Jasmine & Prodeo Andrean

Jasmine & Prodeo Andrean
Chapter 41


__ADS_3

Like, Like, Komen, Vote, Poin or Rate 5 nya ya


selalu ditunggu oleh author terima kasih ❤🥰🥰👍


#########


Samir mengeram melihat pemberitaan di media-media masa, berita yang dibuatnya hanya bertahan dua hari sedangkan pemberitaan tentang bulan madunya Andrean makin berkibar.


"Di mana mereka sekarang?" Tanya Samir pada anak buahnya.


"Sekarang mereka ada di sebuah restoran Tuan".


"Bawa aku ke sana sekarang".


"Tapi Tuan, di sana ada beberapa wartawan yang sedang meliput dan pengawalannya juga ketat".


"Aku tak peduli, aku ingin bertemu wanitaku. Siapkan semuanya kupastikan hari ini dia akan berada di sampingku selamanya".


"Baik Tuan".


Samir pun menuju restoran di mana Jasmine dan Andrean sedang melakukan dinner romantis. Andrean mendapat informasi jika Samir datang dan ingin menemuinya. Andrean tersenyum dan memegang tangan Jasmine.


"Kalian bersembunyilah di tempat yang sudah disediakan, jangan lupakan kamera harus ready secara live". Ujar Andrean yang memerintahkan wartawan infotainment bersembunyi dulu.


Tak lama Samir masuk sendirian, dan ia melihat hanya Andrean dan Jasmine yang duduk di sana. Jasmine menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh Andrean, masih teringat jelas diingatannya atas semua perlakuan Samir padanya.


Samir tersenyum melihat wajah ketakutan Jasmine.


"Jangan takut sayang, aku datang untuk membebaskanmu dari tawanan orang gila ini". Ujar Samir tenang tapi sorot matanya bagai elang yang siap menerkam.


"Duduklah Samir, tak perlu membuatnya takut, bukankah kau mencintai istriku bukan?".


"Haha baiklah, kau benar dia wanitaku, Jasmineku yang kau rebut dari tanganku".


Samir duduk berhadapan dengan Andrean, tapi matanya tertuju pada Jasmine yang tertunduk di samping Andrean.


"Dulu kau memang bisa merebutnya tapi tidak kali ini".


"Haha kau tau selama lima bulan bersamaku ia tumbuh dengan baik, setiap malam kami berbagi kehangatan, iya kan sayang. Bahkan kau sangat menikmatinya bukan".


Jasmine menggeleng, air matanya ia tahan agar tak luruh dan menggenggam tangan Andrean yang mengepal tanda marah.


"Benarkah, kehangatan seperti apa yang anda maksud Tuan Samir?". Ujar Andrean yang menahan nada marahnya.

__ADS_1


"Kau tau benar apa yang dilakukan laki-laki dan perempuan jika berada dalam satu kamar haha, aku rasa tak perlu menceritakannya secara detail. Aku yakin kau takkan kuat menahannya ahhh uhhh haha".


Andrean tersenyum pada Samir,


"Oh begitukah Tuan, apakah seperti ini cara memulainya?".


Andrean meraih tengkuk Jasmine dan ******* cukup dalam, membuat Jasmine terkejut, Samir melongo tak percaya dan beberapa wartawan yang bersembunyi seakan mendapat jackpot.


Samir memukul meja geram, sehingga gelas yang ada di atas meja itu jatuh pecah. Andrean menghentikan aktifitasnya, sedangkan Jasmine langsung memeluk Andrean.


"Lihatlah Anda marah saat saya melakukan apa yang harus saya lakukan pada istri saya. Kau benar-benar menginginkannya bukan?".


Samir ingin menghajar pria di depannya itu tapi ia sadar, terlalu banyak kamera pengintai di sini, ia hanya mengepalkan ke dua tangannya, nafasnya memburu dan wajahnya memerah.


"Hah, kau benar-benar gila Andrean. Melakukan adegan ciuman di depan tamumu sendiri".


"Aku tak pernah mengundang tamu seperti Anda Tuan Samir, anda tahu benar saat ini kami sedang melakukan apa. Dinner romantis dengan orang yang sangat aku cintai, bukankah itu impian bagimu Samir?".


Samir menggeretakkan giginya. "Kau sengaja memancing kemarahanku bukan, ingat jangan pernah menyesal berhadapan dengan Samir. Berita kebahagiaanmu hanya sementara, dan lihatlah sebentar lagi ada berita duka yang membuatmu tak percaya". Bisik Samir di telinga Andrean.


