Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 40


__ADS_3

Like, like, komen, vote, poin or rate limanya ya 😆❤❤


#########


Hari ini hari keberangkatan Jasmine dan Andrean ke Bali untuk berbulan madu, mereka ditemani Sakti untuk mengontrol keamanan.


"Kau suka sayang?". Tanya Andrean saat sudah berada di villa mewah di atas perbukitan.


"Asalkan denganmu Aku suka hehe".


Jasmine melihat ke arah luar, udara sejuk dan segar menghampiri mereka.


"Berapa lama kita di sini Kak?".


"Selama yang kau mau".


"Benarkah?".


Andrean mengangguk dan tersenyum, membuat Jasmine semakin berbinar.


"Kita akan kemana saja Kak tidak mungkin kan kita hanya akan di kamar?".


"Kau bosan jika di dalam kamar?".


"Tentu saja Aku akan bosan".


"Benarkah?, aku ragu kau bisa berjalan-jalan".


"Haha Kakak benar, kau selalu membuatku kelelahan setiap malam".


"Sekarang tak hanya malam, pagi, siang, sore pun jika aku ingin maka aku akan melakukannya padamu".


"Hehe ingat aku sedang hamil Kak, jadi kau tak boleh membuatku terlalu lelah".


"Kau menolakku hemm".


"Tidak, aku hanya mengingatkan saja".


"Baiklah, kau sudah istirahat yang cukup tadi siang sekarang saatnya kita mandi peluh ok".


"Aku ingin menikmati pemandangan dan udara segar dulu, sebelum malam tiba, bolehkah?".


"Hemm boleh, tapi di luar hujan".


"Aku takkan kehujanan jika hanya di balkon kamar saja".


"Baiklah, ayo kita lakukan".


"Apa?".


"Mandi hujan di kolam renang".


Jasmine mengangguk, ia pun segera berganti baju dengan bikini membuat Andrean meneguk ludahnya. Sedangkan Andrean hanya memakai celana pendek saja membuat Jasmine terpesona dengan tubuh kekar suaminya.


Andrean meraih tangan Jasmine dan membawa ke kolam renang yang sudah dipenuhi kelopak bunga mawar yang berbentuk i love you.


"Makasih sayang".


"Sama-sama".


Hujan semakin deras tapi tak menyurutkan mereka untuk berada di kolam renang. Andrean memegang pinggang Jasmine dan mereka berdua saling tatap. Mengagumi masing-masing sebelum Andrean mendaratkan kecupan-kecupan di wajah sang istri.


Jasmine tersenyum dan mendorong Andrean, ia berenang menjauhi Andrean, menyembunyikan rona merah di wajahnya.


"Haha kau ini malu ya, masih saja memerah".


Andrean menyusul Jasmine dan meraih tubuhnya membawanya ketepian. Hawa dingin menguar memenuhi ruangan itu, hujan semakin lebat membuat hawa semakib dingin.

__ADS_1


Ke dua tangan Andrean memegang pinggang Jasmine lalu kembali ia mendaratkan kecupan-kecupan yang membuat tubjh Jasmine bergetar.


Intensitasnya semakin dalam dan cepat menjalar ke bagian-bagian lain, tangan bergerak menyentuh yang ingin disentuh membuat mata Jasmine dan Andrean berkabut.


Andrean sekarang pandai membuat Jasmine melenguh, memberikan irama nafas penyemangat untuk Andrean terus menjelajah.


Saling memberi dan menerima dari masing-masing. Irama nafas mereka menjadi irama dan lirik sekaligus, alam menjadi saksi kolam renang yang tenang dan tertata rapi dengan kelopak-kelopak bunganya kini tak lagi rapi.


Baik Andrean dan Jasmine tak lagi bisa lagi menahan diri meski hanya untuk beranjak ke kamar. Masing-masing memburu sensasi-sensasi baru dalam penjelajahan mereka.


Air hujan dan air kolam renang meluruhkan peluh yang juga membanjiri mereka. Suasana dingin menjadi hangat dengan gerakan-gerakan cinta Andrean yang diterima dengan baik oleh Jasmine.


Perut buncit tak menghalangi mereka untuk terus berpacu menciptakan melodi indah yang keluar dari bibir mereka.


"Sayang, aku lelah". Ujar Jasmine yang merasakan tubuhnya sudah lelah. Pengaruh hamil yang sudah besar membuat Jasmine mudah lelah.


