
Guys like and komen or votenya dong kan gratis wkwk ❤😍😍
Biar rame nih...Author biar semangat up ya🥰🥰. Author sayang kalian semua 😍😍😍
Arindra dan Catatan Hati Seorang Istri
juga menanti kalian. Semangat 💪💪👍👍
#########
Hari ini adalah hari keputusan di mana Andrean akan dikenalkan pada khalayak ramai sebagai pewaris perusahaan milik Jared group.
Perusahaan jared group yang selama ini menjadi incaran Jadit. Jadit dan Samir dibuat murka oleh Jared, saat melihat pengumuman di media masa tentang pewaris perusahaan milik Jared.
Mereka tak menyangka orang yang diluar perhitungan mereka begitu cepat mengambil alih perusahaan dan aset-aset milik Jared bahkan hanya waktu kurang dari sebulan sejak Andrean kembali ke rumah Jared.
"Brengsek sialan, kenapa dulu tak kubunuh saja anak itu". Ujar Jadit marah.
Samir datang dengan senyum melihat kemarahan Papanya.
"Perjuangan Papa selama ini seolah sia-sia hahaha lihat bahkan Papa tak mampu mengalahkan orang gila itu". Ujar Samir menertawakan Papanya.
"Kau menertawakanku brengsek, dasar anak tak tau diuntung. Aku melakukan semua ini untukmu. Mengapa kau malah tertawa senang".
"Papa, kau tau selama ini kau salah sasaran. Mengapa sejak dulu kau mengincar anak keturuan Jared sedangkan seharusnya kau bisa membunuh Jared".
"Ini karena perjanjian sialan itu, jika bukan Ayah yang membuat perjanjian bodoh diantara kami sudah lama Papamu ini menyingkirkannya".
Samir mengeryit "Maksud Papa?".
"Dulu Kakekmu membuat perjanjian yang mengikat kami, jika salah dari kami baik Jared maupun Papa meninggal dengan tindakan alami atau bukan, maka seluruh kekayaan kami berdua akan disumbangkan ke yayasan sosial.
Jika kami belum memberikan hak waris kekayaan pada anak keturunan kami. Jika salah satu dari kami tidak memiliki anak keturunan yang layak atau dianggap pantas, maka seluruh kekayaan akan diberikan pada salah satunya yang memiliki keturunan yang dianggap layak.
Dari situlah maka salah satu diantara kami tak boleh mati. Papa sudah berusaha melakukan apapun untuk membunuh anak keturunan Jared.
Hingga Andrean Papa usahakan menjadi orang yang tidak layak, tapi sial anak itu yang sudah divonis gila malah naik jadi pewaris. Artinya Papa tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan apa yang Papa perjuangkan selama ini".
"Kenapa Papa begitu patuh pada perjanjian bodoh itu. Harusnya sejak dulu Papa sudah menyingkirkan Jared".
"Hah Papaku ternyata ck ck, sekarang serahkan semua pekerjaan itu padaku. Aku jamin kali ini aku akan dapatkan semua yang Papa mau".
"Termasuk semua milik Papa hahha"
"Bagaimana caranya?".
Samir pun mengatakan rencananya pada Papanya itu, membuat Jadit tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Bagus, kenapa tidak dari dulu kau katakan itu Samir?".
"Karena Papa tidak pernah mengajakku bicara mengenai hal ini".
"Baiklah, kali ini Papa akan menjadi pendukung dari pekerjaanmu. Ingat jika kau gagal, jangan pernah menyeret nama Papamu ini paham".
"Papa tenang saja, kali ini aku takkan gagal".
Samir dan Jadit tersenyum lebar, seperti biasa mereka menghabiskan waktu dengan pesta.
#######
Di tempat lain semua berkumpul untuk mengucapkan selamat pada Andrean, sebagai pemimpin baru Jared Group.
"Selamat Drean ini adalah langkah awal untuk memulai lanjutan bab perseteruanmu dengan keluarga Tuan Jared". Ucap Clara.
"Ya kurasa mereka saat ini sedang mengarahkan pelurunya padamu Andrean". Ucap Ayah Dito kepada menantunya itu.
"Dan kau harus lebih hati-hati pada keselamatan Jasmine. Mereka pasti mengincar orang-orang terdekatmu". Paman Jamil mengingatkan.
"Iya aku harap kalian semua bisa membantuku melakukan perlawanan pada mereka". Ucap Andrean.
"Kami akan selalu membantumu Dre, tenang saja". Sakti menepuk pundak Andrean dan tersenyum.
"Kau mulai detik ini akan menjadi asistenku Sakti hehe".