"Jika kau sangat ingin mendapatkan Jasmine, berarti kau ingin membunuhku bukan?".


"Haha tentu saja, tapi sekarang belum saatnya. Kuberi kau kesempatan untuk menikmati bulan madumu meski hanya sesaat".


Samir melemparkan semua foto pada Andrean, lalu dia pergi meninggalkan Andrean yang sedang memungut sebuah foto yang jatuh ke lantai.


"Hubungi Ayah Dito Kak". Ujar Jasmine yang juga khawatir pada Opanya itu.


Sakti datang dengan wajah cemas dan tegang.


"Ada apa Sakti?". Tanya Andrean.


"Lebih baik kita pulang, Tuan Jared...".


"Ada apa dengan Ayahku?".


"Tuan Jared mengalami kritis akibat kecelakaan mobil tadi pagi". Ujar Sakti.


"Shit brengsek, kita salah perhitungan. Baiklah, siapkan heli kita pulang malam ini juga".


"Opaa...". Jasmine menangis di pelukan Andrean.


"Tenanglah, kita akan lakukan yang terbaik untuk Ayah". Ujar andrean menenangkan Jasmine meski dirinya juga tak kalah khawatir.

__ADS_1


Malam itu juga mereka pulang dan langsung menuju rumah sakit. Tuan Jared di rawat di ruang VVIP khusus pemilik dan sudah selesai operasi dibagian kepalanya.


"Ayah, Ibuuu". Jasmine berlari memeluk ibunya dan menangis kembali. Shaina, Clara, Paman Jamil, juga ada di sana.


"Bagaimana keadaanya Paman?". Tanya Andrean pada Paman Jamil.


"Keadaannya saat ini masih kritis, kita tunggu sampai malam ini semoga saja keadaannya stabil paska operasi".


"Sebenarnya bagaimana kejadiannya, bagaimana bisa Ayah kecelakaan?".


Paman Jamil melirik Dito, "Maafkan Ayah Drean, Ayah fikir jika Tuan Jared tak lagi menjadi sasaran mereka mengingat perjanjian yang sudah dijalani bertahun-tahun.


Tapi ternyata Ayah salah, mereka tetap mengincar Tuan saat pengawalan mulai longgar".


"Apakah ada bukti-bukti yang mengarah pada mereka guru, Paman Dito?". Tanya Sakti.


"Bersih, mereka profesional Sakti". Ucap Paman Jamil.


"Kita salah perhitungan, mulai sekarang kita tak bisa sendiri-sendiri baik Shaina, Clara, Jasmine dan Ibu. Termasuk para lelaki juga, mereka pasti akan melakukan hal yang sama pada orang-orang yang ada di sekitarku". Ujar Andrean geram.


"Aku akan memperketat keamanan untuk kita semua, dan mencari mata-mata di antara orang-orang kita". Ujar Sakti.


"Benar, Paman yakin ada orang yang melaporkan semua kegiatan kita pada Samir dan Jadit".


"Menurut Ayah, apa yang harus kita lakukan saat ini?". Tanya Andrean pada Ayah Dito.


Ayah Dito menghela nafas panjang,


"Kita sembunyikan berita kecelakaan Tuan Jared, karena berita ini akan membuat perusahaan goyah".


"Benar Drean, Paman juga setuju Paman akan mengurus berita tentang Tuan Jared. Dan kau Andrean dan Jasmine tetaplah jalankan sesuai rencana".


"Tapi Paman, Aku tidak bisa lagi melanjutkan bulan madu sementara Ayah kritis. Aku yakin Jasmine juga pasti menolak kembali ke Bali".


"Dre, Guru tak memintamu kembali ke Bali tapi lakukanlah di sini. Tetaplah tunjukkan kepada media kalian saat ini masih masa-masa bulan madu. Sehingga berita tentang Tuan Jared bisa diredam jika ada yang keluar".


"Benar kata Sakti Dre, aku juga setuju. Aku dan Shaina akan mempersiapkan segala sesuatunya agar kalian masih terlihat seperti bulan madu". Ujar Clara.


"Iya Kak, Aku akan membantumu". Ujar Shaina.


"Baiklah, jika ini keputusannya aku akan membicarakan ini dengan Jasmine. Meski aku ragu ia akan bersedia".


"Kami akan membantumu bicara padanya". Ujar Clara diangguki yang lainnya.

__ADS_1


########


Alhamdulillah Chapter 41 done


__ADS_2