mewah Jared. Para pengawal yang banyak sudah dipulangkan oleh Jared, hanya tinggal beberapa saja.


Dengan wajah tertutup topeng, dan pakaian hitam-hitam. Ke empat orang itu menghajar para pengawal Jared.


"Buk, buk".

__ADS_1


Perkelahian empat melawan sepuluh pengawal, berlangsung seru. Satu persatu pengawal Jared tumbang. Jared meminta bantuan pengawal, dan pengawal sedang menuju ke rumahnya.


"Brengsek siapa kalian?". Tanya Jared terkejut, melihat para pengawalnya itu mudah dikalahkan kawanan bertopeng.


Andrean maju dan memukul Jared, pria tua itu tersungkur. Jatuh di depan rumahnya sendiri, Shaina dan Sakti segera mengeluarkan Jasmine dari mobil ambulans dan memindahkannya ke mobil mereka. Clara sudah bersiap dengan kemudinya. Ia geram mengingat Ayahnya itu yang membuatnya terkurung bahkan sudah menganggapnya mati.


"Cepat masuk".


Panggil Sakti pada Andrean, Andrean segera masuk, Clara tancap gas, anak buah Jared melihat mereka dan kemudian mengejar.


"Mereka terlalu dekat". Ucap Sakti yang melihat mobil pengawal Jared sudah di belakang mereka.


Clara menarik Sakti untuk memegang kendali mobil, ia menelpon seseorang. Tak lama ia kembali memegang kendali.


"Pegangan yang kuat". Perintah Clara.


Clara menaikkan kecepatan kemudinya.


"Hei, kau ingin membunuh anakku dan Jasmine hah, lihat bahkan dia belum sadarkan diri". Teriak Andrean pada Clara, tapi Clara tak peduli.


Tiba di perempatan jalan setelah mobilnya lewat, banyak kendaraan menghalangi jalan kendaraan yang digunakan oleh para pengawal Jared. Membuat mereka terhenti dan kehilangan jejak.


"Jadi bagaimana boss?". Tanya seorang pengawal pada bosnya.


"Cepat berpencar, dan saling kontek. Malam ini kita harus mendapatkan mereka jika tidak, Tuan pasti marah besar".


"Baik bos".


Kendaraan pengawal yang berjumlah enam itu menyebar ke beberapa titik, untuk mencari mobil yang membawa Jasmine.


########


Alhamdulillah chapter 26 done


Tolong tinggalkan jejak dong..


Votee, komen, like, poin atau rate lima...


Share and follow lesta lestari


Mampir juga di karyaku yang lain ya...


ARINDRA


CATATAN HATI SEORANG ISTRI

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2