Semua tersenyum senang terutama Jasmine yang kini bahagia. Pandangan matanya tak lepas dari Andrean, ia sangat bersyukur karena ia tidak salah menetapkan pilihan hatinya.
Shaina juga yang ada di samping Jasmine, memandang dua pria tampan yang berdekatan. Mereka adalah Sakti dan Andrean, Shaina tersenyum melihat keduanya.
Clara yang mulai menjauhkan diri dari para pria itu mendekati Jasmine dan Shaina.
"Selamat Jasmine, kau kini jadi orang yang akan diburu oleh pemburu berita". Ucap Clara.
"Aku tak memedulikan itu, aku hanya peduli dengan suami dan anakku". Ucap Jasmine tanpa mengalihkan pandangannya pada Andrean.
"Semakin tinggi jabatan suamimu, apalagi tampan dan kaya. Kau harus lebih berhati-hati karena banyak pelakor yang mengincarnya".
Clara sengaja menyindir Shaina yang ia tahu masih menyukai Andrean bukan hanya sekedar Kakak.
"Bahkan pelakor bisa ada di sekitarmu". Tambah Clara membuat Shaina menoleh dengan tatapan tak suka.
"Aku percaya suamiku, meski aku tau tentang pelakor. Tapi aku yakin Kak Andrean tidak akan melakukan itu".
"Jangan terlalu percaya Jasmine, hidup tak selamanya berjalan mudah. Aku hanya mengingatkanmu untuk berhati-hati".
"Terima kasih Kak Clara atas sarannya, tapi tolong jangan biarkan fikiran seorang ibu hamil kau pengaruhi dengan fikiran kotormu itu". Ucap Shaina tersenyum sinis.
__ADS_1
"Oh ya, aku tidak mengada-ngada, jelas-jelas aku tau jika pelakor itu ada". Ujar Clara tak mau kalah.
"Kasihan sekali, kalian sepasang kekasih hanya status saja, tapi hatinya tak kau miliki". Shaina membalas.
Jasmine berkerut mendengar pembicaraan dua wanita di sampingnya ini. Dia tak mengetahui sebenarnya apa yang dibicarakan oleh keduanya.
"Kalian ini kenapa sih, dari awal ketemu selalu saling sindir. Apa kalian ada masalah?". Tanya Jasmine.
"Tidak" Jawab Clara, Jasmine menatap Shaina.
"Jika menurutnya tidak, maka aku juga katakan tidak".
"Kalian ini aneh sekali, saat kutanya tidak ada masalah tapi saat bersama kalian seperti ingin saling menerkam".
"Dia memang singa pemangsa yang suka sekali memaksakan hati orang". Ucap Shaina
"Daripada mencintai hanya dalam pandangan dan tak bisa memiliki lebih baik memaksa di awal tapi cinta kemudian. Seperti Jasmine dan Andrean bukan". Clara melirik Shaina tak mau kalah.
"Kalian ini ya, baru saja aku bilang, tapi kalian sudah jadi lagi. Memang kalian tidak bosan apa?".
"Tidak". Jawab Shaina dan Clara kompak.
"Nah kalau kalian kompak begini enak, daripada pusing mendengarkan kalian saling sindir menyindir hehe".
"Kami takkan mengalah jika salah satu dari kami belum saling mengalahkan". Ucap Clara yang memang sedang kesal, karena hati Sakti masih saja tertuju pada Shaina.
"Kau benar-benar Kak Clara, dasar wanita tak sadar diri". Ucap Shaina mulai kesal mendengar Clara yang selalu meributkan hati Sakti yang tertuju padanya.
"Kau yang tak sadar diri, mencintai pria yang jelas statusnya".
"Tapi setidaknya aku tak memaksakan diri, dengan cara picik yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan sendiri".
"Shaina, Kak Clara yang kalian ributkan selama ini siapa sih sebenarnya. Bukankah sudah jelas Sakti kekasih Kak Clara, lalu apakah Shaina juga mencintai Kak Sakti?". Tanya Jasmine menebak-nebak.
"Mau tau aja, apa mau tau banget?". Ledek Clara
"Kalau mau tau, kau harus memberikan sesuatu pada kami setidaknya sebuah set gaun cantik branded. Sekarang kan kau istri bos, jadi harusnya tak masalah". Ucap Shaina
"Benar Jasmine, setidaknya berilah kami hadiah atas jabatan baru suamimu ya kan Shaina". Clara merangkul pundak Shaina tersenyum dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Shaina.
"Hemmm kalian ini, begini saja baru kompak hehe".
########
Alhamdulillah chapter 35 done.
Mohon maaf baru up soalnya pekerjaan menanti dari pagi hingga sore hari 🙏🙏😆
__ADS_1