Andrean menghentikan aktifitasnya, ia bangkit dan mengangkat tubuh polos istrinya.


"Sayang aku malu".


Andrean hanya terkekeh, "Kau malu apa mau lagi hemm".


Jasmine memukul manja dada suaminya itu, "Aku benar-benar malu sayang".


"Bahkan bukti sudah ada di perutmu, kau masih saja malu pada suamimu hemm".


"Kau benar-benar tak kenal waktu sekarang ya". Keluh Jasmine.


"Haha karena kau adalah madu dan aku adalah semut, jadi kau adalah makanan termanis yang selalu kuburu".


"Kau ini, nanti malam tak ada jatah untukmu ya".


"Benarkah, sungguh aku sedih mendengarnya".


"Hehe Aku perlu istirahat untuk memulihkan tenagaku".


"Baiklah, baiklah apapun itu Tuan Putriku, Pangeran hatimu ini siap menurutimu".


Andrean bergegas keluar mengambil makanan, segelas susu hangat dan dibawanya ke kamar, Jasmine sudah meringkuk di balik selimut.


"Sayang ayo makan dan minun susu dulu".


Jasmine terbangun dan duduk di sisi ranjang, dengan telaten Andrean menyuapi Jasmine hingga makanan itu tandas.


"Kau mau lagi hemm?".


"Tidak, sementara aku sudah kenyang".


"Baiklah, sekarang apa yang kau inginkan hemm?".


"Bernyanyilah untukku".


Jasmine menyandarkan kepalanya di dada Andrean, dengan mata terpejam ia mulai mendengar lantunan lirik lagu yang dinyanyikan suaminya itu.


"Jika wanginmu saja bisa


Memindahkan duniaku


Maka cintamu pasti bisa


Mengubah jalan hidupku


Cukup sekali saja aku pernah merasa


Betapa menyiksa kehilanganmu


Kau tak terganti kau yang slalu kunanti

__ADS_1


Takkan kulepas lagi


Pegang tanganku bersama jatuh cinta


Kali kedua pada yang sama


Jika senyummu saja bisa


Mencuri detak jantungku


Maka pelukkan mu yang bisa


Menyapu seluruh hatiku


Cukup sekali saja aku pernah merasa


Betapa menyiksa kehilanganmu


Kau tak terganti kau yang slalu kunanti


Takkan kulepas lagi


Pegang tanganku bersama jatuh cinta


Kali kedua pada yang sama


(Satukan hati, tanpa peduli)


Kedua kali kita bersama lagi


Pegang tanganku bersama jatuh cinta


Kali kedua pada yang sama


Sama Indahnya


Pegang tanganku bersama jatuh cinta


Kali kedua pada yang sama


Sama Indahnya".


(Lirik lagu Raisa Kali ke dua)


Andrean tersenyum saat melihat Jasmine tertidur, lalu ia membaringkan tubuh istrinya ia cium kening sebelum menemui Sakti.


Sakti sedang memeriksa berita di media infotainment yang sudah mulai memberitakan bulan madu Andrean dan Jasmine.


"Hei Dre, lihatlah bulan madumu di sini sudah memenuhi media-media utama infotainment, foto-fotomu sudah diunggah dan membuat histeris netizen, sepertinya rencana kita berhasil".


"Ini baru permulaan Sakti, kita harus tetap waspada, Aku yakin Samir akan mengerahkan anak buahnya menuju kemari".


"Haha dugaanmu tepat kawan, baru saja tadi aku mendapat telpon jika Samir dan orang-orangnya sudah bergerak kemari".


"Baiklah, siapkan rencana selanjutnya dan pastikan keamananya. Bagaimana reaksinya jika aku melakukan secara live di hadapannya".


"Haha pasti dia akan mengeram marah tapi tak bisa berbuat apa-apa".


"Jangan lupakan jika Samir orang yang cerdik Sakti".


"Dia cerdik dan licik".


"Bagaimana dengan perusahaan?".


"Semua aman terkendali, harga saham yang kemarin turun hari ini sudah mulai merangkak naik kembali. Para pemegang saham pun terkejut akan hasil dari kenaikannya".


"Bagus, kita mulai permainan selanjutnya Samir". Ujar Andrean tersenyum.

__ADS_1


###########


Alhamdulillah Chapter 40 done


__ADS_2